Kerajaan Islam
KONTEKS INDONESIA PRA-ISLAM
Sebelum Islam tiba, masyarakat Indonesia mengikuti:
Animisme dan dinamisme: Menghormati roh leluhur dan benda-benda keramat.
Hindu dan Buddha: Masuk sejak abad ke-2 M dari India.
Indonesia merupakan pusat perdagangan strategis antara India dan Cina:
Memiliki kekayaan alam dan pertanian.
Memfasilitasi pertukaran budaya dan agama dengan negara asing.
Pengaruh Hindu-Buddha terlihat dari:
Pembangunan candi-candi seperti Prambanan dan Borobudur.
Pembentukan kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya.
PENGARUH DAN PERKEMBANGAN AGAMA & POLITIK PRA-ISLAM
Kepercayaan lokal (animisme) bertahan di daerah terpencil.
Islam menganggap animisme sebagai syirik (kemusyrikan).
Munculnya kerajaan Hindu-Buddha seperti:
Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, Singosari, Majapahit (Hindu).
Sriwijaya (Buddha).
Perbedaan antara Hindu dan Buddha:
Hindu: Kitab suci Weda, banyak dewa, sistem kasta.
Buddha: Kitab suci Tripitaka, tanpa sistem kasta, berkisar pada ajaran Siddhartha Gautama.
Sastra berkembang pesat:
Mahabharata dan Ramayana diadaptasi dalam Bahasa Jawa Kuno pada abad ke-10.
TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Teori Gujarat (India):
Islam masuk melalui pedagang Gujarat.
Bukti: Batu nisan Malik As-Saleh dan makam Malik Ibrahim.
Teori Persia (Iran):
Didukung oleh Husein Djajadiningrat.
Bukti: budaya Sufi, tari-tarian Sufi, perayaan Tabot, Asyura.
Teori Mekkah (Arab):
Didukung oleh Buya Hamka.
Bukti: pemukiman Arab dan kesamaan praktik ibadah.
Teori Cina:
Bukti: arsitektur masjid bergaya Cina di Gunung Jati dan Demak, artefak tulisan Cina.
SALURAN ISLAMISASI DI INDONESIA
Perdagangan:
Interaksi antara pedagang Muslim dan masyarakat lokal, dimulai sejak masa Hindu-Buddha dan terus berkembang.
Pernikahan:
Contoh: Raja Majapahit Brawijaya V menikahi putri Champa, anaknya menjadi tokoh Islam di Jawa.
Pendidikan:
Pengajaran agama melalui keluarga, pesantren, dan masjid.
Munculnya ulama dan tokoh dakwah lokal.
Kesenian dan Budaya:
Wayang, gamelan, kaligrafi, dan sastra digunakan oleh Wali Songo untuk menyebarkan ajaran Islam.
Politik dan Diplomasi:
Kerajaan-kerajaan Islam menjalin aliansi politik untuk memperkuat penyebaran Islam.
KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Samudra Pasai:
Kerajaan Islam pertama di Aceh (abad ke-13).
Raja pertama: Sultan Malik As-Saleh.
Pusat perdagangan laut; awalnya menggunakan sistem barter, kemudian memakai mata uang.
Mataram Islam (Yogyakarta):
Berdiri akhir abad ke-16, pusat di Kota Gede.
Situs penting: Masjid Kota Gede, Masjid Agung Kauman, Keraton Surakarta, Tamansari.
Pemimpin Penting:
Sutawijaya (Senopati): Pendiri kerajaan.
Sultan Agung: Memperluas wilayah meskipun gagal menyerang VOC karena kekurangan logistik.
Amangkurat I: Menjalin aliansi dengan VOC, melemahkan Mataram.
KERUNTUHAN KERAJAAN MATARAN
Pecahnya Mataram karena Perjanjian Giyanti (1755).
Mataram dibagi menjadi dua:
Kesultanan Yogyakarta (dijabat oleh Hamengkubuwono).
Kasunanan Surakarta (dijabat oleh Pakubuwono).
Kerajaan Gowa-Tallo (Makassar):
Berdiri pada abad ke-16, pusatnya di Makassar.
Peninggalan: Masjid Katangka, Benteng Rotterdam.
Makassar sebagai pusat perdagangan, menjadi incaran VOC.
Tokoh Penting:
Sultan Hasanuddin: Disebut "Ayam Jantan dari Timur", berjuang melawan VOC.
VOC gunakan taktik adu domba (divide et impera).
Akhir Gowa-Tallo:
Perjanjian Bungaya (1667): VOC memonopoli perdagangan di Makassar, sehingga kekuasaan kerajaan melemah.
TERNATE & TIDORE (MALUKU)
Terletak di Kepulauan Maluku, abad ke-15.
Terkenal sebagai penghasil rempah-rempah (cengkih, pala).
Menjadi rebutan bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, dan VOC.
Penetrasi Islam bersamaan dengan perdagangan rempah, dengan kedua kerajaan saling bersaing dan berperan dalam diplomasi dan perlawanan terhadap kolonialisme.