Kenali Riset Anda: Menemukan Solusi Statistik Terbaik

Profil Pemateri

  • Nama: dr. Nurjannah, MPH, PhD.
  • Afiliasi: Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM/IKK), Fakultas Kedokteran - Universitas Syiah Kuala.
  • Riwayat Pendidikan dan Karier:
    • Staf pengajar Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Unsyiah, dari tahun 20062006 hingga sekarang.
    • MD (Medical Doctor): Fakultas Kedokteran Unsyiah (19971997 - 20042004).
    • MPH (Master of Public Health): University of Sheffield, UK (20072007 - 20092009).
    • PhD: Western Michigan University, USA (20142014 - 20182018).

Pendahuluan: Mengenali Riset

  • Tujuan utama adalah untuk mengenali aspek-aspek kunci dari riset guna menemukan solusi statistik yang paling tepat.
  • Pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh peneliti adalah: "Apa yang harus kita kenali?"

1. Jenis Hipotesis

  • Klasifikasi Hipotesis:

    • Hipotesis Komparatif: Digunakan untuk membandingkan kelompok.
    • Hipotesis Korelatif: Digunakan untuk melihat hubungan atau korelasi antar variabel.
  • Terminologi "Hubungan" (Bahasa Indonesia vs. Inggris):

    • Dalam bahasa Indonesia, kata "Hubungan" sering digunakan secara luas.
    • Dalam bahasa Inggris, istilahnya lebih spesifik: Association, Comparison, Correlation, Relationship, Causation, dan Connection.
  • Parameter Pembeda:

    • Hipotesis korelatif berfokus pada Parameter rr (koefisien korelasi).
    • Hipotesis komparatif berfokus pada "Parameter yang lain" (seperti perbedaan rata-rata atau proporsi).
  • Contoh Penerapan Hipotesis dari Pertanyaan Penelitian:

    • Kasus 1: "Apakah terdapat perbedaan terjadinya kanker paru antara perokok dan bukan perokok?"
      • H0H_0: Tidak terdapat perbedaan terjadinya kanker paru antara perokok dan bukan perokok.
      • Jenis: Hipotesis komparatif.
    • Kasus 2: "Seberapa besar hubungan antara tinggi badan dan ukuran sepatu?"
      • H0H_0: Tidak terdapat hubungan antara tinggi badan dan ukuran sepatu.
      • Jenis: Hipotesis korelatif.
    • Kasus 3: "Apakah terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan jenis pengobatan yang diterima pasien (glibenklamid dan placebo)?"
      • H0H_0: Tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan jenis pengobatan yang diterima pasien.
      • Jenis: Hipotesis komparatif (karena membandingkan efek antar kelompok pengobatan).

2. Skala Pengukuran Variabel

  • Definisi Variabel: Berasal dari kata Vary + able (sesuatu yang dapat bervariasi).

  • Jenis-Jenis Variabel berdasarkan Peran:

    • Variabel Dependent: Disebut juga sebagai Outcome, Akibat, atau variabel terikat.
    • Variabel Independent: Disebut juga sebagai Predictor, Sebab, atau Faktor Risiko.
    • Variabel Confounding: Variabel pengganggu.
  • Pengelompokan Skala Ukur:

    • Skala Kategorik:
      • Nominal: Tingkatan setara (misal: Ya/Tidak, jenis kelamin).
      • Ordinal: Memiliki tingkatan/urutan.
    • Skala Numerik:
      • Interval: Memiliki rentang, namun nol tidak mutlak.
      • Ratio: Memiliki nol mutlak.
    • Tip Praktis: Fokus pada pembagian Kategorik dan Numerik terlebih dahulu untuk memudahkan pemilihan uji statistik.
  • Analisis Variabel pada Contoh Kasus:

    • Kasus Kanker Paru:

      • Variabel Dependent: Kanker paru (Hasil ukur: Ya dan Tidak) \rightarrow Skala Kategorik.
      • Variabel Independent: Merokok (Hasil ukur: Perokok dan Bukan Perokok) \rightarrow Skala Kategorik.
    • Kasus Tinggi Badan dan Sepatu:

      • Variabel Dependent: Ukuran sepatu (Nilai dalam rentang 20204242) \rightarrow Skala Numerik.
      • Variabel Independent: Tinggi badan (Nilai dalam cm\text{cm}) \rightarrow Skala Numerik.
    • Kasus Kadar Gula Darah (KGD):

      • Variabel Dependent: Kadar gula darah (Nilai dalam mg/dl\text{mg/dl}) \rightarrow Skala Numerik.
      • Variabel Independent: Jenis pengobatan (Glibenklamid dan Placebo) \rightarrow Skala Kategorik.

3. Menentukan Pasangan dan Jumlah Kelompok

  • Konsep Berpasangan vs Tidak Berpasangan:
    • Tidak Berpasangan: Data diambil dari subjek yang berbeda di setiap kelompok.
      • Contoh: Membandingkan KGD antara grup glibenklamid dan grup placebo (22 kelompok tidak berpasangan).
    • Berpasangan: Data diambil dari subjek yang sama pada waktu berbeda atau kondisi berbeda.
      • Contoh (22 kelompok): KGD sebelum dan sesudah minum obat.
      • Contoh (33 kelompok): KGD sebelum, 11 jam sesudah, dan 66 jam sesudah minum obat.

4. Uji Parametrik dan Nonparametrik

  • Syarat Uji Parametrik:

    1. Skala pengukuran variabel harus Numerik.
    2. Distribusi data harus Normal.
    3. Varians data harus Sama (homogen):
      • Data 22 kelompok berpasangan: Kesamaan varians bukan syarat.
      • Data 22 kelompok tidak berpasangan: Kesamaan varians bukan syarat mutlak.
      • Data >2> 2 kelompok tidak berpasangan: Kesamaan varians adalah syarat wajib.
  • Menilai Normalitas Data:

    • Metode Deskriptif: Menggunakan Histogram (melihat Bell Curve) dan Box-plot (melihat simetri, median, Q1Q_1, Q3Q_3, serta outliers).
      • Left-Skewed: Ekor miring ke kiri.
      • Symmetric: Normal/Simetris.
      • Right-Skewed: Ekor miring ke kanan.
    • Metode Analitik:
      • Kolmogorov-Smirnoff: Digunakan jika jumlah sampel n>50n > 50.
      • Shapiro-Wilk: Digunakan jika jumlah sampel n50n ≤ 50.
      • Interpretasi: Data dikatakan berdistribusi normal jika p-value>0.05p\text{-value} > 0.05.
  • Menilai Kesamaan Varians:

    • Menggunakan Levene’s test.
    • Interpretasi: Jika p-value>0.05p\text{-value} > 0.05, maka varians data dianggap sama.

Panduan Pemilihan Uji Statistik (Berdasarkan Bagan Andy Field)

  • Jika Outcome Variabel Satu (Numerik/Continuous):

    • Predictor Kategorik (22 kategori, Subjek Berbeda):
      • Parametrik: Independent t-test.
      • Nonparametrik: Mann-Whitney Test.
    • Predictor Kategorik (22 kategori, Subjek Sama):
      • Parametrik: Dependent t-test.
      • Nonparametrik: Wilcoxon Matched-Pairs Test.
    • Predictor Kategorik (>2> 2 kategori, Subjek Berbeda):
      • Parametrik: One Way Independent ANOVA.
      • Nonparametrik: Kruskal-Wallis Test.
    • Predictor Kategorik (>2> 2 kategori, Subjek Sama):
      • Parametrik: One Way Repeated Measures ANOVA.
      • Nonparametrik: Friedman's ANOVA.
    • Predictor Numerik/Continuous:
      • Parametrik: Pearson Correlation atau Regression.
      • Nonparametrik: Spearman Correlation atau Kendall's Tau.
  • Jika Outcome Variabel Satu (Kategorik):

    • Predictor Kategorik: Pearson Chi-Square atau Likelihood Ratio.
    • Predictor Numerik: Logistic Regression atau Biserial/Point-Biserial Correlation.
  • Kasus Kompleks (Banyak Predictor/Outcome):

    • Predictor Kategorik + Numerik \rightarrow Multiple Regression atau ANCOVA.
    • Outcome lebih dari satu \rightarrow MANOVA, Factorial MANOVA, atau MANCOVA.

Aplikasi pada Contoh Kasus

  1. Kanker Paru (Kategorik) vs Merokok (Kategorik):
    • Uji yang sesuai: Pearson Chi-Square atau Likelihood Ratio.
  2. Ukuran Sepatu (Numerik) vs Tinggi Badan (Numerik):
    • Jika normal: Pearson Correlation.
    • Jika tidak normal: Spearman Correlation.
  3. KGD (Numerik) vs Jenis Obat (Kategorik, 22 kelompok):
    • Jika normal: Independent t-test.
    • Jika tidak normal: Mann-Whitney Test.