Sistem Pencernaan Makanan
Sistem Pencernaan Makanan
Kompetensi Dasar
3.7 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dalam kaitannya dengan nutrisi, bioproses, dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan manusia.
4.7 Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan.
Pentingnya Makanan dalam Kehidupan Manusia
Makanan diperlukan untuk kelangsungan hidup dan menyediakan materi untuk:
Pertumbuhan.
Memperbaiki jaringan yang rusak.
Makanan dapat digunakan setelah diubah menjadi nutrien melalui sistem pencernaan.
Fungsi Utama Sistem Pencernaan
Memecah makanan menjadi molekul yang dapat digunakan oleh tubuh.
Menyerap molekul-molekul tersebut ke dalam darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh.
Mengeluarkan sisa-sisa pencernaan dari tubuh.
Zat-Zat Makanan
Syarat Makanan yang Baik dan Sehat
Mudah dicerna.
Higienis.
Mengandung nutrisi dan kalori yang cukup.
Jenis Zat Makanan
Makronutrien:
Karbohidrat.
Lemak.
Protein.
Mikronutrien:
Vitamin.
Mineral.
Karbohidrat
Fungsi Karbohidrat
Sumber energi (4.1 kkal/gr).
Membantu metabolisme lemak.
Menghemat protein.
Struktur Karbohidrat
Mengandung unsur C, H, dan O.
Dibedakan menjadi:
Monosakarida: Gula sederhana yang tidak dapat dipecah lagi.
Disakarida: Gula yang terdiri dari dua monosakarida.
Polisakarida: Gula kompleks yang terdiri dari banyak monosakarida.
Pengujian Karbohidrat
Amilum: Diuji dengan larutan lugol (warna biru kehitaman).
Gula: Diuji dengan larutan Fehling A/B atau reagen Benedict (warna jingga/merah bata).
Jenis-Jenis Karbohidrat dan Sumbernya
Monosakarida:
Glukosa: Buah (anggur).
Fruktosa: Buah, madu.
Galaktosa: Susu (hasil pencernaan laktosa).
Disakarida:
Laktosa: Susu.
Maltosa: Biji-bijian.
Sukrosa: Bit, tebu.
Polisakarida:
Zat pati: Beras, umbi-umbian.
Glikogen: Otot, hati.
Protein
Struktur dan Fungsi Protein
Tersusun dari C, H, O, dan N (sering juga P dan S).
Terdapat 20 jenis asam amino, 8 diantaranya esensial.
Contoh asam amino esensial: Isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, valin.
Fungsi:
Sumber energi.
Bahan penting untuk plasma sel.
Pembentuk enzim dan hormon.
Sumber Protein
Nabati: Kacang-kacangan, sereal.
Hewani: Daging, ikan, telur, susu.
Pengujian Protein
Diuji dengan larutan biuret atau reagen Millon (warna ungu).
Lemak
Struktur dan Fungsi Lemak
Tersusun dari C, H, O.
Sumber energi terbesar (9 kkal/gr).
Fungsi:
Pelarut vitamin (A, D, E, K).
Pengaman bagian tubuh dan bantalan organ.
Pembagian Lemak
Asam lemak jenuh:
Biasanya berbentuk padat, banyak terdapat pada lemak hewani.
Asam lemak tak jenuh:
Biasanya berbentuk cair, banyak terdapat pada lemak nabati.
Pengujian Lemak
Dapat diketahui dengan kertas minyak (kertas menjadi transparan).
Vitamin
Pentingnya Vitamin
Diperlukan dalam jumlah kecil.
Tidak bisa dibentuk oleh tubuh, berfungsi sebagai regulator berbagai proses biokimia.
Jenis-Jenis Vitamin
Larut dalam air: B, C, H (Biotin).
Larut dalam lemak: A, D, E, K.
Akibat Kekurangan Vitamin
Avitaminosis: kondisi kekurangan vitamin.
Mineral
Pentingnya Mineral dalam Tubuh
Vital untuk pembentukan hormon, tulang, gigi, dan darah.
Kekurangan mineral dapat mengakibatkan defisiensi.
Jenis Mineral
Mineral Makro: Na, Cl, K, Ca, Mg, P, dan S.
Mineral Mikro: Fe, Zn, I, Se, Mn, F, Cu, Cr, Mo, Co.
Air
Fungsi Air dalam Tubuh
Mengangkut nutrisi ke jaringan.
Mengangkut sisa metabolisme ke luar tubuh.
Sebagai media reaksi kimia.
Proses Pencernaan Makanan
Tahapan Pencernaan
Ingesti: Makanan masuk ke mulut.
Digesti: Penguraian makanan menjadi molekul kecil.
Absorbsi: Penyerapan hasil pencernaan ke sirkulasi darah.
Defekasi: Eliminasi sisa-sisa makanan.
Pencernaan Mekanis dan Kimiawi
Pencernaan mekanis: perubahan fisik makanan menjadi lebih kecil.
Pencernaan kimiawi: perubahan molekul kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim.
Struktur dan Fungsi Bagian Pencernaan
Rongga Mulut
Lidah: Membantu mencampur makanan dengan ludah.
Kelenjar Ludah: Menghasilkan saliva yang mengandung enzim amilase.
Kerongkongan
Merupakan tabung otot yang menghubungkan mulut ke lambung, memiliki gerakan peristaltik untuk mendorong makanan.
Lambung
Memecah makanan dengan asam lambung dan enzim.
Membantu pencernaan protein.
Pankreas dan Hati
Pankreas: Menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin/glukagon.
Hati: Menghasilkan empedu, menyimpan nutrisi, dan mempertahankan homeostatis.
Usus Halus
Tempat penyelesaian pencernaan lemak dan protein, dengan vili untuk menyerap nutrisi.
Usus Besar
Menyerap air, membentuk massa feses, dan membantu dengan bakteri untuk memproduksi vitamin K.
Gangguan dan Kelainan pada Sistem Pencernaan
Kolik: Nyeri perut akibat makanan merangsang.
Malabsorpsi: Ketidakmampuan menyerap makanan.
Malnutrisi: Ketidakseimbangan nutrisi.
Keracunan Makanan: Reaksi terhadap alergi atau zat adiktif.
Konstipasi, Diare, Apendisitis, Gastritis, dan Hepatitis: Berbagai kondisi yang mempengaruhi kesehatan sistem pencernaan.