Fisiologi | Homeostasis
PRODI S1 GIZI STIKES ANDALUSIA
KULIAH I: FISIOLOGI KONSEP FISIOLOGI MANUSIA DAN HOMEOSTASIS
Dosen Pengampu: Sonya Rosa, M.Gz
Capaian Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian fisiologi manusia dan konsep homeostasis secara tepat.
- Mengidentifikasi komponen utama dalam mekanisme homeostasis.
- Menguraikan mekanisme regulasi dalam menjaga keseimbangan tubuh.
- Menganalisis contoh penerapan homeostasis pada sistem tubuh.
- Menghubungkan konsep homeostasis dengan fungsi normal sistem organ dalam tubuh manusia.
Diskusi Pertama
- Apa sih arti fisiologi?
- Kegunaannya belajar fisiologi untuk apa ya?
- Apa hubungannya sama gizi?
Definisi Fisiologi
- Fisiologi berasal dari kata FISIO (Physis) yang berarti fungsi/faal atau kerja (berhubungan dengan mekanisme) dan LOGI (Logos) yang berarti ilmu.
- Definisi Fisiologi: Fisiologi adalah ilmu yang berusaha menjelaskan mekanisme fisik dan kimia yang bertanggung jawab atas asal usul, perkembangan, dan kehidupan.
Struktur Tubuh Manusia
- Sel: Satu unit dasar dari tubuh manusia. Setiap jenis sel secara khusus disesuaikan untuk melakukan satu atau beberapa fungsi tertentu.
- Jaringan: Kumpulan sel dengan struktur dan fungsi khusus yang sama.
- Jaringan Otot: Terdiri dari sel-sel yang memiliki spesialisasi untuk mampu berkontraksi dan menghasilkan kekuatan.
- Jaringan Saraf: Tersusun atas sel-sel yang memiliki kemampuan untuk menginisiasi dan mentransmisikan rangsangan elektrik yang membawa materi informasi.
- Jaringan Ikat: Ditandai dengan jumlah sel yang relatif sedikit dalam material ekstraselular yang banyak.
- Jaringan Epitel: Terdiri atas sel-sel yang memiliki spesialisasi dalam pertukaran zat-zat antara sel dan lingkungannya.
- Organ: Terdiri dari dua atau lebih jenis jaringan yang tersusun dengan berbagai proporsi.
- Sistem Organ: Kumpulan organ yang bekerja sama untuk melaksanakan sebuah fungsi secara keseluruhan.
Contoh Penerapan Homeostasis
- Diskusi: Kenapa tubuh tetap stabil meskipun kita makan, puasa, atau olahraga?
- Apa yang terjadi jika suhu tubuh naik drastis?
- Sistem apa yang mengatur itu semua?
Definisi Homeostasis
- Asal kata: homeo (yang sama), stasis (diam).
- Definisi Homeostasis: adalah kondisi variabel-variabel fisiologis tubuh dalam kondisi dinamis yang konstan (sama atau tetap dalam rentang tertentu).
Sistem yang Mengontrol Homeostasis
- Sistem Saraf:
- Bekerja sangat cepat melalui impuls listrik.
- Mengontrol respons jangka pendek.
- Sistem Endokrin:
- Bekerja lebih lambat melalui hormon dalam darah.
- Efeknya lebih lama bertahan.
Regulasi Homeostasis
- Reseptor: Mengidentifikasi perubahan.
- Pusat kontrol: Mengambil keputusan untuk mengatur respons.
- Efektor: Melaksanakan respons yang diperlukan untuk mengembalikan homeostasis.
Mekanisme Umpan Balik
Umpan Balik Negatif:
- Mempertahankan kestabilan.
- Respon berlawanan dengan stimulus, berhenti saat kondisi sudah normal.
- Contoh: Pengaturan Kadar Gula Darah.
- Gula Darah Naik:
- Reseptor Pankreas mendeteksi gula tinggi.
- Pusat kontrol di otak (hipotalamus).
- Insulin dilepaskan untuk menurunkan gula darah ke normal.
- Gula Darah Turun:
- Reseptor Pankreas mendeteksi gula rendah.
- Glukagon dilepaskan untuk meningkatkan gula darah ke normal.
Umpan Balik Positif:
- Menguatkan respon awal hingga tujuan tercapai.
- Contoh: Persalinan.
- Tekanan kepala bayi ke serviks mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan lebih banyak hormon oksitosin yang menguatkan kontraksi rahim.
Faktor Regulasi Homeostasis
- Faktor yang turut serta dalam menjaga homeostasis meliputi suhu, osmoregulasi, gula, dan kalsium.
Peran Sistem Organ dalam Mempertahankan Homeostasis
- Sistem Saraf: Pengendali cepat, misal berkeringat saat panas.
- Sistem Endokrin: Pengatur hormon, misal insulin menurunkan gula.
- Sistem Peredaran Darah: Transport zat, membawa O₂ ke jaringan.
- Sistem Pernapasan: Regulasi O₂ & CO₂.
- Sistem Ekskresi: Buang limbah, produksi urin.
- Sistem Pencernaan: Menyediakan nutrisi.
- Sistem Integumen: Perlindungan & suhu, mengeluarkan keringat.
- Sistem Otot & Rangka: Gerak & panas, menggigil saat dingin.
- Sistem Imun: Pertahanan tubuh, melawan infeksi.
- Kerja sama sistem organ sangat penting untuk menjaga kondisi internal tetap stabil.
Adaptasi Tubuh terhadap Perubahan
- Asupan Gizi:
- Saat asupan berkurang (puasa): Energi dari lemak & protein, metabolisme menurun.
- Saat asupan berlebih: Penyimpanan lemak, peningkatan hormon glukagon & kortisol, metabolisme meningkat.
- Perubahan Makronutrien:
- Karbohidrat rendah dan lemak tinggi dapat menyebabkan ketosis.
- Keseimbangan Cairan & Elektrolit:
- Hormon ADH berperan mengatur cairan dan elektrolit.
- Adaptasi jangka panjang seperti sensitivitas hormon dan fungsi hati & ginjal.
Kesimpulan
- Pernyataan Penutup: Tubuh manusia adalah sistem yang sangat teratur. Gizi membantu menjaga keseimbangannya.