Catatan tentang Protein sebagai Target Obat

Target Protein dalam Obat

Sebagian besar obat dalam kedokteran menargetkan protein seperti reseptor, enzim, dan protein transport. Pemahaman tentang struktur protein sangat penting untuk memahami aksi obat. Protein memiliki empat tingkat struktur: primer, sekunder, tersier, dan kuarterner.

Struktur Sekunder

Struktur sekunder protein terdiri dari tiga struktur utama: α-heliks, β-sheet, dan β-turn. Interaksi hidrogen sangat penting dalam pembentukan struktur ini, yang dapat memengaruhi stabilitas protein.

Struktur Tersier

Struktur tersier melibatkan area permukaan yang dapat diakses oleh pelarut (SASA) dan peran ikatan seperti ikatan kovalen (contoh: ikatan disulfida) dan ikatan ionik dalam stabilitas protein. Proteins yang memiliki lebih dari satu subunit memiliki struktur kuarterner, contohnya hemoglobin.

Jenis Protein Target Obat

  1. Protein Struktur: Membentuk kerangka tubuh; contohnya kolagen dan keratin.

  2. Protein Transport: Memindahkan bahan kimia penting melintasi membran sel; seperti neurotransmitter.

  3. Enzim dan Reseptor: Enzim bertindak sebagai katalisator dalam reaksi biokimia. Interaksi dengan substrat diaktifkan melalui situs aktif enzim, yang sering melibatkan media seperti ion logam (ko-faktor) dan interaksi non-kovalen.

Interaksi Protein

Interaksi protein-protein sangat penting dalam biokimia, contohnya untuk menemukan agen antivirus yang mengganggu interaksi dalam virus. Inhibitor allosterik dapat memodifikasi situs aktif enzim untuk mengurangi atau mencegah pengikatan substrat.