⏳ Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Kerajaan Kutai

Terdiri dari dua bagian: Kutai Martadipura (Hindu) dan Kutai Kartanegara (Islam).

Terletak di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Raja pertama: Kudungga, yang mendeklarasikan dirinya sebagai raja setelah pengaruh Hindu.

Silsilah raja diketahui dari Yupa, peninggalan kerajaan.

Puncak kejayaan di bawah Raja Mulawarman, penganut Hindu yang taat.

Mayoritas masyarakat menganut agama Hindu Siwa.

Kerajaan Tarumanegara

Berdiri dari abad ke-4 hingga ke-7 Masehi.

Terletak di antara sungai Citarum dan Cisadane, Jawa Barat.

Didirikan oleh Jayasingawarman pada 358 Masehi.

Puncak kejayaan di bawah Raja Purnawarman, yang memajukan sektor pertanian.

Pembangunan saluran Gomati untuk pengairan dan transportasi.

Agama Hindu Waisnawa berkembang di kalangan istana, sementara rakyat masih menganut animisme.

Runtuh akibat serangan Majapahit dan tidak adanya penerus.

Kerajaan Kalingga

Berada di pantai utara Jawa Tengah, abad ke-6 hingga ke-7 Masehi.

Pendiri: keturunan Dinasti Syailendra.

Dipimpin oleh Ratu Sima, yang menerapkan hukum tegas.

Perekonomian bertumpu pada perdagangan dan pertanian.

Pusat perkembangan agama Buddha Hinayana.

Peninggalan: prasasti Tukmas, prasasti Sojomerto, Candi Angin, dan Candi Bubrah.

Keruntuhan setelah wafatnya Ratu Sima dan serangan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya

Berdiri dari abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, bercorak Buddha.

Terletak di tepi sungai Musi, Palembang, Sumatera.

Kerajaan maritim yang menguasai perdagangan internasional.

Pendiri: Dapunta Hyang Sri Jayanasa; raja terkenal: Raja Balaputradewa.

Pusat pengajaran agama Buddha terbesar di Asia Tenggara, aliran Mahayana.

Peninggalan: prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Candi Muara Takus.

Mengalami kemunduran akibat perubahan lingkungan, serangan dari kerajaan lain, dan melemahnya angkatan laut.

Kerajaan Mataram Kuno (Medang)

Periode: Berdiri dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

Lokasi: Berpusat di Medang, Jawa Tengah.

Pendiri: Didirikan oleh Sana, yang tidak memiliki anak; kekuasaan kemudian diteruskan kepada keponakannya, Sanjaya (Hindu).

Dinasti: Terdapat dua dinasti utama: Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha).

Konflik: Terjadi konflik antara kedua dinasti karena perbedaan agama, yang diselesaikan melalui pernikahan Rakai Pikatan (Hindu) dan Pramuwardhani (Buddha).

Perpindahan Ibu Kota: Rakai Pikatan mengalahkan Balaputradewa (Buddha) dan memindahkan ibu kota ke Jawa Timur akibat letusan gunung berapi.

Pemerintahan Erlangga: Erlangga kemudian menjadi raja dan membagi kerajaan menjadi Kediri (Barat) dan Jenggala (Timur).

Kerajaan Kediri

Periode: Berdiri dari abad ke-9 hingga ke-13 Masehi, didirikan oleh Airlangga.

Agama: Mayoritas penduduk menganut Hindu, terkenal dengan Raja Jayabaya.

Ekonomi: Kegiatan ekonomi meliputi perdagangan, pertanian, dan peternakan.

Peristiwa Penting: Terjadi perang antara Kertajaya dan para Brahmana, yang mengakibatkan kebangkitan Ken Arok dan pendirian Singasari.

Kerajaan Singasari

Periode: Didirikan pada abad ke-13 Masehi setelah jatuhnya Kediri.

Pendiri: Didirikan oleh Ken Arok, terkenal dengan kutukan Mpu Gandring.

Raja Terkenal: Kertanegara, yang melakukan Ekspedisi Pamalayu melawan pasukan Mongol.

Konflik Internal: Mengalami konflik internal dengan pemberontakan Jayakatwang, yang menyebabkan keruntuhan kerajaan.

Kerajaan Majapahit

Periode: Berdiri dari abad ke-13 hingga ke-16 Masehi, didirikan oleh Raden Wijaya.

Puncak Kejayaan: Dikenal pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada.

Sumpah Palapa: Gajah Mada bertekad untuk menyatukan seluruh nusantara.

Peristiwa Penting: Perang Bubat dengan Kerajaan Sunda.

Ekonomi: Fokus pada pertanian dan perdagangan, dengan perkembangan budaya dan agama yang signifikan.

Warisan Penting: Termasuk berbagai teks (misalnya, Negarakertagama) dan candi (misalnya, Candi Sukuh, Candi Cetho).

Kesimpulan

Diskusi ini mencakup evolusi dan signifikansi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Ditekankan pentingnya untuk meninjau materi sebelumnya dan daftar putar untuk pembelajaran lebih lanjut.

Catatan Tambahan

Kerajaan Mataram Kuno: Mataram Kuno menjadi salah satu pusat kebudayaan Hindu-Buddha yang penting, dengan banyak peninggalan arkeologis yang menunjukkan pengaruh budaya India.

Kerajaan Kediri: Kediri dikenal sebagai pusat sastra dan kebudayaan, dengan banyak karya sastra yang dihasilkan pada masa ini.

Kerajaan Singasari: Singasari menjadi jembatan antara Kediri dan Majapahit, dengan pengaruh yang kuat dalam perkembangan politik dan militer.

Kerajaan Majapahit: Majapahit dianggap sebagai puncak kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Indonesia, dengan pengaruh yang meluas hingga ke wilayah Asia Tenggara.

Dengan catatan ini, diharapkan pemahaman tentang kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia menjadi lebih mendalam dan komprehensif