Kebangkitan Nasional: Civic Education SMP Labschool Kebayoran
History
- Penjelajahan bangsa Eropa
Pencarian Jalur Perdagangan Baru
- Salah satu motif utama penjelajahan bangsa Eropa adalah pencarian jalur perdagangan baru ke Asia.
- Setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Utsmaniyah pada tahun 1453, akses Eropa ke pasar Timur melalui Jalur Sutra terhambat.
- Hal ini mendorong bangsa Eropa untuk mencari jalur perdagangan alternatif ke Asia, yang memicu penjelajahan lautan.
Runtuhnya Kota Konstatinopel
- (Gambar peta wilayah Eropa dan sekitarnya)
Motif Agama
- Motif agama juga memainkan peran penting dalam penjelajahan.
- Adanya dorongan untuk menyebarkan agama Kristen ke wilayah yang belum terjangkau, seperti Asia dan Afrika.
- Keinginan untuk mencari sekutu Kristen di Timur dalam perang melawan Muslim.
Inovasi Teknologi
- Perkembangan teknologi seperti pengembangan kapal yang lebih kuat dan tangguh.
- Perbaikan instrumen navigasi seperti kompas dan astrolabe memungkinkan para pelaut Eropa untuk menjelajahi lautan yang lebih jauh dan tidak dikenal.
- Teori Heliosentris:
- Seorang ilmuwan Polandia bernama Nicolaus Copernicus mencetuskan Teori Heliosentris pada 1543.
- Teori Heliosentris menyatakan bahwa bumi berbentuk bulat dan berputar mengelilingi matahari, begitu pula dengan planet-planet lainnya.
- Menurutnya, jika seseorang berjalan dari satu titik ke arah barat, maka akan kembali ke titik semula.
- Dimulainya Revolusi Industri dengan penemuan teknologi mesin uap.
Motif Ekonomi
- Para penjelajah dan pedagang Eropa mencari keuntungan melalui perdagangan rempah-rempah, emas, dan barang-barang lainnya yang dapat ditemukan di wilayah baru yang belum dieksplorasi.
Pertumbuhan Kekuatan Bangsa Eropa
- Persaingan di antara negara-negara Eropa untuk mendapatkan kekuatan dan kekayaan juga mendorong penjelajahan.
- Negara-negara seperti Portugal, Spanyol, Inggris, dan Belanda bersaing untuk mendominasi perdagangan dunia dan memperluas wilayah kolonial mereka.
Lahirnya VOC dan Kolonialisasi di Indonesia
Kolonialisasi dan Monopoli VOC
- Bangsa Eropa pertama kali datang ke Indonesia pada awal abad ke-16, tepatnya pada tahun 1511.
- Portugis berhasil menguasai kota pelabuhan Sunda Kelapa di wilayah yang sekarang menjadi Jakarta.
- Kedatangan Portugis ini merupakan awal dari interaksi bangsa Eropa dengan kepulauan Nusantara, yang kemudian berlanjut dengan kedatangan bangsa lainnya seperti Spanyol, Belanda, dan Inggris.
- Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada tahun 1602 oleh Belanda sebagai perusahaan dagang untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah, terutama cengkeh dan kayu manis, di wilayah Asia Tenggara.
Program Belanda di Indonesia
- Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel):
- Sistem tanam paksa diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-19.
- Di bawah sistem ini, petani pribumi diperintahkan untuk menanam tanaman komersial tertentu seperti kopi, indigo, dan nila untuk kepentingan ekspor Belanda.
- Politik Pemisahan dan Pembatasan Sosial (Devidentenstelsel):
- Pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan pemisahan sosial yang ketat, di mana penduduk pribumi dan penduduk Belanda dipisahkan secara hukum dan sosial.
- Adu domba (devide at impera)
- Adu domba Belanda adalah sebuah strategi politik yang digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia untuk memecah belah dan memanipulasi hubungan antara kelompok.
- Politik pintu terbuka
- Politik pintu terbuka Belanda adalah kebijakan yang diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
- Kebijakan ini secara resmi diperkenalkan pada tahun 1870.
- Tujuan utama dari kebijakan pintu terbuka ini adalah untuk membuka pasar Hindia Belanda bagi perdagangan internasional, terutama untuk perdagangan produk pertanian dan mineral.
- Politik Balas Budi
- Politik Balas Budi Belanda, atau dikenal sebagai "Ethical Policy " dalam bahasa Inggris, adalah kebijakan yang diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19.
- Kebijakan ini secara resmi diperkenalkan pada tahun 1901 oleh Menteri Kolonial Belanda, Conrad Theodor van Deventer, dan bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat pribumi di Hindia Belanda.
Sekolah Saat Masa Belanda
- Europeesche Lagere School (ELS)
- Europeesche Lagere School (ELS) adalah Sekolah Dasar pada zaman Belanda.
- Hollandsch Inlandsche School (HIS)
- Hollandsch Inlandsche School (HIS) hampir sama dengan ELS yang jenjang pendidikannya adalah sekolah dasar.
- Hollandsch Chineesche School (HCS)
- Hollandsch Chineesche School (HCS) adalah sekolah yang didirikan oleh kolonial Belanda pada tahun 1908 untuk anak keturunan Tionghoa yang berada di Hindia Belanda.
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO)
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) adalah sekolah pada zaman Belanda yang jenjangnya sama dengan Sekolah Menengah Pertama.
- Hoogere Burger School (HBS)
- Hoogere Burger School (HBS) adalah sekolah lanjutan tingkat pertama untuk keturunan Belanda, Eropa, Tionghoa, dan elit pribumi.
- Algemeene Middelbare School (AMS)
- Algemeene Middelbare School (AMS) adalah pendidikan jenjang menengah umum pada zaman penjajahan Belanda.
- Schakel School
- Schakel School adalah sekolah rakyat pada zaman Belanda yang masa studinya lima tahun.
- School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA)
- School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) adalah sekolah pendidikan dokter untuk pribumi pada masa Hindia Belanda.
Organisasi
- Organisasi pemuda di Indonesia
Budi Utomo
- Budi Utomo: Didirikan pada 20 Mei 1908 di Yogyakarta, Budi Utomo adalah organisasi pertama yang didirikan dengan tujuan memperjuangkan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial bangsa Indonesia.
- Organisasi ini menekankan pentingnya pendidikan, kebangsaan, dan modernisasi.
- Organisasi yang didirkan oleh para pelajar sekolah pendidikan dokter “STOVIA” (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) digagas oleh Wahidin Sudirohusodo
- Bergerak di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan tidak bersifat politik.
Sarekat Islam (SI)
- Didirikan pada tahun 1912, Sarekat Islam adalah salah satu organisasi politik dan sosial terbesar pada masa itu.
- SI menarik anggota dari berbagai kelompok etnis dan agama di Indonesia, meskipun terutama di kalangan masyarakat Jawa.
- SI berjuang untuk kepentingan ekonomi dan sosial rakyat, serta memperjuangkan kemerdekaan politik.
Indische Partij
- dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat mendirikan organisasi yang bersifat keras dan bergerak di bidang politik bersama E.F.E Douwes Dekker pada 6 September 1912 di Bandung.
- Sifat keberanian yang muncul ditunjukkan dengan tulisan-tulisannya yang dimuat berbagai surat kabar, diantaranya “De Express” dengan judul “Als ik eens Nederlander was” yang berarti ‘Seandainya saya seorang Belanda’.
Kebangkitan Nasional
- Lahirnya semanat persatuan pemuda Indonesia
Kebangkitan Nasional
- Dengan lahirnya berbagai organisasi pemuda yang menitikberatkan pada perjuangan daerah namun tetap menggalang persatuan bangsa, menjadi salah satu momentum lahirnya generasi baru yang menguatkan pergerakan nasional.
- Yaitu Lahirnya Sumpah Pemuda.
- Semangat yang dimiliki oleh generasi tahun 1928 adalah buah dari perjuangan yang dilakukan oleh generasi perjuangan sebelumnya.
- Banyak bermunculan perkumpulan pelajar dan pemuda selepas lahirnya organisasi berbasis politik, sosial, ekonomi, dan budaya.
- Diantaranya, yaitu Tri Koro Dharmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java, Jong Sumatrenan Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks Bond, Sekar Rukun, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Paguyuban Pasundan, Pemuda Kaum Betawi, dan lainnya.
Kongres Pemuda I
- Kongres Pemuda I, yang dilakukan pada tanggal 30 April-2 Mei 1926.
- Dalam kongres ini, perwakilan beberapa organisasi seperti Jong Java, Jong Sumatrenan Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks Bond, Sekar Rukun, Studerenden Minahasaers, dan Pemuda Kaum Theosofi berkumpul.
- Kongres Pemuda I dibawah pimpinan Moh. Tabrani memiliki tujuan, yaitu bermusyawarah, mencari jalan untuk membangun semangat kerjasama antara perkumpulan atau organisasi pemuda di Indonesia kala itu.
- Sehingga dengan tujuan tersebut akan tekad bersama untuk bersatu dalam satu wadah pemuda sebagai bagian perjuangan.
Kongres Pemuda II
- PPPI melakukan inisiatif untuk menyiapkan Kongres Pemuda II sejak Juni 1928.
- Dan disepakati beberapa hal, diantaranya Ketua kongres dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito dari PPPI, dan Wakil Ketua yaitu Joko Marsaid dari Jong Java
- Kongres Pemuda II berlangsung di tiga tempat dalam kurun waktu tanggal 27-28 Oktober 1928, diantaranya adalah Gedung Katholiek Jongenlingenbond (sekarang berada di sekitar wilayah Lapangan Banteng), Oost Java Bioscoop (sekarang berada di sekitar wilayah Jalan Medan Utara), dan Gedung Indonesich Clubgeboow atau rumah kos tempat tinggalnya para pelajar saat itu yang dimiliki oleh Sie Kong Liong (sekarang berada di Jalan Kramat Raya No. 106).
Hasil Kongres Pemuda II
- Alhasil, disepakati sebuah ikrar yang berbunyi:
- Pertama : kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia;
- Kedua : kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia;
- Ketiga : kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
- Selain menyepakati ikrar bersama yang dinamanakan Sumpah Pemuda, pada kongres kedua juga diperdengarkan gesekan Lagu Indonesia Raya dari biola sang pencipta, yaitu Wage Rudolf Supratman.
- Menariknya, Supratman tidak menyanyikan lagu tersebut dengan lirik, karenadi dalam lirik tersebut terdapatkata “merdeka”.