w1_5_Histologi Jantung_dr Anna Lewi

SISTEM SIRKULASI

PENDAHULUAN

  • Narasumber: Anna Lewi Santoso, Dr, Msi

I. KLASIFIKASI SISTEM SIRKULASI

  • Terdiri dari:

    • Sistem Kardiovaskular (dua arah)

    • Sistem Limfatik (satu arah)

II. SISTEM KARDIOVASKULAR

1. JANTUNG
  • Memiliki dua jenis sirkulasi:

    • Sirkulasi Pulmonal: Mengangkut darah dari jantung ke paru-paru untuk oksigenasi.

    • Sirkulasi Sistemik: Mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh.

2. PEMBULUH DARAH
  • Sistem sirkulasi dibagian dalam dilapisi oleh sel endothel (epitel selapis pipih).

3. JENIS PEMBULUH DARAH
  • Pembuluh darah dibagi menjadi:

    • Kapiler

    • Prekapiler dan Postkapiler

    • Arteri:

    1. Arteriol

    2. Arteri kecil dan sedang

    3. Arteri besar

    4. Arteri khusus

    • Vena:

    1. Venula

    2. Vena kecil dan sedang

    3. Vena besar

    4. Vena khusus

III. KAPILER

A. STRUKTUR KAPILER
  • Terdiri dari selapis sel endothel dan diklasifikasikan berdasarkan struktur dinding:

    1. Kapiler Kontinyu (Tipe 1):

    • Dinding sel endothel tidak berlubang.

    • Menyebabkan tight junction (okludens).

    • Permukaan permeabel terhadap air, gas, garam, dan bahan makanan tertentu.

    • Lokasi: otot, saraf, jaringan ikat.

    • Modifikasi pada jaringan otak.

    1. Kapiler Fenestrata atau Perforata:

    • Dinding terdapat pori-pori (fenestrae) berukuran 60-80 nm, dilapisi diafragma kecuali di glomerulus ginjal.

    • Memfasilitasi pertukaran zat secara cepat.

    • Lokasi: pankreas, usus halus, kelenjar endokrin.

    1. Kapiler Sinusoid:

    • Memiliki lumen berdiameter 30-40 µm, berkelok-kelok.

    • Sirkulasi darah lambat dan dinding sel endothel serta basal lamina tidak kontinyu.

    • Memiliki sel phagocytic tambahan untuk aktivitas fagositosis.

    • Lokasi: sumsum tulang, hati, limpa, organ limfoid.

B. PREKAPILER DAN POSTKAPILER
  • Prekapiler (metarteriol) menghubungkan kapiler dengan arteriol, sedangkan postkapiler (venula) menghubungkan kapiler dengan venula. Keduanya lebih besar dari kapiler dan dilapisi oleh lapisan otot polos yang tidak kontinyu.

IV. STRUKTUR UMUM PEMBULUH DARAH

A. TUNIKA
  1. Tunika Intima (Tunika Interna):

    • Selapis sel endothel di permukaan dalam.

    • Inti terletak pada membran basal yang tipis.

    • Di bawah endothel terdapat lapisan subendothel yang lembut.

  2. Tunika Media:

    • Terdiri dari sel-sel otot polos sirkuler dengan sabut kolagen dan sabut elastis.

    • Dipisahkan dari tunika intima oleh membrana elastika interna.

  3. Tunika Adventitia:

    • Terdiri dari jaringan elastis, kolagen, dan fibroblast.

    • Paling luar bergabung dengan jaringan ikat areolar.

    • Ketiga lapisan ini selalu ada dan proporsinya bervariasi.

B. VASA VASORUM
  • Pembuluh darah dengan diameter lebih dari 1 mm memiliki vasa vasorum yang menyediakan nutrisi melalui jalur difusi, baik dari lumen maupun dari bagian luar dinding.

V. ARTERI

A. KLASIFIKASI ARTERI MENURUT UKURAN
  1. Arteriol

  2. Arteri Kecil dan Sedang (tipe muskuler/distributing arteries)

  3. Arteri Besar (tipe elastis/conducting arteries)

B. STRUKTUR ARTERI KECIL DAN SEDANG
  • Tunika Intima:

    • Sel endothel, basal membran, dan lapisan subendothel dengan sabut elastis serta kolagen.

  • Tunika Media:

    • Lapisan otot polos tebal dengan sedikit kolagen dan elastis.

  • Tunika Adventitia:

    • Terkadang setebal atau lebih tipis dari tunika media, memiliki lapisan jaringan ikat kolagen dan elastis.

C. ANEURISMA
  • Dilatasi dinding arteri disebabkan lemahnya dinding, berhubungan dengan usia dan kondisi medis seperti aterosklerosis, sindrom Marfan, dan Ehlers-Danlos.

VI. ARTERI BESAR

A. CIRI-CIRI
  • Dinding relatif tipis dibandingkan lumen yang besar, dengan komposisi dari:

    • Tunika Intima: Lebih tebal, dengan badan Weibel-Palade yang mengandung glikoprotein faktor Von Willebrand.

    • Tunika Media: Terdiri dari membrana elastis yang disusun konsentris.

    • Tunika Adventitia: Lapisan tipis tanpa membran elastis externa, banyak elastis dan kolagen.

B. KLINIS
  • Penyakit Von Willebrand: Kegagalan adhesi trombosit yang menyebabkan waktu pembekuan darah yang lama.

C. SENSORIK KHUSUS DI ARTERI
  • Sinus Karotikus dan Badan Karotis berfungsi memonitor tekanan darah dan komposisi darah, serta pengelolaan denyut jantung.

VII. VENA

A. STRUKTUR VENA
  • Diameter vena biasanya lebih besar dari arteri, dinding lebih tipis.

B. KLASIFIKASI VENA MENURUT UKURAN
  1. Venula

  2. Vena Kecil dan Sedang

  3. Vena Besar

C. KATUB-KATUB VENA
  • Ditemukan di vena kecil dan vena sedang, terutama di ekstremitas, berfungsi mencegah aliran balik darah akibat gravitasi.

D. VARISES VENA
  • Pelebaran abnormal vena, terkait aging, tonus otot yang berkurang, dan degenerasi dinding pembuluh darah.

VIII. JANTUNG

A. STRUKTUR JANTUNG
  • Jantung adalah organ muskuler yang berkontraksi secara ritmis dan memompa darah dalam sistem sirkulasi.

  • Terdiri dari 4 rongga: atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, ventrikel kiri.

B. DINDING JANTUNG
  1. Endokardium: Melapisi bagian dalam jantung, berbeda dengan lapisan subendothel yang tipis.

  2. Myokardium: Terdiri dari sel-sel otot jantung.

  3. Epikardium: Membran serosa yang melapisi permukaan luar jantung.

C. SISTEM PENGHANTAR RANGSANGAN
  • Terdiri dari SA NODE (pacemaker) dan AV NODE yang berfungsi dalam mengatur kontraksi jantung melalui impuls.

D. KLINIS
  • Penyakit jantung seperti rheumatic fever, penyakit jantung koroner yang diakibatkan oleh aterosklerosis pada pembuluh darah koroner.

IX. RINGKASAN

  • Tabel perbandingan arteri dan vena untuk referensi.

X. PENUTUP
  • Terima kasih.