BPK PENABUR - SMAK 1: Kingdom Fungi Study Notes

BPK PENABUR - SMAK 1: Kingdom Fungi Notes

Kelas: X Semester Genap
Dosen: Reza Maulana A.

Struktur Umum Jamur

  • Tubuh:
    • Umumnya bersel banyak (MULTISELULER).
    • Dinding Sel: Tersusun atas ZAT KITIN.
    • Tidak Memiliki: Organ akar, batang, dan daun, sehingga disebut THALUS.
    • Thalus: Tersusun dari benang-benang halus yang disebut HIFA.
      • Hifa: Bercabang membentuk bangun seperti jaringan yang disebut MISELIUM.

Habitat

  • Lingkungan Hidup:
    • Hidup di tempat LEMBAP, agak asam, kaya zat organik, dan kurang cahaya.

Nutrisi

  • Pigmen Fotosintetik: Tidak memiliki, sehingga bersifat HETEROTROF.
    • Terdapat dua jenis:
    • SAPROFIT: Menguraikan senyawa organik menjadi anorganik.
    • PARASIT: Hidup menumpang pada inang.

Reproduksi

  • Seksual:
    • Terdapat bentuk reproduksi: isogami, anisogami, oogami, gametogami, somatogami.
  • Aseksual:
    • Melalui pembentukan spora, fragmentasi, atau konidium.

Karakteristik Fungi

  • Morfologi:
    • Berdasarkan morfologinya jamur terbagi menjadi:
    • KHAMIR (YEAST)
    • KAPANG (MOLD)
    • CENDAWAN (MUSHROOM).
  • Struktur tubuh jamur dapat berupa uniseluler (misalnya ragi) atau multiseluler.
    • Beberapa memiliki sekat (septa), sementara yang lain tidak (soenositik).

Cara Hidup Fungi

  • Jamur tidak memiliki klorofil, sehingga hidup dengan cara menyerap zat organik dari lingkungan.
    • Tiga jenis cara hidup:
    • Saprofit
    • Parasit
    • Simbiosis Mutualisme (misalnya Mikorhiza dan Lichenes).

Reproduksi Fungi

  • Generatif / Seksual:
    • Menghasilkan spora seksual dalam bentuk Zigospora, Askospora atau Basidiospora.
  • Vegetatif / Aseksual:
    • Melalui tunas atau pembentukan kuncup, dengan spora aseksual yang berupa sporangiospora atau konidiospora.

Klasifikasi Fungi

Zygomycota
  • Reproduksi Aseksual:
    • Membangun sporangiospora.
  • Habitat:
    • Kebanyakan hidup di habitat darat, sebagai saprofit.
  • Hifa:
    • Tidak bersekat (soenositik).
    • Spora: Zigospora adalah bentuk spora seksual yang berdinding tebal.
Contoh Zygomycota
  • Rhizopus stolonifer
  • Mucor mucedo
  • Philobolus sp.
Daur Hidup Zygomycota
  1. Hifa (+) dan hifa (-) saling berdekatan.
  2. Progametangium tumbuh di ujung hifa, berubah menjadi gametangium.
  3. Dinding gametangium pecah, inti (+) dan (-) bergabung menjadi zigospora (2n).
  4. Zigospora tumbuh dengan dinding menebal menjadi sporangium.
  5. Spora haploid dihasilkan dari pembelahan mitosis inti dalam sporangium.
  6. Sporangium masak, dinding pecah, dan spora tersebar.
  7. Spora yang jatuh pada substrat tumbuh menjadi hifa baru.
Ascomycota
  • Reproduksi:
    • Aseksual: konidiospora.
    • Seksual: askospora.
  • Memiliki struktur askus, dapat berupa uniseluler atau multiseluler.
  • Hidup sebagai saprofit dan parasit.
Daur Hidup Ascomycota
  1. Miselium haploid melilit, membentuk askogonium dan anteridium.
  2. Jembatan sitoplasmik terbentuk (trikogin).
  3. Askogonium menghasilkan hifa dikariotik yang disayukan dengan askokarp.
  4. Hifa dikariotik membentuk askus, nukleus membelah meiosis.
  5. Askus mengandung 8 askospora.
  6. Askospora matang, pecah, dan menyebar.
  7. Askospora tumbuh membentuk hifa baru.
Contoh Ascomycota
  • Morcella esculenta
  • Aleuria aurantia
  • Tuber melanosporum
  • Penicillium
  • Aspergillus
  • Saccharomyces
Basidiomycota
  • Reproduksi:
    • Aseksual: dengan konidium.
    • Seksual: membentuk basidiospora.
  • Memiliki miseliumnya bersekat.
  • Hidup sebagai saprofit dan parasit.
Daur Hidup Basidiomycota
  1. Basidiospora tumbuh menjadi hifa bersekat.
  2. Hifa dari strain berbeda bersinggungan, dinding larut; inti sel bergabung (dikariotik).
  3. Miselium dikariotik tumbuh menjadi badan buah seperti nenek moyangnya.
  4. Hifa membentuk basidium; inti diploid membelah reduksi menghasilkan 4 inti haploid.
  5. Inti haploid masuk ke dalam tonjolan, membentuk 4 spora.
Contoh Basidiomycota
  • Dictyophora
  • Trametes versicolor
  • Calvatia
  • Agaricus bisporus
  • Amanita muscaria
  • Flammulina velutipes
  • Pleurotes ostreatus

Deuteromycota

  • Jamur ini bersifat mikroskopis dengan hifa bersekat.
  • Hidup sebagai saprofit atau parasit, menyebabkan berbagai penyakit.
  • Reproduksi:
    • Vegetatif melalui konidia.
  • Disebut Fungi Imperfecti karena reproduksi seksual belum diketahui.
Contoh Deuteromycota
  • Helminthosporium oryzae
  • Sclerotium rolfsii
  • Epidermophyton floocosum
  • Microsporum
  • Tinea versicolor

Simbiosis Fungi

Lichens
  • Lumut kerak terdiri dari jamur dan ganggang dalam simbiosis mutualisme.
  • Jamur: heterotrof, ganggang: autotrof.
    • Jamur mendapatkan makanan dari fotosintesis ganggang.
    • Ganggang mengikat nitrogen, jamur menyediakan air dan mineral.
Bentuk Lichenes
  1. Krustosa: Menempel erat pada kulit batang.
  2. Foliosa: Daun mirip lobus dekat atau yang longgar melekat pada permukaan.
  3. Frutikosa: Menyerupai semak, menempel pada pangkal batang.

Mikoriza

  • Mikoriza adalah simbiosis jamur dengan akar tumbuhan.
  • Berguna bagi kedua organisme dalam hal penyediaan nutrisi.
    • Jamur menerima zat organik, tumbuhan menerima air dan unsur hara.
Tipe Mikoriza
  1. Ektomikoriza: Hifa jamur hanya berada di permukaan akar.
  2. Endomikoriza: Hifa masuk ke jaringan korteks akar.

Peran Fungi

No.Jenis JamurDivisioPeran
1Rhizopus stolonifer/R. oligosporusZygomycotaUntuk membuat tempe
2Aspergillus oryzaeAscomycotaUntuk membuat sake
3Saccharomyces cerevisiaeAscomycotaUntuk membuat tape, minuman beralkohol, dan roti
4Neurospora crassaAscomycotaUntuk pembuatan oncom Bandung, berguna untuk penelitian genetika
5Penicillium notatum/P. chrysogenumAscomycotaPembuatan antibiotik
6Penicillium cambemberti/ P. roquefertiAscomycotaPembuatan keju
7Aspergillus wentii/A. sojaeAscomycotaPembuatan tauco dan kecap
8Claviceps purpureaAscomycotaMenghasilkan zat ergot sebagai anti pendarahan
9Candida utilisAscomycotaMenghasilkan protein sel tunggal
10Volvariella volvaceaBasidiomycotaJamur merang, sebagai makanan
11Auricularia polytricaBasidiomycotaJamur kuping, sebagai makanan
12Aspergillus fumigatusAscomycotaParasit pada paru-paru burung
13Aspergillus flavusAscomycotaMenghasilkan racun aflatoksin
14Amanita phalloidesBasidiomycotaMenghasilkan racun balin
15Ustilago maydisBasidiomycotaParasit pada akar tanaman jagung
16Epidermophyton floocosumDeuteromycotaPenyebab penyakit kaki atlet
17Trycophyton rubrumAscomycotaPenyebab penyakit ringworm pada kulit
18Tinea versicolorDeuteromycotaPenyebab penyakit panu
19Epidermophyton microsporumDeuteromycotaPenyebab penyakit kurap
20Candida albicansAscomycotaPenyebab keputihan
21Fusarium oxysporumAscomycotaPenyebab penyakit layu daun pada tanaman

Kesimpulan

  • Fungi memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai pengurai dan juga dalam industri dan kesehatan manusia.