Pelatihan Dasar CPNS – Wawasan Kebangsaan, Bela Negara & SANKRI
BAB I – Pendahuluan
- Latar belakang
• Tujuan nasional: .
• ASN harus profesional, bebas KKN, netral politik, perekat persatuan berdasarkan Pancasila & UUD 1945.
• Kepentingan bangsa & negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi/golongan.
• 3 langkah konkrit:
– Memantapkan wawasan kebangsaan.
– Menumbuhkembangkan kesadaran bela negara.
– Mengimplementasikan Sistem Administrasi NKRI (SANKRI). - Deskripsi & Manfaat Modul
• Materi: wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, SANKRI.
• Manfaat: meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku CPNS. - Tujuan & Indikator
• Kompetensi dasar: memahami 3 pokok materi di atas.
• Indikator keberhasilan: (a) wawasan kebangsaan mantap, (b) kesadaran bela negara tumbuh, (c) implementasi SANKRI.
BAB II – Wawasan Kebangsaan
1 Sejarah Pergerakan Kebangsaan
- Founding fathers mendahulukan kepentingan bersama; lahir 4 konsensus dasar + Bendera, Bahasa, Lambang, Lagu.
- Tonggak sejarah
• 20 Mei 1908 – Boedi Oetomo → Kebangkitan Nasional.
– Rapat mahasiswa STOVIA (Soetomo, dsb).
– Koran Bataviasch Nieuwsblad mengumumkan pendirian.
– Cepat berkembang (1.200 → anggota).
• Organisasi mahasiswa di Belanda: Indische Vereeniging → Perhimpunan Indonesia (1925).
– Strategi: solidaritas, swadaya, non-kooperasi, internasionalisasi perjuangan.
• 28 Oktober 1928 – Kongres Pemuda II, lahir Sumpah Pemuda.
– Tiga ikrar (tumpah darah, bangsa, bahasa).
– Bahasa Melayu diusulkan → disepakati sebagai Bahasa Indonesia.
– Pertama kali lagu “Indonesia” (Indonesia Raya) diperdengarkan instrumental.
• 17 Agustus 1945 – Proklamasi Kemerdekaan.
– Dinamika Rengasdengklok, penyusunan teks proklamasi di rumah Maeda.
– Penandatangan cukup Soekarno–Hatta atas nama rakyat.
• 18 Agustus 1945 – Sidang PPKI: sahkan UUD 1945, hapus 7 kata Piagam Jakarta (soal syariat). - Empat konsensus dasar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.
2 Definisi Wawasan Kebangsaan
- Cara pandang bangsa dalam mengelola kehidupan bernegara berdasar Pancasila, UUD, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika untuk mewujudkan masyarakat aman, adil, makmur.
3 Rinci 4 Konsensus Dasar
- Pancasila
• Akar nilai-nilai religius & kebudayaan Nusantara (menhir, punden, dst).
• Landasan filosofis (philosofische grondslag), leitstar & pemersatu. - UUD 1945
• Dirancang BPUPKI 29 Mei–16 Juli 1945, disempurnakan PPKI 18 Agustus 1945.
• Menegakkan konstitusionalisme negara hukum (rechtstaat). - Bhinneka Tunggal Ika
• Asal: Kakawin Sutasoma (Mpu Tantular), semangat toleransi Siwa–Buddha.
• Resmi semboyan NKRI via PP No. 66/1951.
• Makna: berbeda-beda tetap satu (suku, agama, bahasa, adat). - NKRI
• Lahir 17 Agustus 1945; dilengkapi PPKI (presiden, UUD, tujuan).
• Tujuan: melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan, ikut ketertiban dunia.
4 Simbol Negara
- Bendera: Sang Merah Putih; rasio ; Pusaka dikibarkan 17 Agustus 1945 & disimpan di Monas.
- Bahasa: Bahasa Indonesia (sumber Sumpah Pemuda 1928); fungsi: jati diri, pemersatu, komunikasi nasional, ilmu, media massa.
- Lambang: Garuda Pancasila; kepala menoleh kanan; bulu sayap 17, ekor 8, pangkal ekor 19, leher 45 (17-08-1945).
- Lagu Kebangsaan: Indonesia Raya (WR Soepratman).
5 Evaluasi (soal latihan)
1 Urgensi ASN berwawasan kebangsaan?
2 Uraikan sejarah pergerakan kebangsaan.
3 Relevansi 4 konsensus bagi profesionalitas ASN.
BAB III – Nilai-Nilai Bela Negara
1 Sejarah Bela Negara
- Agresi Militer II Belanda (19 Des 1948 “Operasi Kraai”) kuasai Yogyakarta.
- Sjahrir, golongan muda desak proklamasi ulang; Soedirman keluarkan Perintah Kilat No. 1.
- PDRI (22 Des 1948–13 Jul 1949) dipimpin Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi.
- Roem–Royen → pengembalian mandat; akhirnya 19 Des ditetapkan Hari Bela Negara (Keppres 2006).
2 Definisi Ancaman & Kewaspadaan Dini
- Ancaman: kondisi/tindakan berpotensi membahayakan kedaulatan, keutuhan, keselamatan; fisik/non-fisik, internal/eksternal.
- Sinergi lintas sektor (contoh: BNPB memimpin bencana).
- Kewaspadaan dini: deteksi & lapor cepat ; analog SKD-KLB di kesehatan.
3 Pengertian Bela Negara
- Tekad, sikap, perilaku warga menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa; dijiwai cinta NKRI berdasarkan Pancasila & UUD 1945.
- Landasan teoritis: kontrak sosial; negara & warga saling membutuhkan.
4 Nilai Dasar Bela Negara (UU 23/2019 Pasal 7(3))
- Cinta tanah air.
- Sadar berbangsa & bernegara.
- Setia pada Pancasila.
- Rela berkorban.
- Kemampuan awal bela negara (kecakapan fisik-mental-intelektual).
Indikator Praktis (contoh inti)
| Nilai | Indikator Utama |
|---|---|
| Cinta tanah air | Bangga produk Indonesia, menjaga wilayah, jiwa patriot. |
| Sadar berbangsa | Ikut pemilu, taat hukum, partisipasi organisasi. |
| Setia Pancasila | Paham & mengamalkan sila, lingkungan nondiskriminatif. |
| Rela berkorban | Layanan publik berkualitas, membantu sesama. |
| Kemampuan awal | Sehat jasmani-rohani, kompeten, gemar olahraga. |
5 Pembinaan & Aktualisasi bagi ASN
- Lingkup: pendidikan, masyarakat, pekerjaan.
- ASN contoh perilaku: netralitas, profesional, layanan cepat, mendukung produk lokal, pelopor kepatuhan hukum, agen nilai Pancasila, menjaga kesehatan.
6 Evaluasi
1 Relevansi nilai bela negara saat ini?
2 Ancaman paling mungkin terhadap NKRI?
BAB IV – Sistem Administrasi NKRI (SANKRI)
1 Perspektif Sejarah Administrasi
- Hindia Belanda (1816–1905): sentralistik → percobaan desentralisasi (locale raden).
- Jepang (1942): struktur Syuu, Ken, Gun, Ku; kekhususan Kooti (Yogya, Solo).
- 1945–1950: masa darurat; Komite Nasional bantu Presiden; kabinet presidensial ↔ parlementer; agresi Belanda.
- RIS 1949 (federal, KRIS) → UUDS 1950 (kesatuan, parlementer).
- 1959 Dekrit kembali ke UUD 1945; Demokrasi Terpimpin; Orde Baru menekankan pelaksanaan murni & konsekuen.
2 Makna Kesatuan dalam Penyelenggaraan Negara
- Akar historis: Sumpah Palapa (Gajah Mada), Bhinneka Tunggal Ika (Sutasoma).
- Modern: Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi, Deklarasi Juanda 1957 → Wawasan Nusantara; diakui UNCLOS 1982.
- Kesatuan psikologis, politis, geografis, dan visi pembangunan (RPJP/RPJM) → sinergi pusat-daerah, pemerintah–swasta–ormas.
3 Bentuk Negara Menurut UUD 1945
- Pasal 1: negara kesatuan berbentuk republik.
- Desentralisasi administrasi federalisme; provinsi → kab/kota → desa.
4 Prinsip Persatuan & Nasionalisme
- Bhineka Tunggal Ika; Nasionalisme inklusif; Kebebasan bertanggungjawab; Wawasan Nusantara; Pembangunan berkeadilan.
- Hindari: sukuisme, chauvinisme, ekstremisme, provinsialisme.
5 Patriotisme (ciri & implementasi)
- Ciri: cinta tanah air, rela berkorban, utamakan persatuan, inovatif, pantang menyerah.
- Praktik: keluarga (nonton film perjuangan), sekolah (upacara), masyarakat (gotong royong), bangsa (dukung produk lokal, supremasi hukum).
6 Kebijakan Publik & Administrasi Pemerintahan (UU 30/2014)
- Produk hukum: Keputusan &/atau Tindakan Administrasi.
- Pejabat berhak diskresi (atasi kekosongan/ketidakjelasan aturan).
- Azas: kepastian hukum, kemanfaatan, ketidakberpihakan, kecermatan, tidak menyalahgunakan wewenang, keterbukaan, kepentingan umum, pelayanan baik.
7 Landasan Idiil & Konstitusional
- Pancasila = sumber dari segala sumber hukum (UU 12/2011).
- Pembukaan UUD 1945: 4 alinea → asas persatuan, visi NKRI, pernyataan kemerdekaan, tujuan negara & Pancasila.
- Batang Tubuh UUD 1945 + Tap MPR VI/2001 → etika kehidupan berbangsa.
8 Peran ASN (UU 5/2014)
- Tugas: (1) melaksanakan kebijakan publik, (2) pelayanan profesional, (3) perekat NKRI.
- Fungsi: pelaksana tugas pemerintahan & pembangunan (bangsa & sosial-ekonomi).
- Prinsip kerja: profesional, netral, bersih KKN, akuntabel, inovatif.
9 Evaluasi (soal latihan)
1 Kedudukan Pancasila dalam penyelenggaraan negara.
2 Kedudukan UUD 1945.
3 Nilai Pembukaan UUD 1945.
4 Peran batang tubuh UUD 1945.
5 Peran ASN dalam persatuan bangsa.
BAB VIII – Penutup
- Simbol negara (bendera, bahasa, lambang, lagu) = identitas, pemersatu, manifestasi budaya & kehormatan NKRI; diatur UU 24/2009.
- Peraturan perundang-undangan = pedoman perilaku wajib; hierarki & prosedur pembentukan (UU 12/2011), tindakan administrasi (UU 30/2014).
- Kerukunan (keluarga, agama, masyarakat, budaya) jadi fondasi stabilitas; toleransi kunci cegah konflik.
- Komitmen pribadi menjamin masyarakat rukun, damai, maju.
Lampiran A – Daftar Referensi Terpilih
- Buku: Imran dkk (PDRI 2003), Hatta (2011), Subagyo (2015), dst.
- Peraturan: UUD 1945, UU 24/2009, UU 12/2011, UU 30/2014, UU 5/2014, UU 23/2019, Permenkes 949/2004, Permendagri 46/2019.
Lampiran B – Ringkasan Angka & Fakta Penting
- Rasio bendera: (lebar : panjang).
- Bulu Garuda: .
- Tanggal-tanggal historis: Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi, Hari Bela Negara.
- Nilai dasar bela negara: butir (cinta tanah air dst).