Kenali Riset Anda: Menemukan Solusi Statistik Terbaik
Profil Pemateri
- Nama: dr. Nurjannah, MPH, PhD.
- Afiliasi: Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat / Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM/IKK), Fakultas Kedokteran - Universitas Syiah Kuala.
- Riwayat Pendidikan dan Karier:
- Staf pengajar Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Unsyiah, dari tahun hingga sekarang.
- MD (Medical Doctor): Fakultas Kedokteran Unsyiah ( - ).
- MPH (Master of Public Health): University of Sheffield, UK ( - ).
- PhD: Western Michigan University, USA ( - ).
Pendahuluan: Mengenali Riset
- Tujuan utama adalah untuk mengenali aspek-aspek kunci dari riset guna menemukan solusi statistik yang paling tepat.
- Pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh peneliti adalah: "Apa yang harus kita kenali?"
1. Jenis Hipotesis
Klasifikasi Hipotesis:
- Hipotesis Komparatif: Digunakan untuk membandingkan kelompok.
- Hipotesis Korelatif: Digunakan untuk melihat hubungan atau korelasi antar variabel.
Terminologi "Hubungan" (Bahasa Indonesia vs. Inggris):
- Dalam bahasa Indonesia, kata "Hubungan" sering digunakan secara luas.
- Dalam bahasa Inggris, istilahnya lebih spesifik: Association, Comparison, Correlation, Relationship, Causation, dan Connection.
Parameter Pembeda:
- Hipotesis korelatif berfokus pada Parameter (koefisien korelasi).
- Hipotesis komparatif berfokus pada "Parameter yang lain" (seperti perbedaan rata-rata atau proporsi).
Contoh Penerapan Hipotesis dari Pertanyaan Penelitian:
- Kasus 1: "Apakah terdapat perbedaan terjadinya kanker paru antara perokok dan bukan perokok?"
- : Tidak terdapat perbedaan terjadinya kanker paru antara perokok dan bukan perokok.
- Jenis: Hipotesis komparatif.
- Kasus 2: "Seberapa besar hubungan antara tinggi badan dan ukuran sepatu?"
- : Tidak terdapat hubungan antara tinggi badan dan ukuran sepatu.
- Jenis: Hipotesis korelatif.
- Kasus 3: "Apakah terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan jenis pengobatan yang diterima pasien (glibenklamid dan placebo)?"
- : Tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan jenis pengobatan yang diterima pasien.
- Jenis: Hipotesis komparatif (karena membandingkan efek antar kelompok pengobatan).
- Kasus 1: "Apakah terdapat perbedaan terjadinya kanker paru antara perokok dan bukan perokok?"
2. Skala Pengukuran Variabel
Definisi Variabel: Berasal dari kata Vary + able (sesuatu yang dapat bervariasi).
Jenis-Jenis Variabel berdasarkan Peran:
- Variabel Dependent: Disebut juga sebagai Outcome, Akibat, atau variabel terikat.
- Variabel Independent: Disebut juga sebagai Predictor, Sebab, atau Faktor Risiko.
- Variabel Confounding: Variabel pengganggu.
Pengelompokan Skala Ukur:
- Skala Kategorik:
- Nominal: Tingkatan setara (misal: Ya/Tidak, jenis kelamin).
- Ordinal: Memiliki tingkatan/urutan.
- Skala Numerik:
- Interval: Memiliki rentang, namun nol tidak mutlak.
- Ratio: Memiliki nol mutlak.
- Tip Praktis: Fokus pada pembagian Kategorik dan Numerik terlebih dahulu untuk memudahkan pemilihan uji statistik.
- Skala Kategorik:
Analisis Variabel pada Contoh Kasus:
Kasus Kanker Paru:
- Variabel Dependent: Kanker paru (Hasil ukur: Ya dan Tidak) Skala Kategorik.
- Variabel Independent: Merokok (Hasil ukur: Perokok dan Bukan Perokok) Skala Kategorik.
Kasus Tinggi Badan dan Sepatu:
- Variabel Dependent: Ukuran sepatu (Nilai dalam rentang – ) Skala Numerik.
- Variabel Independent: Tinggi badan (Nilai dalam ) Skala Numerik.
Kasus Kadar Gula Darah (KGD):
- Variabel Dependent: Kadar gula darah (Nilai dalam ) Skala Numerik.
- Variabel Independent: Jenis pengobatan (Glibenklamid dan Placebo) Skala Kategorik.
3. Menentukan Pasangan dan Jumlah Kelompok
- Konsep Berpasangan vs Tidak Berpasangan:
- Tidak Berpasangan: Data diambil dari subjek yang berbeda di setiap kelompok.
- Contoh: Membandingkan KGD antara grup glibenklamid dan grup placebo ( kelompok tidak berpasangan).
- Berpasangan: Data diambil dari subjek yang sama pada waktu berbeda atau kondisi berbeda.
- Contoh ( kelompok): KGD sebelum dan sesudah minum obat.
- Contoh ( kelompok): KGD sebelum, jam sesudah, dan jam sesudah minum obat.
- Tidak Berpasangan: Data diambil dari subjek yang berbeda di setiap kelompok.
4. Uji Parametrik dan Nonparametrik
Syarat Uji Parametrik:
- Skala pengukuran variabel harus Numerik.
- Distribusi data harus Normal.
- Varians data harus Sama (homogen):
- Data kelompok berpasangan: Kesamaan varians bukan syarat.
- Data kelompok tidak berpasangan: Kesamaan varians bukan syarat mutlak.
- Data kelompok tidak berpasangan: Kesamaan varians adalah syarat wajib.
Menilai Normalitas Data:
- Metode Deskriptif: Menggunakan Histogram (melihat Bell Curve) dan Box-plot (melihat simetri, median, , , serta outliers).
- Left-Skewed: Ekor miring ke kiri.
- Symmetric: Normal/Simetris.
- Right-Skewed: Ekor miring ke kanan.
- Metode Analitik:
- Kolmogorov-Smirnoff: Digunakan jika jumlah sampel .
- Shapiro-Wilk: Digunakan jika jumlah sampel .
- Interpretasi: Data dikatakan berdistribusi normal jika .
- Metode Deskriptif: Menggunakan Histogram (melihat Bell Curve) dan Box-plot (melihat simetri, median, , , serta outliers).
Menilai Kesamaan Varians:
- Menggunakan Levene’s test.
- Interpretasi: Jika , maka varians data dianggap sama.
Panduan Pemilihan Uji Statistik (Berdasarkan Bagan Andy Field)
Jika Outcome Variabel Satu (Numerik/Continuous):
- Predictor Kategorik ( kategori, Subjek Berbeda):
- Parametrik: Independent t-test.
- Nonparametrik: Mann-Whitney Test.
- Predictor Kategorik ( kategori, Subjek Sama):
- Parametrik: Dependent t-test.
- Nonparametrik: Wilcoxon Matched-Pairs Test.
- Predictor Kategorik ( kategori, Subjek Berbeda):
- Parametrik: One Way Independent ANOVA.
- Nonparametrik: Kruskal-Wallis Test.
- Predictor Kategorik ( kategori, Subjek Sama):
- Parametrik: One Way Repeated Measures ANOVA.
- Nonparametrik: Friedman's ANOVA.
- Predictor Numerik/Continuous:
- Parametrik: Pearson Correlation atau Regression.
- Nonparametrik: Spearman Correlation atau Kendall's Tau.
- Predictor Kategorik ( kategori, Subjek Berbeda):
Jika Outcome Variabel Satu (Kategorik):
- Predictor Kategorik: Pearson Chi-Square atau Likelihood Ratio.
- Predictor Numerik: Logistic Regression atau Biserial/Point-Biserial Correlation.
Kasus Kompleks (Banyak Predictor/Outcome):
- Predictor Kategorik + Numerik Multiple Regression atau ANCOVA.
- Outcome lebih dari satu MANOVA, Factorial MANOVA, atau MANCOVA.
Aplikasi pada Contoh Kasus
- Kanker Paru (Kategorik) vs Merokok (Kategorik):
- Uji yang sesuai: Pearson Chi-Square atau Likelihood Ratio.
- Ukuran Sepatu (Numerik) vs Tinggi Badan (Numerik):
- Jika normal: Pearson Correlation.
- Jika tidak normal: Spearman Correlation.
- KGD (Numerik) vs Jenis Obat (Kategorik, kelompok):
- Jika normal: Independent t-test.
- Jika tidak normal: Mann-Whitney Test.