Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Pesan Pokok Surat An-Nisa Ayat 1
Allah Swt. memerintahkan untuk bertakwa.
Allah Swt. selalu menjaga dan mengawasi setiap hamba-Nya.
Semua manusia berasal dari satu sumber, yaitu Adam AS.
Allah Swt. menciptakan manusia dengan keragaman suku, bangsa, warna kulit dan Bahasa agar saling mengenal dan mencintai
Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat
Penerapan Q.S. An-Nisa Ayat 1 dalam Kehidupan Sehari-hari
Menanamkan kasih sayang antarsesama
Menjalin persatuan dan kesatuan
Bertakwa kepada Allah Swt. dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
Memelihara hubungan kekeluargaan dengan bersilaturahmi
Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah Saw. "Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?" Rasulullah Saw. bersabda: Yang lurus lagi toleran
Isi Pokok Hadits Keragaman
Agama yang paling dicintai Allah Swt. adalah agama yang lurus lagi toleran
Islam merupakan agama yang lurus, yaitu agama yang mengajarkan pada jalan yang baik dan benar
Islam mengajarkan umatnya untuk menerapkan toleransi terhadap keragaman
Penerapan Hadits Keragaman
Berbuat baik kepada siapa saja tanpa memandang suku dan agama
Pentingnya pendapat yang logis, introspeksi diri dan menerima perbedaan pendapat
Iman Kepada Hari Akhir
ASMA’UL HUSNA
A. AS-SAMAD (Maha Dibutuhkan)
Allah Swt. tempat meminta semua kebutuhan, permohonan dan harapan semua makhluk. Orang yang meyakini sifat Allah Swt. ini dirinya tidak meminta, memohon dan berharap kecuali hanya kepada Allah Swt.
Allah Swt. memenuhi segala kebutuhan makhluk-Nya karena segala sesuatu bergantung pada-Nya. Allah Swt. selalu ada, tidak makan, minum dan tidur. Allah juga tidak dilahirkan dan melahirkan, tidak ada yang setara dengan-Nya.
Firman Allah Swt. tentang As-Samad :
Q.S. Al-Ikhlas ayat 1-4
Cara Meneladani Sifat As-Samad
Menjadikan Allah Swt. sebagai satu-satunya tempat meminta segala sesuatu
Hidup sederhana dan tidak kikir dalam membelanjakan harta
Suka membantu orang lain yang membutuhkan
Bersikap rendah hati dan tidak sombong kepada orang lain
B. AL-MUQTADIR (Yang Maha Kuasa)
Allah Swt. Maha menentukan segala sesuatu menurut kehendak-Nya.
Ingatlah, bahwa kekuasaan Allah Swt. meliputi segala sesuatu.
Firman Allah Swt. tentang Al-Muqtadir : Q.S. Al-Kahfi ayat 45
Cara Meneladani Asmaulhusna Al-Muqtadir
Menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk berbuat kebaikan
Meningkatkan kualitas diri
Disiplin dalam memanfaatkan waktu
Selalu semangat dalam belajar
Tidak malu bertanya ketika belajar di kelas
C. AL-MUQADDIM (Maha Mendahulukan)
Allah Swt. sebagai Al-Muqaddim selalu mendahulukan petunjuk sebelum peringatan-Nya. Mendahulukan peringatan sebelum siksa-Nya.
Setiap hamba yang meneladani sifat Allah Al-Muqaddim hendaklah selalu mendahulukan sesuatu yang mendatangkan kemaslahatan serta menghindari sesuatu yang mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan sekitar.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Isra ayat 18
Cara Meneladani Sifat Al-Muqaddim
Lebih banyak berbuat daripada banyak berangan-angan
Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan sendiri
Menunjukan kerja keras daripada berputus asa
Menunjukan niat belajar yang sungguh-sungguh sebelum menuntut hasil yang baik
Menunjukan prestasi yang tinggi sebelum mengharap menjadi juara kelas
Melakukan hal-hal yang bermanfaat
D. AL-BAQI’ (Maha Kekal)
Keberadaan Allah Swt. kekal dan abadi. Seluruh makhluk akan berakhir masanya bersama waktu yang telah ditentukan untuknya.
Sebagaimana Firman Allah Swt. terdapat dalam Q.S. Ar-Rahman ayat 26-27
Cara Meneladani Sifat Al-Baqi’
Cinta kepada Allah Swt. lebih besar daripada cinta kepada yang lain
Beribadah sebagai bekal untuk kehidupan akhirat
Berhati-hati dalam melakukan sesuatu
Tidak mencintai dunia secara berlebihan
IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
Iman kepada qadha dan qadar termasuk rukun iman yang ke enam.
Iman Kepada Qadha Dan Qadar Berarti Mempercayai Dengan Sepenuh Hati Bahwa Allah Swt. Telah Menetapkan Segala Sesuatu Yang Akan Terjadi Pada Setiap Makhluknya.
Secara garis besar Qadha dan Qadar kita kenal dengan Taqdir.
Taqdir terbagi 2
Taqdir Mubram: Ketentuan dari Allah Swt. yang tidak dapat diubah oleh manusia.
Contoh Taqdir Mubram : kematian, jodoh, kelahiran, hari kiamat, bumi itu bulat, jenis kelamin.
Taqdir Mu’allaq: Ketentuan Allah Swt. yang dapat diubah oleh manusia dengan cara usaha (ikhtiar) dan berdo’a.
Contoh: Orang yang memiliki rezeki sedikit bisa menjadi banyak jika rajin bekerja dan bekerja keras.
IMAN KEPADA HARI AKHIR
Iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima.
Iman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa suatu saat seluruh kehidupan akan hancur. Dan saat itu manusia tidak mempunyai kesempatan lagi untuk melakukan apapun termasuk bertaubat
Nama-nama lain Hari Akhir
Yaumul Hisab (Hari Perhitungan)
Yaumul Mahsyar (Hari Berkumpulnya manusia)
Yaumul Ba’ats (Hari Kebangkitan)
Yaumul Qiyaamah (Hari Kiamat)
Yaumul Miizan (Hari Pertimbangan)
Yaumul Jazaa (Hari Pembalasan)
HARI AKHIR/HARI KIAMAT TERBAGI 2
KIAMAT SUGHRO (KIAMAT KECIL)
KIAMAT KUBRO (KIAMAT BESAR)
Tanda-tanda kiamat sughro atau kiamat kecil
Kejahatan semakin banyak terjadi
Perempuan menyerupai laki-laki begitupun sebaliknya
Minuman keras menjadi minuman sehari-hari
Banyak ‘ulama atau ahli ilmu agama yang meninggal dunia
Banyak orang berlomba-lomba mencari kesenangan dunia
Banyaknya bencana alam
Tanda-tanda kiamat kubro atau kiamat besar
Keluarnya Dajjal
Datangnya Imam Mahdi
Turunnya Nabi Isa a.s.
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
Keluarnya hewan melata yang bisa berbicara
Keluarnya api dari Negeri Aden Yaman
Dukhon (Kabut asap) selama 40 hari 40 malam
Terbitnya matahari dari arah Barat
Pentingnya Pendapat Yang Logis, Introspeksi Diri dan Menerima Perbedaan Pendapat
A. Pentingnya Pendapat Yang Logis
Suatu pendapat harus disampaikan dengan logis, artinya pendapat tersebut sesuai dengan logika, benar menurut penalaran dan masuk akal.
Pendapat yang disampaikan secara logis harus berdasarkan pada fakta atau kebenaran yang ada. Oleh karena itu, pendapat yang logis dapat dengan mudah dipahami dan diterima oleh orang lain.
B. Introspeksi Diri
Introspeksi Diri adalah Peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, dan kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri
C. Menerima dan Menghargai Perbedaan Pendapat
Contoh Sikap Menghargai Perbedaan Pendapat
Tidak mengejek atau menghina pendapat orang lain
Mendengarkan orang lain yang sedang berbicara
Hindari menganggap pendapat diri sendiri yang paling benar
Menerima hasil diskusi atau musyawarah dengan lapang dada
FIQH
Ketentuan Puasa Sunah
Halal dan Haram dalam Islam
Zakat, Infak, Sedekah, dan Hadiah
Haji dan Kurban
KETENTUAN PUASA SUNAH
Puasa menurut bahasa adalah menahan atau mencegah.
Menurut istilah puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hal yang membatalkan puasa serta mengendalikan hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Puasa sunah adalah puasa yang tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan pelaksanaannya. Umat Islam yang mengerjakan puasa sunah akan mendapatkan pahala dari Allah Swt. dan yang tidak mengerjakan tidak berdosa.
Beberapa Ketentuan Puasa Sunnah yang harus dilakukan:
Niat
Makan Sahur
Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari
Menjaga perbuatan dan lisan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa.
Memperbanyak amal ibadah
Menyegerakan berbuka
Dilakukan pada waktu yang diperbolehkan puasa
HIKMAH PUASA SUNAH
Meningkatkan iman dan taqwa
Melatih kedisplinan, kejujuran dan kesabaran diri
Memelihara kesehatan
Melatih kesederhanaan dalam hidup
Halal dan Haram dalam Islam
Sebab-sebab Halal dan Haram
Zat Makanannya
Proses Pengolahannya
Proses Mendapatkannya
Makanan yang dilarang di dalam Q.S. Al-Maidah ayat 3
Karena Zatnya/wujudnya
Bangkai
Darah
Daging babi
Karena sebab
yang disembelih atas nama selain Allah Swt.
yang tercekik
yang dipukul
yang terjatuh
yang diterkam binatang buas
yang disembelih untuk berhala
ZAKAT, INFAK, SEDEKAH, DAN HADIAH
Pengertian Zakat
Harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahiq zakat)
Menghitung Zakat fitrah
Pak Ari memiliki seorang isteri, 5 orang anak serta seorang kakek dan nenek. Pada akhir bulan Ramadhan, Pak Ari harus mengeluarkan zakat fitrah dan harga beras yang selalu dikonsumsi Pak Ari adalah Rp. 10.000,-/liter. Zakat fitrah yang harus dikeluarkan Pak Ari sebesar . . . . 9×3,5 L=31,5 L 31,5 L×Rp. 10.000 = Rp. 315.000
Infaq
Mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki yang mengandung kemaslahatan atau manfaat untuk banyak orang
Yang berhak menerima infaq:
Orang tua
Kerabat/saudara
Anak-anak yatim
Orang fakir dan miskin
Ibnu sabil (musafir)
Sedekah
Pemberian harta secara sukarela kepada seseorang atau suatu lembaga baik berupa materi maupun non materi
Hibah (Hadiah)
Adalah pemberian yang diberikan tanpa mengharapkan balasan atau imbalan
HAJI DAN KURBAN
Pengertian Haji
Berkunjung ke Baitullah untuk menunaikan beberapa amalan haji seperti ihram, tawaf, sai, dan wukuf di Padang Arafah.
Perintah Haji
“…(diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalananan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu apapun) dari seluruh alam.” (Q.S. Ali ‘Imran: 97)
Rukun Haji
Niat Ihram dari Miqat
Thawaf (Mengelilingi ka’bah dimulai dari Hajar Aswad
Wukuf di Arafah
Sa’i (Lari-lari kecil dari Shafa ke Marwah
Tahalul (Mencukur rambut)
Tertib (Berurutan)
Pengertian Kurban
Ibadah dengan menyembelih hewan kurban dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Perjanjian Hudaibiyah dan Fathu Makkah
Perjanjian Hudaibiyah
Terjadi pada tahun 6 Hijriah.
Isinya:
Gencatan senjata selama 10 tahun
Rasulullah dan kaumnya harus pulang ke Madinah. Tidak boleh umroh. Umroh dibolehkan di tahun depan
Kaum muslimin wajib mengembalikan orang Makkah yang masuk Islam dan menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. di Madinah kepada walinya (keluarganya), sedangkan kaum kafir Quraisy tidak wajib mengembalikan orang Madinah yang menjadi pengikut mereka
Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW atau menjadi bagian dari kaum kafir Quraisy
Fathu Makkah
Penaklukan/pembebasan kota Mekah dari orang-orang kafir Quraisy
Cara meneladani peristiwa perjanjian Hudaibiyah dan Fathu Makkah