Chapter 9-Leon Krier
IX Chapter
The Architectural Tuning of Settlements
Menariknya, banyak "kota ideal" seperti Palmanova, Salines-de-Chaux, dan lain-lain, seringkali bisa membosankan.
Desain dan bahan yang baik tidak cukup untuk menciptakan kota yang indah. Keindahan kota berasal dari hubungan fasilitas yang harmonis, bentuk kota, denah jalan, garis langit, dan posisi geografis.
Penataan ruang publik dan swasta di berbagai masyarakat memerlukan visi kolektif untuk menciptakan ruang publik yang estetik.
Pertanyaan yang diajukan: "Apa saja elemen arsitektur dan urban yang esensial untuk menciptakan kota yang indah?"
Page 2
The Architecture of Community
Page 3
The Architectural Tuning of Settlements
Sprawl perkotaan sering kali tidak memiliki keindahan dan struktur yang harmonis.
Desain kota tradisional membantu menciptakan organisasi sosial yang bermakna.
New Urbanism mencerminkan keberhasilan pribadi namun belum menguasai "tuning arsitektural".
Page 4
Architecture and Community Growth
Arsitektur dapat tumble antara pertumbuhan yang lambat hingga super cepat.
Pentingnya arsitektur yang teratur untuk perkembangan yang berkelanjutan.
Page 5
Challenges of Suburbanism
Suburbanisme memisahkan kompleksitas, menghasilkan keindahan yang menurun.
Sekitar penggunaan sumber energi lokal akan kembali ke pola pemukiman tradisional.
Tantangan terjadi ketika merancang arsitektur yang sesuai dengan kinerja masyarakat.
Page 6
The Pedestrian City
Konsep kota pejalan kaki vs. kota yang bergantung pada kendaraan.
Kualitas hidup berkurang dalam sistem yang berfokus pada kemudahan berkendara.
Page 7
Functional Zoning and its Discontents
Fasilitas zonasi fungsional mengarah pada pemborosan ruang, waktu, dan energi.
Kota tradisional dibangun berdasarkan komunitas pejalan kaki yang terintegrasi.
Page 8
Over-Development
Pengembangan berlebihan dan kepadatan menghasilkan struktur yang tidak sesuai dengan kekayaan manusia.
Kontraksi komunitas berkualitas memerlukan kepedulian terhadap tata ruang.
Page 9
Urban Isolation
Kemiskinan estetik dan isolasi aktivitas kota modern.
Penggambaran bangunan utilitarian yang tidak menyentuh aspek kemanusiaan.
Page 10
Scale in Architecture
Kontras antara ukuran monumental dan scale vernacular dalam arsitektur.
Page 11
Human Dimensions
Pentingnya skala manusia dalam desain: "Skala domestik" vs. "skala monumental".
Page 12
Example: Piazza Matteotti, Modena
Page 13
Size and Expression in Architectural Theory
Hubungan ukuran dan ekspresi dalam arsitektur antara bangunan cottage dan palace.
Page 14
Geometries of Urban Networks
Kombinasi antara geometris vernacular dan klasik dalam arsitektur.
Page 15
Vernacular vs. Classical in Architecture
Mengintegrasikan variabel vernacular dan klasik dalam plan urban.
Page 16
Tuning of Urban Networks
Circulation-networks menggunakan arsitektur vernacular dan klasik.
Page 17
Understanding Architectural Tuning
Memahami tuning arsitektural melalui kombinasi urban yang beragam.
Page 18
Qualitative Assessment of Urbanism
Kualitas dan tidak sepadan antara arsitektur dan urbanisme.
Page 19
Climate and Geography in Architecture
Faktor iklim dan geografi dalam pemilihan arsitektur yang tepat.
Page 20
Urbanism Taxonomies
Klasifikasi arsitektur yang berbeda sesuai dengan pola permukiman.
Page 21
Visita Historic Places
Pengalaman mengunjungi tempat bersejarah sebagai cara untuk menilai kualitas arsitektur.
Page 22
Architectural Interaction
Page 23
Architectural Mix
Page 24
Future Planning
Page 25
Conclusion: The Complexities of Urbanism
Pemilihan proporsi yang tepat dalam tunning vernacular dan classical untuk menciptakan kota yang indah.
Page 26
Tuning Urban Composition
Harmoni antara arsitektur vernacular dan klasik menciptakan keseimbangan.
Page 27
Human Powers and Aesthetics
Pertumbuhan energi manusia melalui teknologi tanpa menambah keadilan estetis.
Page 28
Necessity of Mixed Use
Pentingnya penggunaan campuran di dalam arsitektur modular untuk menciptakan kota yang berfungsi.
Page 29
Functional Variety in Architecture
Dampak variasi fungsional dan estetika pada desain perkotaan.
Page 30
Page 31
Practical Experience in Classical Art
Menggunakan pengalaman praktis untuk memahami tuning dalam arsitektur.
Page 32
Animation in Townscape
Meningkatkan atmosfer kota melalui fasad yang dinamis dan aksesibilitas.
Page 33
Classical vs. Modern Monumentality
Perbedaan antara keagungan model-model vernacular dan modern dalam arsitektur.
Page 34
Beauty and Urban Life
Keindahan struktur berpotensi menciptakan daya tarik tetapi juga bisa menarik kerusakan.
Page 35
Risks of Urban Success
Keterkaitan antara kesuksesan urban dan kemungkinan risiko yang muncul.
Page 36
Artistic Reflection
Menggambarkan representasi melalui seni, seperti gambar dari Carl Lubin.