Sistem Pemerintahan Mesopotamia
Struktur Pemerintahan
Dipimpin oleh raja dengan birokrasi administrasi.
Raja dianggap sebagai pendeta dan sering disebut "Patesi".
Cara Pemilihan Raja
Menunjukkan sebagai utusan dewa.
Keturunan dari raja sebelumnya.
Membuktikan kemampuan melalui kemenangan militer.
Peradaban dan Kerajaan di Mesopotamia
Dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban pertama di dunia.
Kerajaan Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Asyur.
Era Sumeria (sekitar 4500 – 2270 SM)
Raja Etana (sekitar 2800 SM)
Dianggap raja pertama, naik ke langit.
Tokoh mitologis dalam tradisi Mesopotamia.
Raja Gilgamesh (sekitar 2700 SM)
Raja legendaris dari Uruk, dikenal melalui Epos Gilgamesh.
Raja Lugalzagesi (sekitar 2350 SM)
Raja terakhir yang menyatukan Sumer, dikalahkan oleh Sargon dari Akkad.
Era Akkadia (sekitar 2334 – 2154 SM)
Sargon Agung (2334 – 2279 SM)
Pendiri Kekaisaran Akkadia, kekaisaran pertama di dunia.
Menyatukan kota-kota Sumeria di bawah satu kekuasaan.
Anak-anak Sargon:
Rimush & Manishtushu: Meneruskan pemerintahan, diwarnai oleh pemberontakan lokal.
Naram-Sin (2254 – 2218 SM): Mengklaim sebagai dewa, mendirikan dinasti Sargonid.
Era Neo-Sumeria / Dinasti Ur III (2112 – 2004 SM)
Ur-Nammu (2112 – 2095 SM)
Pendiri Dinasti Ketiga Ur, menyusun Kode Ur-Nammu.
Mengembangkan birokrasi dan sistem perpajakan yang efisien.
Shulgi (2094 – 2047 SM)
Penerus Ur-Nammu, terkenal dengan reformasi dan pembangunan infrastruktur.
Era Babilonia Lama (1894-1595 SM)
Hammurabi (1792-1750 SM)
Raja paling terkenal, menyusun Kode Hammurabi.
Era Kassit & Babilonia Tengah (1595-1155 SM)
Pemerintahan Kassit: Kasus setelah direbut oleh bangsa Het.
Era Asyur (2000 -609 SM)
Ashurnasirpal II (883-859 SM)
Raja penakluk, terkenal karena kekejaman.
Tiglat-Pileser III (745-727 SM)
Meningkatkan kekuatan militer dan memperkuat kontrol administratif.
Sargon II (722-705 SM)
Membangun ibu kota baru di Dur-Sharrukin.
Sennacherib (705-681 SM)
Menghancurkan Babilonia dan memindahkan ibu kota ke Niniwe.
Ashurbanipal (668-627 SM)
Raja terakhir besar Asyur, mengumpulkan perpustakaan besar.
Era Neo-Babilonia (626-539 SM)
Nabopolassar (626-605 SM)
Mendirikan Dinasti Neo-Babilonia, mengalahkan Asyur dengan Media.
Nebukadnezar II (604-562 SM)
Raja terbesar, membangun Menara Babel, mengasingkan bangsa Yahudi.
Nabonidus (556-539 SM)
Raja terakhir, dikenal karena ketertarikan pada arkeologi dan agama.
Hubungan Politik dan Agama
Politik dan agama sangat terkait.
Raja sebagai wakil dewa pelindung kota bertanggung jawab atas ekonomi dan keamanan.
Pendeta mengelola kegiatan keagamaan di kuil yang menjadi pusat kehidupan masyarakat.
Sistem Pemerintahan Mesopotamia
Struktur Pemerintahan
Dipimpin oleh raja dengan birokrasi administrasi. Raja dianggap sebagai pendeta, sering disebut "Patesi".
Cara Pemilihan Raja
Menunjukkan sebagai utusan dewa.
Keturunan dari raja sebelumnya.
Membuktikan kemampuan melalui kemenangan militer.
Peradaban dan Kerajaan di Mesopotamia
Dikenal sebagai tempat lahirnya peradaban pertama. Kerajaan Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan Asyur.
Era Sumeria (4500 – 2270 SM)
Raja Etana: dianggap raja pertama.
Raja Gilgamesh: legendaris dari Uruk, dikenal melalui Epos Gilgamesh.
Raja Lugalzagesi: terakhir menyatukan Sumer, dikalahkan oleh Sargon dari Akkad.
Era Akkadia (2334 – 2154 SM)
Sargon Agung: pendiri Kekaisaran Akkadia.
Anak-anak Sargon: Rimush dan Manishtushu melanjutkan pemerintahan, Naram-Sin mengklaim sebagai dewa.
Era Neo-Sumeria / Dinasti Ur III (2112 – 2004 SM)
Ur-Nammu: pendiri Dinasti Ketiga Ur, menyusun Kode Ur-Nammu.
Shulgi: penerus Ur-Nammu dengan reformasi.
Era Babilonia Lama (1894-1595 SM)
Hammurabi: menyusun Kode Hammurabi.
Era Kassit & Babilonia Tengah (1595-1155 SM)
Pemerintahan Kassit: periode kekuasaan bangsa Het.
Era Asyur (2000 -609 SM)
Ashurnasirpal II: raja penakluk
Tiglat-Pileser III: memperkuat militer.
Sargon II: membangun ibu kota Dur-Sharrukin.
Sennacherib: menghancurkan Babilonia.
Ashurbanipal: raja terakhir besar, mengumpulkan perpustakaan.
Era Neo-Babilonia (626-539 SM)
Nabopolassar: mendirikan Dinasti Neo-Babilonia.
Nebukadnezar II: membangun Menara Babel.
Nabonidus: raja terakhir, dikenal karena minat pada arkeologi dan agama.
Hubungan Politik dan Agama
Raja sebagai wakil dewa pelindung kota, bertanggung jawab atas ekonomi dan keamanan. Pendeta mengelola kegiatan keagamaan.