Teks LHO
Study Guide: Teks Laporan Hasil Observasi
I. Pengantar Teks Laporan Hasil Observasi
Definisi dan Tujuan
Definisi: Teks yang melaporkan hasil pengamatan (observasi).
Tujuan: Menjelaskan informasi seputar objek dari pengamatan.
Ciri-ciri
Bersifat ilmiah.
Berdasarkan hasil observasi dan data.
Banyak menggunakan istilah (teknis).
Mengenai suatu objek.
Tersusun rapi dan sistematis.
II. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Bagian-bagian Struktur
Judul: Menggambarkan isi teks.
Deskripsi Umum: Memaparkan gambaran umum tentang objek.
Berisi definisi, kelas/kelompok, nama Latin, dan asal-usul.
Deskripsi Bagian: Memaparkan perincian lebih lanjut dari deskripsi umum.
Deskripsi Manfaat: Bagian akhir teks yang berisi manfaat atau simpulan.
Simpulan dan deskripsi manfaat bisa dipisah atau dijadikan satu.
III. Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
Jenis Kata
Kata Benda Objek: Kata benda objek yang dilaporkan/diamati.
Contoh: burung merpati, pohon mangga, ikan koi.
Kata Sifat: Kata yang digunakan untuk mendeskripsikan objek atau menjelaskan objek.
Contoh: unik, cepat, ramping.
Kata Teknis: Kata atau istilah yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu dalam bidang tertentu (kata-kata sulit).
Contoh: metamorfosis, fotosintesis, binokular.
Kata Baku: Kata yang digunakan sesuai dengan aturan bahasa Indonesia yang benar (mengacu pada KBBI).
Contoh: aktivitas, kualitas, menganalisis.
Jenis Kalimat
Kalimat Definisi: Kalimat yang menjelaskan arti atau pengertian dari suatu istilah objek.
Contoh:
Ular adalah sejenis reptil.
Mamalia merupakan sekelompok hewan yang bereproduksi dengan cara melahirkan.
Kalimat Klasifikasi: Kalimat yang berisi pengelompokan berdasarkan ciri-ciri atau sifat tertentu.
Contoh:
Protein dikelompokkan menjadi 2, yaitu protein hewani dan nabati.
Sampah dibagi menjadi sampah organik, anorganik, berdasarkan sifatnya.
Konjungsi dan Kata Lainnya
Kata Kerja Penggolongan: Kata kerja yang digunakan untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan ciri, sifat, atau jenis tertentu.
Contoh: tergolong, termasuk, diklasifikasikan.
Konjungsi (Kata Hubung):
Penambahan: Menambahkan informasi (contoh: dan, serta, juga).
Kausalitas: Menyatakan hubungan sebab-akibat (contoh: karena, sehingga, akibatnya).
Kronologis: Menunjukkan urutan waktu atau proses (contoh: ketika, setelah, kemudian, selanjutnya).
Penjelas: Memberi penegasan atau contoh (contoh: yaitu, yakni, misalnya).
Kata Perujukan: Kata yang digunakan untuk merujuk atau mengacu pada informasi lain dalam teks.
Contoh: tersebut, ini, itu.