Rangkuman Materi Magisterium Gereja

Magisterium Gereja

/

Pengertian Magisterium

Magisterium berasal dari bahasa Latin "Magister" yang berarti guru atau pembimbing. Dalam Gereja Katolik, Magisterium diartikan sebagai wewenang kuasa mengajar Gereja. Kewenangan ini diberikan kepada para Uskup yang dipimpin oleh Uskup Roma (Paus).

Tugas Magisterium

Magisterium bertugas untuk:

  • Mengajar dan menafsirkan Kitab Suci dan Tradisi.

  • Membuat pernyataan resmi mengenai autentikasi tradisi-tradisi tersebut. (KGK 85)

Contoh Kasus yang Membutuhkan Magisterium

  • Perselisihan antara para murid: Apakah orang non-Yahudi bisa masuk Kristen juga?

  • Apakah Injil Barnabas dan Injil Yudas masuk dalam daftar Injil Kitab Suci?

  • Apakah Yesus hanya sebagai manusia?

  • Apakah Yesus hanya sebagai Allah?

  • Apakah kita perlu menerima kaum LGBT?

  • Apakah kita diizinkan untuk aborsi?

  • Apakah kita diizinkan untuk menerapkan hukuman mati?

Kewenangan Uskup dalam Menafsirkan Kitab Suci

Para Uskup diberi kewenangan untuk menafsirkan berdasarkan isi Kitab Suci yang diinspirasi oleh Roh Kudus. Hal ini penting karena jika semua orang diberi kewenangan menafsirkan sendiri, akan timbul kebingungan dan perbedaan pendapat.

Nilai Positif Magisterium

  • Umat semakin mengenal dan memahami Kitab Suci dan Tradisi.

  • Kitab Suci dan Tradisi menjadi pedoman hidup.

  • Umat dapat menghayati dengan sungguh-sungguh Kerajaan Allah yang diwartakan oleh Yesus.

Magisterium Melayani Sabda Allah

Magisterium tidak berada di atas sabda Allah. Sebaliknya, Magisterium itu sendiri terinspirasi dari Kitab Suci atau sabda Allah. Dengan kata lain, Magisterium melayani sabda Allah supaya mudah dipahami oleh semua umat. Isaiah 58:6

Infalibilitas Magisterium

Ajaran yang disampaikan oleh para Uskup dan Paus tidak dapat sesat karena berasal dari Allah dan harus menyangkut iman dan moral. Ciri Magisterium yaitu infalibilitas atau tidak dapat sesat.

4 Syarat Magisterium

  1. Ajaran itu harus menyangkut iman dan moral.

  2. Harus bersifat ajaran otentik, artinya jelas dikemukakan dengan kewibawaan Kristus.

  3. Dinyatakan dengan tegas atau definitif (tidak bisa diganggu gugat).

  4. Disepakati bersama. Ibrani 6:19 We have this hope as an anchor for the soul, firm and secure.

Refleksi

Tulislah refleksi berdasarkan teks Kitab Suci yang kamu pilih! Ibrani 6:19 We have this hope as an anchor for the soul, firm and secure.
Matius 6:8 dan Micah 6:8