Penyebab Perubahan Iklim
Penyebab Perubahan Iklim
Efek Rumah Kaca
Gas rumah kaca berperan sebagai penyebab utama perubahan iklim.
Gas Rumah Kaca:
- Secara alami terdapat di atmosfer Bumi, namun meningkat karena aktivitas manusia.
- Gas rumah kaca yang umum: metana, karbon dioksida (CO2), gas berfluorinasi, dinitrogen oksida.
- Kontribusi: 64% pemanasan global buatan manusia berasal dari gas rumah kaca.
- Konsentrasi saat ini lebih tinggi 40% dibandingkan awal industrialisasi.
- Metana: 6% dari nitro oksida dan 17% dari pemanasan global.
Peningkatan Emisi
Emisi meningkat akibat aktivitas manusia seperti pembakaran minyak, batu bara, dan gas.
Deforestasi mengakibatkan hilangnya pohon yang menyerap CO2, sehingga karbon dilepaskan ke atmosfer.
Peningkatan jumlah peternakan (sapi dan domba) turut menyumbang metana.
Pupuk nitrogen menghasilkan emisi nitro oksida yang jauh lebih kuat dari CO2 (hingga 23.000 kali lebih kuat).
Pemanasan Global
Aktivitas manusia, seperti pembangkit listrik dan industri, menghasilkan CO2.
Rata-rata suhu global 0,85°C lebih tinggi dibandingkan akhir abad ke-19.
Setiap dekade terakhir lebih hangat daripada dekade sebelumnya.
Peningkatan suhu 2°C dibandingkan pada masa pra-industri merupakan ambang batas risiko bencana lingkungan.
Pentingnya menjaga pemanasan di bawah 2°C.
Perubahan Orbit Bumi
Dalam 800.000 tahun, terjadi siklus alami antara zaman es dan periode interglasial.
Suhu global rata-rata naik 3°C - 8°C dalam 10.000 tahun terakhir setelah zaman es terakhir.
Kenaikan suhu dalam 200 tahun terakhir terkait dengan peningkatan level CO2.
Orbit Bumi berpengaruh terhadap iklim, kadang lebih dekat atau jauh dari Matahari menyebabkan variasi suhu.