ASN Belajar Seri ke-33 – Budaya Kerja: Belajar, Berkarya, Mengabdi
Sekilas acara
- Webinar ASN Belajar Seri ke-33 diselenggarakan oleh Corporate University SDGs BPSDM Provinsi Jawa Timur
- Aturan singkat sebelum mulai: tulis nama akun Zoom sesuai format instansi, aktifkan kamera, gunakan virtual background yang disediakan, gunakan fitur Reaksi Angkat Tangan untuk bertanya/berpartisipasi, bagi yang lewat YouTube bisa pakai live chat, siapkan alat tulis, dan isi presensi/kuesioner untuk e-sertifikat
- Tema inti: Belajar, Berkarya, Mengabdi (tiga Pilar ASN) sebagai budaya kerja yang sehat dan berdampak
- Narasumber utama: tiga pembicara dengan fokus berbeda (Ilham Sentosa, Bawinda Sri Lestari, Fusna Marzukoh)
- Sesi tanya jawab mencakup tantangan budaya kerja, ekosistem kolaboratif, dan mindset psikologis ASN
1) Inti konsep: budaya kerja ASN dan SBLL
- Budaya kerja ASN adalah denyut nadi organisasi: belajar, berkarya, mengabdi harus paralel dan berkelanjutan
- SBLL: Social Business Learning
- Tujuan: kolaborasi untuk keberlanjutan (collaborations for sustainability)
- Inti: desain ekosistem bisnis untuk publik, memanfaatkan kolaborasi internal-eksternal
- Transformasi melalui design thinking menjadi system thinking (dari ide ke ekosistem yang terintegrasi)
- Fokus pada SDGs, riset awal, desain ekosistem berbasis data, dan kemampuan digital
- Ekosistem desain (designing the ecosystem) sebagai kerangka kerja utama
- Menggabungkan variabel-variabel di sekitar kita (internal maupun eksternal)
- Menggunakan data dan keterampilan digital untuk perencanaan dan eksekusi
- Kerangka berpikir yang diajarkan: design thinking → system thinking; riset awal; pembiayaan, sumber daya, pembinaan komunitas, pembelajaran berkelanjutan
2) Narasumber 1: Prof. Dr. Ilham Sentosa (University of Kuala Lumpur)
- Inti pembahasan: bagaimana ASN menjadi sustainability champion melalui budaya kerja yang berkelanjutan
- Social Business Learning (SBLL) sebagai kerangka kerja inti:
- SBLL = sustainable development untuk ASN: belajar, berkarya, mengabdi secara sinkron
- Kolaborasi untuk kelangsungan, desain ekosistem berbasis publik, termasuk pelibatan komunitas lokal
- Ekosistem yang didesain memanfaatkan potensi sekitar (internal maupun eksternal)
- Kerangka praktis SBLL:
- Menemukan potensi lingkungan sekitar melalui kolaborasi, desain ekosistem, dan riset awal
- Menggunakan design thinking untuk merancang ekosistem dan menggeser ke sistem thinking
- Fokus pada digital skills, data, dan penggunaan teknologi untuk percepatan implementasi
- Tantangan di birokrasi: regulasi, feodalisme, dan budaya kerja lama perlu diatasi melalui desain ekosistem dan kolaborasi luas
- Output praktis: model ekosistem berbasis SBLL yang bisa diuji di lapangan (Kabupaten/Kota) dengan perencanaan yang terstruktur
3) Narasumber 2: Dr. Bawinda Sri Lestari (Dosen Psikologi Organisasi)
- Fokus psikologi kerja dalam konteks budaya kerja ASN:
- Tiga pilar utama tetap: belajar, berkarya, mengabdi, berjalan bersamaan
- Growth Mindset: mindset berkembang memampukan ASN untuk belajar dan beradaptasi
- Teori motivasi: Growth Mindset, Self-Determination Theory (kompetensi, hubungan, otonomi)
- Meaningful work: pekerjaan memiliki arti dan manfaat bagi bangsa; pengabdian sebagai tujuan tinggi
- Kompetensi dikelola lewat tiga komponen: skills, knowledge, attitude; self-efficacy berdampak pada inovasi
- Kesiapan menghadapi era Bunny (VUCA ultra-dinamis -> era Bunny: tidak hanya cepat, melibatkan ketahanan mental)
- Kunci kepemimpinan dan budaya kerja:
- Mindful leadership: memurnikan hati (purifier the heart), listening yang kuat, pertanyaan yang memberdayakan
- Komunikasi yang hangat, bukan hanya efektif; membangun hubungan positif dan dukungan tim
- Peran pimpinan sebagai pemicu budaya belajar melalui contoh, tidak sekadar arahan
- Strategi praktis untuk individu ASN:
- Mulai dari diri sendiri: harapan, efikasi diri, ketangguhan, optimisme
- Gunakan teknik komunikasi empatik dan kolaboratif di lingkungan kerja
- Jadikan budaya belajar dan inovasi sebagai bagian dari keseharian, bukan cuma slogan
4) Narasumber 3: Fusna Marzukoh (Fus dari Fazaya/Fuszan) – Perspektif budaya di era Bunny
- Fokus pada dampak era Bunny (ketidakpastian, kecemasan, kompleksitas) terhadap ASN
- Pesan inti:
- Built resilience: membangun ketangguhan mental untuk menghadapi krisis dan tekanan kerja
- Adapt with agility: lincah belajar dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tata kelola
- Inspire with integrity: menginspirasi dengan integritas, melayani dengan hati
- Purifier the heart: meningkatkan kualitas hati/nurani sebagai fondasi kepemimpinan
- Powerful listening dan engaging communication: Mendengar dengan sungguh-sungguh, komunikasi yang mengundang partisipasi
- Perspektif praktis:
- Mulai dari diri sendiri: kenali level kesadaran (David Hawkins map of consciousness) untuk meningkatkan vibrasi positif
- Nilai-nilai dasar: logika (akalnya) dan nurani ( hati nurani) sebagai dua modal inti
- Keseimbangan antara personal, tim, dan tujuan bersama (kita vs saya): bertransformasi dari ego ke kolaborasi
- Ajakan praktis:
- Bangun budaya yang memurnikan hati, mendengar, dan empati; gunakan model ini untuk meningkatkan kualitas layanan publik
5) Ringkasan tanya jawab inti
- Feodalisme dan hambatan regulasi: gunakan sistem thinking untuk memetakan variabel (regulasi, pembiayaan, partisipasi publik) dan cari jalan keluar alternatif
- Implementasi SBLL di lingkungan birokrasi: mulai-model kecil terlebih dahulu untuk memahami dinamika ekosistem
- Peran pimpinan: komunikasi efektif + empati; dukungan tim dan keharmonisan internal penting untuk mendorong perubahan
- Tantangan psikologis era Bunny: ketahanan mental, mindfulness, dan dukungan komunitas kunci untuk mencegah burnout
6) Takeaways praktis untuk ASN (ringkas)
- Budaya kerja sebagai fondasi: belajar berkelanjutan → berkarya → mengabdi dengan integritas
- Gunakan SBLL untuk membangun ekosistem kolaboratif yang inklusif dan data-driven
- Mulai dari diri sendiri: bangun Growth Mindset, self-efficacy, resilience, dan optimism; jaga keseimbangan emosional
- Terapkan design thinking → system thinking untuk desain ekosistem; fokus pada desain ekosistem yang berkelanjutan dan terkait SDGs
- Terapkan mindful leadership: purifier the heart, listening kuat, komunikasikan secara hangat, dorong partisipasi
- Eksekusi bertahap: mulai dari skala kecil, uji coba di lapangan, responsif terhadap feedback, pembiayaan didesain secara nyata
- Jagalah hubungan positif di lingkungan kerja melalui ritual berbagi ilmu, apresiasi sesama, dan kolaborasi tim
7) Actionable quick-start (untuk last-minute review)
- Identifikasi tiga hal yang bisa Anda ubah di tempat kerja hari ini terkait budaya belajar, berkarya, dan mengabdi
- Rencanakan sesi sharing ilmu bulanan kecil-kecilan untuk mendorong budaya belajar (moments of learning)
- Gunakan kerangka SBLL untuk proyek nyata: buat desain ekosistem sederhana untuk sebuah inisiatif publik lokal
- Latih kemampuan listening dan empati dalam interaksi sehari-hari dengan rekan kerja
- Mulailah dengan diri sendiri: refleksi mingguan tentang kemajuan belajar, karya, dan kontribusi bagi publik