Penyakit Katup Jantung + Endokarditis Infeksiosa_dr Budi Arief

PENYAKIT KATUB JANTUNG

Struktur Jantung

  • Jantung terdiri atas 4 katup utama:

    • Katup Trikuspid

    • Katup Bikuspid (Mitral)

    • Katup Aorta

    • Katup Pulmonal

Pendahuluan

  1. Jantung terdiri atas 4 katup yang menghubungkan ruang jantung.

  2. Katup yang terserang penyakit dapat menimbulkan dua jenis gangguan fungsional:
    A. Regurgitasi katup → Daun katup tidak dapat menutup dengan rapat sehingga darah dapat mengalir balik; juga dikenal sebagai insufisiensi katup atau inkompetensi katup.
    B. Stenosis katup → Lubang katup (orificium) mengalami penyempitan sehingga aliran darah mengalami hambatan.

  3. Insufisiensi dan stenosis dapat terjadi bersamaan pada satu katup, dikenal sebagai lesi campuran.

  4. Dapat mengenai beberapa katup jantung secara bersamaan.

Penyebab Penyakit Katup Jantung

  1. Penyebab paling sering adalah demam reuma.

  2. Kelainan katup jantung merupakan hal yang banyak ditemukan dan dapat mempengaruhi kondisi hemodinamik, anatomi, dan fungsional.

  3. Kelainan terbanyak terdapat pada katup mitral (70%) dan katup aorta (25%).

  4. Kelainan pada katup trikuspid dan pulmonal umumnya sangat jarang dan tidak berdiri sendiri; sering bersifat sekunder akibat gangguan pada katup sisi kiri atau peningkatan tekanan pulmonal.

Jenis Penyakit Katub

  • STENOSIS MITRAL

  • REGURGITASI MITRAL

  • STENOSIS AORTA

  • REGURGITASI AORTA

Stenosis Mitral

  • Definisi: Stenosis mitral adalah suatu penyempitan jalan aliran darah ke ventrikel → katup mitral tidak membuka sempurna.

Etiologi Stenosis Mitral
  • Stenosis mitral dibagi atas rematik (> 90%) dan non-rematik.

  • Umumnya, demam reuma akut terjadi pada masa anak-anak setelah melalui masa yang cukup lama (rata-rata 19 tahun), kemudian timbul awal keluhan dari mitral stenosis pada saat usia dewasa.

  • Sebab lain: mitral stenosis kongenital, lupus eritematosus sistemik (SLE), artritis reumatoid (RA), atrial myxoma, dan endokarditis bakterial.

Komplikasi Mitral Stenosis

  • Patofisiologi:

    • Mitral stenosis murni terdapat pada sekitar 40% dari penderita penyakit jantung reumatik. Terdapat periode laten antara 10-20 tahun atau lebih.

    • Penyempitan dari katup mitral menyebabkan perubahan pada peredaran darah, terutama di atas katup (sebelum lewat katub).

    • Ventrikel kiri yang berada di bawah katup tidak banyak mengalami perubahan kecuali pada mitral stenosis yang berat.

Belum Terlihat Perubahan pada Ventrikel Kiri
  • Meningkatkan LVEDP (Left Ventricular End-Diastolic Pressure) dan meningkatkan gradien katup mitral.

  • Shortened diastole (tachycardia) menyebabkan kehilangan sinkroni AV (Atrioventricular) + aritmia atrium (AF, heart block).

  • Meningkatkan aliran venous pulmonal, peningkatan tekanan atrium kiri menyebabkan kongesti pulmonal.

  • Meningkatkan tekanan venous pulmonal, menyebabkan hipertensi pulmonalis.

Gejala Klinis Mitral Stenosis

  • Anamnesis:

    • Sesak napas (dispnea) berhubungan dengan adanya kongesti vena dalam paru.

    • Ortopnea dan Paroxismal Nocturnal Dyspnea (PND) menyebabkan kongesti vena paru saat pasien berada dalam posisi tidur.

    • Hemoptisis akibat refleksi hipertensi vena pulmonal ke bronchial.

    • Palpitasi bisa muncul jika stenosis mitral sudah disertai adanya fibrilasi atrium.

    • Nyeri dada bisa terkait dengan iskemia miokard.

Pemeriksaan Fisik

  • Sianosis perifer dan fasial.

  • Distensi vena jugular (JVP meningkat); distress pernafasan menandakan adanya edema paru.

  • Tanda-tanda gagal jantung kanan pada mitral stenosis berat meliputi ascites, hepatomegali, dan edema perifer.

Diagnosis Stenosis mitral

  • Foto Dada: Proyeksi P–A (postero-anterior) menunjukkan konus pulmonalis menonjol, pinggang jantung hilang.

  • EKG: menunjukkan irama sinus dan tanda-tanda AAKi (atrium kiri) serta tanda-tanda RVH (Right Ventricle Hypertrophy).

Pengobatan

Pengobatan Medikamentosa
  • Profilaksis terhadap SBE (Subacute Bacterial Endocarditis).

  • Kontrol respon ventrikel pada atrium fibrilasi.

  • Antikoagulan untuk mencegah terjadinya thrombo emboli.

  • Mengatasi gagal jantung kongestif (misalnya diuretika).

Pengobatan Operatif
  • Operasi jantung tertutup yaitu percutaneus transluminal mitral commissurotomy (PTMC).

  • Operasi jantung terbuka yaitu mitral valve replacement (MVR).

REGURGITASI MITRAL

Definisi

  • Regurgitasi katup mitral (Inkompetensia Mitral, Insufisiensi Mitral) adalah kebocoran aliran balik melalui katup mitral setiap kali ventrikel kiri berkontraksi (sistol).

  • Dapat terjadi secara akut atau kronis.

Etiologi

  • Demam rematik: penyebab utama dari regurgitasi katup mitral; lebih umum di negara dengan sistem kesehatan preventif yang kurang berkembang.

  • Di Amerika Utara dan Eropa Barat, penyebab yang lebih umum seperti infark miokard yang dapat merusak struktur penyangga (corda tendinea) dari katup.

  • Penyebab umum lainnya adalah degenerasi miksomatous, endokarditis, penyakit jantung bawaan, atau proses kalsifikasi pada cincin katup mitral dan dilatasi ventrikel kiri.

Patofisiologi

  • Saat ventrikel kiri memompa darah, sebagian darah kembali ke dalam atrium kiri, menyebabkan peningkatan volume dan tekanan di atrium kiri.

  • Terjadinya peningkatan tekanan dalam pembuluh dari paru-paru, menyebabkan penimbunan cairan (kongesti dalam paru-paru).

Jenis Regurgitasi Mitral

  1. Normal leaflet motion

  2. Excessive leaflet motion

  3. Restrictive leaflet motion

Gejala Klinis

  • Regurgitasi katup mitral ringan tidak menimbulkan gejala; gejala muncul pada regurgitasi berat.

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas; palpitasi dapat terjadi pada penderita lanjut dengan dilatasi atrium kiri.

Pemeriksaan Fisik

  • Iktus ramai (hiperdinamik), nadi kuat saat pemeriksaan jantung.

  • S3 meningkat berkaitan dengan fase pengisian cepat saat diastole; terdengar murmur apical holosystolic.

Manifestasi MR Kronis dan Akut

  • Manifes MR Akut: timbul mendadak, gejala bervariasi, gagal jantung, sesak nafas muncul saat aktivitas.

  • Manifes MR Kronis: bisa tidak ada gejala; sesak nafas berulang kali saat aktivitas hingga muncul pada waktu istirahat.

STENOSIS AORTA

Definisi

  • Stenosis Katup Aorta adalah penyempitan pada lubang katup aorta, menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kiri ke aorta.

Etiologi

  • Kongenital: Katup aorta unikuspid; obstruksi berat saat bayi, bisa memicu kematian di usia <1 tahun.

  • Penyakit jantung reumatik, kalsifikasi senilis akibat arteriosklerosis pada usia lanjut.

Patofisiologi

  • Hipertrofi ventrikel kir i, peningkatan tekanan intraventrikuler untuk mempertahankan curah jantung normal; mengakibatkan penurunan compliance dan peningkatan tekanan akhir diastole.

Gejala Klinis

  • Anamnesis: keluhan seperti pingsan, nyeri dada, intoleransi terhadap latihan.

  • Pemeriksaan bisa menunjukkan nadi kecil dengan peningkatan amplitudo yang lambat serta murmur systolic.

Ekokardiografi dan Kateterisasi Jantung

  • Deteksi aliran turbulensi saat sistolik antara ventrikel kiri dan aorta.

  • Pengukuran gradient tekanan serta area katup yang stenotik.

REGURGITASI AORTA

Definisi

  • Regurgitasi Katup Aorta adalah kebocoran pada katup aorta yang terjadi setiap kali ventrikel mengalami relaksasi.

Etiologi dan Patofisiologi

  • Melibatkan kelainan kolagen, diseksi aorta, dan faktor predisposisi lainnya.

  • Mekanisme menyebabkan volume overload dan hipertrofi ventrikel kiri; saat gagal jantung terjadi sesak nafas dan gejala nyeri dada.

Tanda Klinis dan Pemeriksaan Fisik

  • Gejala bervariasi; diseusaikan dengan regurgitasi kalu berat atau ringan.

  • Pemeriksaan menunjukkan bising diastolik yang khas dan tanda-tanda tanda hemodinamik tertentu.

ENDOKARDITIS INFEKSIOSA

Definisi dan Tanda Klinis

  • Infeksi mikroba pada lapisan endotel jantung menghasilkan lesi bernama vegetasi.

  • Gejala seperti demam, menggigil, nyeri otot, dan tanda-tanda emboli sistemik.

Mikroba Penyebab

  • Terdapat bakteri Gram positif, Gram negatif, serta jamur.

  • Predisposisi endokarditis berhubungan dengan gangguan pada katup.

Diagnosis dan Pengobatan

  • Diagnosis ditegakkan dengan kultur darah positif dan pemeriksaan echocardiography.

  • Pengobatan antibiotik berdasarkan kultur dan kebutuhannya, serta tindakan pembedahan jika diperlukan.