2. Konselor Efektif

Definisi Konseling

  • Konseling adalah proses terarah yang melibatkan hubungan antara konselor dan klien untuk membantu klien dalam mengatasi masalah atau mencapai tujuan tertentu.

SKILLS FOR EFFECTIVE COUNSELING

Integrasi Berbasis Iman

Penulis
  • Elisabeth A. Nesbitt Sbanotto, Heather Davediuk Gingrich, Fred C. Gingrich

  • Buku ini adalah Edisi Kesembilan dari "Intentional Interviewing and Counseling: Facilitating Client Development in a Multicultural Society" oleh Allen E. Ivey, Mary Bradford Ivey, dan Carlos P. Zalaquett.

Helping Skills

Buku Referensi

  • "Facilitating Exploration, Insight, and Action" oleh Clara E. Hill (Edisi Kelima).

Konselor Efektif?

Tugas:
  • Pikirkan tiga orang konselor yang baik, catat atribut positifnya, dan diskusikan perbedaan serta kesamaan di kelompok.

  • Lakukan hal yang sama untuk konselor yang tidak baik, mencatat atribut negatifnya.

  • Diskusikan sikap dan perilaku yang dibutuhkan dari seseorang saat kita membutuhkan bantuan.

Counseling as ART and SCIENCE

  • Counseling as ART: Relates to the self-as-instrument element which combines a natural ability and intuition.

  • Counseling as SCIENCE: Involves the use of microskills, formulas, and scripts to effectively engage with clients.

Modal Utama

  • Self Awareness: Menyadari siapa diri Anda adalah instrumen paling penting yang Anda miliki sebagai seorang pembantu.

  • Cultural Awareness: Memahami konteks budaya klien dalam proses konseling.

Self-Awareness

  • Definisi: Kemampuan untuk mengetahui dan memahami diri sendiri di dalam proses konseling (Corey & Corey, 2007).

Elemen Self-Awareness

  • Anda harus terlebih dahulu mengenal diri sendiri sebelum menilai orang lain.

Model Johari

  • Open Self: Informasi tentang Anda yang diketahui oleh Anda dan orang lain.

  • Blind Self: Informasi tentang Anda yang tidak Anda ketahui tetapi diketahui oleh orang lain.

  • Hidden Self: Informasi tentang Anda yang Anda ketahui tetapi orang lain tidak tahu.

  • Unknown Self: Informasi yang tidak diketahui oleh Anda maupun orang lain.

Self Image

  • Memengaruhi identitas, hubungan, dan kesejahteraan mental, membentuk cara Anda berinteraksi dengan dunia.

Self-Reflection

  • Input dari orang lain mengenai:

    • Kekuatan dan kelemahan Anda

    • Pengaruh masa lalu terhadap Anda

    • Motivasi dan nilai-nilai pribadi.

Masa Lampau

  • Mengetahui pola keluarga yang mungkin mengganggu hubungan dengan klien serta menyelesaikan konflik yang belum terselesaikan.

  • Statistik: Diperkirakan hampir 98% Amerika mengalami gejala kodependensi; 50-80% profesional pengasuh tidak menangani isu kodependensi mereka sendiri.

Hasil dari Self-Reflection

  • Masa lalu tidak lagi menjadi lensa yang Anda gunakan untuk melihat dunia namun menjadi alat yang digunakan sesuai kebutuhan.

Motivational Factors

  1. Apa yang menjadikan Anda tertarik pada profesi ini?

  2. Siapa yang memengaruhi Anda untuk memilih profesi ini?

  3. Apa motivasi utama Anda ingin menjadi seorang pembantu?

Kebutuhan dan Motivasi Konselor

  • Berpengaruh dan membalas budi

  • Menolong orang lain dan diri sendiri

  • Dukungan dari orang lain, uang, prestise, kontrol, dan keberagaman.

Values

  • Mencakup prinsip agama/spiritual, uang dan status, peran gender, komposisi keluarga, gaya pengasuhan, kesehatan, dan bakat.

Implikasi Values dalam Konseling

  • Konselor tidak boleh memaksakan nilai-nilai pada klien, tetapi membantu klien:

    • Menentukan apakah mereka hidup sesuai nilai-nilai mereka sendiri.

    • Menilai keyakinan yang mungkin berdampak negatif pada hidup dan hubungan.

Peran Konselor Efektif

  1. Konselor

  2. Konsultan

  3. Guru

  4. Supervisor

  5. Peneliti

Potret Ideal Helper

  • Jujur dengan diri sendiri.

  • Memiliki keinginan untuk belajar hal baru.

  • Cukup keterampilan interpersonal.

  • Tulus perhatian pada klien.

  • Kesabaran dan kemampuan tantangan terhadap klien.

Karakteristik Lanjutan

  • Kemampuan mempertahankan diri sendiri dan hubungan yang bermakna.

  • Memiliki kepekaan terhadap budaya dan spiritualitas.

Traits dari Ideal Helper

  • Suka membantu dan berbelas kasih.

  • Kemampuan emosional dan interpersonal yang baik.

  • Kemampuan mendengarkan dan empati.

Etika dalam Konseling

  • Kesalahan umum:

    • Pelanggaran kerahasiaan, hubungan seksual dengan klien, memberikan layanan diluar kompetensi, dan dual relationship.

Prinsip Etika

  • Di atas segalanya, tidak merugikan.

  • Supervision dan training yang memadai.

  • Konseling yang kompeten melibatkan konsultasi dan rujukan.

Golden Rule dalam Konseling:
  1. Cintai klien seperti dirimu sendiri.

  2. Jangan biarkan mereka mencederai diri sendiri.

  3. Hormati tanggung jawab moral, etis, dan legal.

Kasus 1

Situasi dengan Klien (Sally) dan Terapis (Lucy)
  • Dilema mengenai aborsi yang mengganggu proses konseling dan kenyamanan konselor.

Pertanyaan Refleksi:
  1. Apakah pernyataan konselor membawa manfaat atau beban bagi klien?

  2. Apakah klien dapat membuat pilihan terbaik dengan pandangan konselor?

Kasus 2

Situasi dengan Klien (Ani) dan Konselor (Susan)
  • Ketidakpahaman konselor tentang agama klien dan ketergantungan pada doa.

Pertanyaan Refleksi:
  1. Bagaimana nilai pribadi akan mempengaruhi konseling?

  2. Apakah etik untuk menantang kepercayaan Ana?

  3. Kapan perlu merujuk klien?

Kesimpulan

  • Who you are is a work in progress and growth in counseling emphasizes engagement with the process rather than a predetermined outcome.

  • Pembelajaran yang terus-menerus diperlukan dalam profesi ini untuk mencapai pemahaman dan keterampilan yang lebih dalam.