5. Reproduksi Virus
Slide 1: Judul
Reproduksi Virus
Slide 2: Pendahuluan
Virus adalah agen infeksi yang membutuhkan sel inang untuk bereplikasi.
Siklus reproduksi virus melibatkan berbagai tahap infeksi seluler.
Genetika virus mempengaruhi evolusi dan patogenesitasnya.
Slide 3: Siklus Reproduksi Virus
Adsorpsi – Virus menempel pada reseptor sel inang.
Penetrasi – Virus masuk ke dalam sel inang (endositosis atau fusi membran).
Uncoating – Materi genetik virus dilepaskan ke dalam sel.
Replikasi & Transkripsi – Genom virus direplikasi dan diekspresikan.
Perakitan – Partikel virus baru dirakit dalam sel.
Lisis atau Eksositosis – Virus dilepaskan dari sel untuk menginfeksi sel lain.
Slide 4: Siklus Litik vs Lisogenik
Siklus Litik: Virus mereplikasi cepat, menyebabkan lisis sel inang.
Siklus Lisogenik: DNA virus bergabung dengan genom inang dan bereplikasi bersama sel tanpa langsung menyebabkan lisis.
Slide 5: Genetika Virus-Virus Hewan
Virus hewan memiliki genom berupa DNA atau RNA.
DNA virus: Replikasi di nukleus sel inang (contoh: Herpesvirus).
RNA virus: Replikasi di sitoplasma dengan enzim RNA-dependent RNA polymerase (contoh: Influenza, SARS-CoV-2).
Retrovirus: Menggunakan enzim reverse transcriptase untuk menyisipkan genomnya ke dalam DNA inang (contoh: HIV).
Slide 6: Evolusi dan Mutasi Virus
Mutasi terjadi akibat kesalahan replikasi, terutama pada RNA virus.
Rekombinasi genetik memungkinkan virus beradaptasi dengan inang baru.
Contoh: Antigenic shift dan antigenic drift pada virus influenza.
Slide 7: Dampak Reproduksi Virus pada Kesehatan
Infeksi akut vs. infeksi persisten.
Adaptasi virus terhadap sistem imun inang.
Implikasi dalam vaksinasi dan pengobatan antiviral.
Slide 8: Kesimpulan
Siklus reproduksi virus menentukan cara infeksi dan penyebarannya.
Genetika virus mempengaruhi kecepatan evolusi dan virulensinya.
Pemahaman mekanisme ini penting dalam strategi pengendalian penyakit.
Slide 9: Referensi
Knipe & Howley (2021). Fields Virology.
Flint et al. (2020). Principles of Virology.