b indo

materi: negosiasi


source: notebook

Menjadi Negosiator Ulung

Suatu proses tawar menawar/diskusi antara dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan bersama yang saling menguntungkan.


  • TUJUAN

Mencapai kesepakatan bersama secara adil dan menjaga hubungan baik antar pihak.


  • CIRI - CIRI

  1. Terdapat partisipan dalam kepentingan berbeda.

  2. Terjadi proses pengajuan dan penawaran.

  3. Muncul kesepakatan yang saling menguntungkan.

  4. Disampaikan secara santun dan persuasif.


  • STRUKTUR NEGO

1) Orientasi: menyampaikan/menunjukan maksud dan keinginan.

2) Pengajuan: menyampaikan keinginan.

3) Tawar - menawar: proses diskusi berlangsung.

4) Kesepakatan: hasil akhir negosiasi.


  • UNSUR KEBAHASAAN

a) Kalimat sopan (tolong, mohon, bolehkah).

b) Kalimat interaktif (saat berinteraksi).

c) Kalimat persuasif (agar lawan bicara terpengaruh).

d) Kesantunan berbahasa.

e) Tidak mengandung ancaman.

f) Kata bermakna positif (jangan beritahu sisi negatif milik sendiri).


  • JENIS JENIS NEGOSIASI

a. Berdasarkan situasi

  • formal (bisnis, hukum, politik).

  • non-formal (daily life).

b. Berdasarkan jumlah pihak

  • dua pihak.

  • lebih dari dua pihak.

c. Berdasarkan bentukanya

  • dialog.

  • surat penawaran dan pemesanan.


  • FAKTOR KEBERHASILAN NEGOSIASI

1) Kesediaan untuk kompromi (kooperatif).

2) Tidak merugikan pihak manapun.

3) Solusi praktis dan bisa dijalankan.

4) Alasan yang logis dan persuasif.


  • KESIMPULAN

Negosiasi adalah proses tawar-menawar antara dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan cara yang sopan, logis, dan persuasif.



source: YT video


NEGOSIASI


Chapter 0 - Seberapa Penting Skill Negosiasi


Negosiasi = skill penting dalam kehidupan.

Dalam negosiasi, orang tidak rasional.

Teknik ‘Black Swan’.

Musuh terbesar negosiasi adalah bagaimana cara kita mengkontrol emosi yang tidak terkendali.

25% interaksi harian kita sebenarnya merupakan bentuk negosiasi.

Dalam negosiasi, kita harus ngerti psikologi manusia.



Chapter 1 - No Fail Strategies


“Negotiation is not an act of battle; it’s a process of discovery, The goal is to uncover as much information as possible”


Rule: Cari informasi sebanyak mungkin.

  1. Siapa yang paling jago ngegali informasi

  2. Cari sinyal tersembunyi

  3. Ngebongkar variabel yang gak kelietan


Not to dominate, but untuk mencari kunci - kunci yang bisa bikin kita menang.


Strategy 1: Mirror Words Selectively - Ulang kata penting dari lawan secara selektif

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi, kita harus membuat lawan merasa nyaman berbicara.

Caranya adalah dengan mengulang kata-kata penting yang mereka ucapkan secara selektif.

Tujuan:

  • Membuat lawan merasa didengar

  • Tidak terlihat seperti menyela atau berdebat

  • Tidak terlihat terlalu kepo

Dengan cara ini, mereka akan lebih terbuka dan mau bercerita, sehingga kita mendapatkan lebih banyak informasi.



Strategy 2: Practice Tactical Empathy - Gunakan empati taktis secara sadar

Kita harus menunjukkan bahwa kita memahami emosi mereka, bahkan sebelum mereka mengatakannya.

Tujuannya:

  • Membuat mereka merasa dipahami

  • Membuka komunikasi yang lebih jujur

Carilah aspek emosional yang membuat mereka merasa kita bisa relate dengan situasi mereka.



Strategy 3: Get To “No” - Biarkan lawan bilang “tidak” duluan

Secara psikologis, orang lebih nyaman mengatakan “tidak” daripada “iya”.

Ketika mereka mengatakan “tidak” terlebih dahulu, mereka merasa:

  • Lebih aman

  • Tidak tertekan

Hal ini membuka jalan untuk melanjutkan negosiasi tanpa membuat mereka defensif.



Strategy 4: Trigger “That’s Right” - Ciptakan momen “itu benar”

Ini adalah titik balik dalam negosiasi.

Ketika lawan mengatakan “itu benar”, berarti mereka merasa:

  • Dipahami

  • Setuju dengan pemahaman kita tentang situasi mereka

Saat momen ini terjadi, kepercayaan mulai terbentuk, sehingga apa yang kita katakan selanjutnya lebih mudah diterima.

Setelah itu, kita bisa mengarahkannya ke solusi yang kita inginkan.



Strategy 5: Resist Compromise - Jangan buru-buru kompromi di tengah

Kompromi sering membuat kedua pihak sama-sama rugi.

Daripada langsung mencari jalan tengah, kita harus mengatur posisi negosiasi agar lawan merasa bahwa mundur dari kesepakatan adalah kerugian bagi mereka.

Namun tetap dilakukan tanpa terlihat keras kepala.



Strategy 6: Create Illusion of Control - Buat mereka merasa memegang kendali

Kita bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik jika lawan merasa bahwa mereka yang memegang kontrol.

Caranya:

  • Banyak bertanya

  • Menggunakan pertanyaan 5W + 1H

Dengan begitu, mereka:

  • Menjawab sendiri

  • Merasa memiliki kontrol atas keputusan

Karena keputusan tersebut keluar dari mulut mereka sendiri, mereka lebih mudah menerimanya.



Strategy 7: Guarantee Execution - Pastikan kesepakatan benar-benar terjadi

Kesepakatan tidak cukup hanya diucapkan.

Kita perlu mendapatkan konfirmasi sampai tiga kali.

Selain itu, kita harus memperhatikan:

  • Body language

  • Ekspresi wajah

  • Humor

  • Cara berbicara

Tujuannya adalah menghindari pembatalan kesepakatan di menit terakhir.



Strategy 8: Bargain Hard - Siapkan mental & data untuk negosiasi keras

Dalam tahap ini, kita harus memiliki:

  • Kepercayaan diri

  • Data yang kuat

Ketika percakapan menjadi lebih sulit, ketahanan mental sangat penting.

Yang terpenting bukan hanya penawarannya, tetapi keyakinan kita bahwa value yang kita tawarkan memang baik untuk mereka.



Strategy 9: Find the Black Swan - Temukan info tersembunyi yang bisa ubah segalanya

“Black Swan” adalah informasi kecil yang tersembunyi, tetapi dapat mengubah seluruh arah negosiasi.

Contohnya:

  • Pengalaman pribadi

  • Trauma masa lalu

  • Nilai atau prinsip yang mereka pegang

Informasi ini sering berasal dari pengalaman personal, namun dapat mengubah keseluruhan hasil negosiasi.



Chapter 2 - Simulation

It’s about practice and negosiasi bisa jadi muscle memory.


  1. Mirroring – Mengulang kata penting dari lawan

  2. Tactical Empathy – Membuat mereka merasa dipahami tanpa langsung memberi solusi

  3. Get To “No” – Memancing mereka mengatakan “tidak”, lalu kita merangkum situasinya

  4. Trigger “That’s Right” – Mendapatkan validasi dan membangun kepercayaan

  5. Resist Compromise – Tidak langsung mencari jalan tengah

  6. Create Illusion of Control – Membiarkan mereka merasa memegang kendali

  7. Guarantee Execution – Memastikan kesepakatan benar-benar terjadi

  8. Bargain Hard – Tetap percaya diri dan menggali informasi tambahan

  9. Find the Black Swan – Menemukan informasi tersembunyi yang mengubah negosiasi



Negosiasi bukan hanya skill untuk FBI atau profesional, tetapi skill yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Hal yang lebih penting adalah harga yang harus dibayar jika kita tidak bisa bernegosiasi.



Chapter 3 - Negosiasi atau bayar mahal


“Kita jadi generasi yang sebenarnya tahu banyak tapi kita nggak tahu gimana cara memposisikan dengan benar”


Semua hal yang kita nggak ngeosiasiin, kita bayar mahal banget

Skill negosiasi is about control.

Negosiasi: bukan soal siapa yang menang, tapi soal siapa yang bisa arahan hidupnya ke arah yang dia mau.

Dari teknik negosiasi ini memberi kita pelajaran bahwa; kita tetep bisa milih bahkan di situasi yang kesannya sudah nggak ada pilihan.

Negosiasi merupakan skill hidup & skill survival