Catatan Komprehensif Matematika OSN: Barisan dan Deret (Un dan Sn)
Pendahuluan Barisan dan Deret
Konsep dasar dalam Olimpiade Sains Nasional (OSM) matematika melibatkan pemahaman mendalam tentang barisan (sequences) dan deret (series).
Barisan didefinisikan sebagai daftar bilangan yang disusun menurut aturan tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut sebagai suku.
didefinisikan sebagai suku ke- dari suatu barisan.
Deret adalah penjumlahan dari suku-suku dalam suatu barisan.
didefinisikan sebagai jumlah dari suku pertama dalam suatu barisan, secara matematis ditulis sebagai:
Barisan dan Deret Aritmetika
Barisan aritmetika adalah barisan di mana selisih antara dua suku yang berurutan selalu konstan. Selisih ini disebut beda ().
Rumus beda () adalah:
Rumus suku ke- () untuk barisan aritmetika adalah: Di mana:
adalah suku pertama ().
adalah beda antar suku.
adalah posisi suku yang dicari.
Suku tengah () pada barisan aritmetika dengan jumlah suku ganjil dapat dihitung dengan:
Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika. Rumus jumlah suku pertama () adalah: Atau dengan substitusi rumus :
Barisan dan Deret Geometri
Barisan geometri adalah barisan di mana rasio antara dua suku yang berurutan selalu konstan. Rasio ini disimbolkan dengan ().
Rumus rasio () adalah:
Rumus suku ke- () untuk barisan geometri adalah:
Suku tengah () pada barisan geometri dengan jumlah suku ganjil dihitung dengan:
Deret geometri adalah jumlah suku-suku barisan geometri. Rumus jumlah suku pertama () adalah:
Untuk r > 1:
Untuk r < 1:
Deret Geometri Tak Hingga
Deret geometri tak hingga terjadi ketika jumlah suku mendekati tak hingga ().
Deret ini dikatakan konvergen (memiliki limit jumlah) hanya jika -1 < r < 1.
Rumus jumlah deret geometri tak hingga konvergen adalah:
Jika , maka deret tersebut disebut divergen dan jumlahnya tidak terdefinisi (atau mendekati tak hingga).
Hubungan antara dan serta Teknik Lanjutan
Hubungan fundamental antara suku ke- dan jumlah suku adalah: Prinsip ini sangat penting dalam soal OSN untuk mencari pola suku jika rumus jumlahnya diketahui.
Notasi Sigma () sering digunakan untuk menyederhanakan penulisan deret:
Sifat-sifat Notasi Sigma:
(di mana adalah konstanta)
Teknik Telescoping: Merupakan teknik dalam OSN untuk menyederhanakan deret kompleks di mana suku-suku di tengah saling meniadakan. Contoh umum: Hasil akhirnya akan menjadi .
Barisan Multilevel (Pola Bertingkat)
Dalam olimpiade, sering ditemukan barisan aritmetika bertingkat di mana beda antar sukunya membentuk barisan aritmetika lainnya.
Untuk barisan bertingkat dua, rumus umum suku ke- adalah polinomial derajat dua:
Untuk barisan bertingkat tiga, rumus umumnya adalah polinomial derajat tiga:
Metode beda hingga (finite differences) digunakan untuk menentukan nilai koefisien-koefisien tersebut.