Geography
Berikut adalah rangkuman dari halaman materi Bab 2: Memahami Bencana Alam:
1. Pengertian dan Klasifikasi Bencana
Bencana tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga menyebabkan dampak psikologis/kejiwaan. Bencana dapat terjadi secara mendadak atau perlahan.
Bencana Alam: Disebabkan oleh peristiwa alam (misal: gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor).
Bencana Non-Alam: Disebabkan oleh peristiwa non-alam (misal: gagal teknologi, epidemik, bencana kelaparan, wabah penyakit).
Bencana Sosial: Disebabkan oleh interaksi/aksi manusia (misal: konflik sosial, teror).
2. Pandangan tentang Bencana
Konvensional: Menganggap bencana sebagai takdir/musibah yang harus diterima pasrah.
Ilmu Pengetahuan Alam: Menganggap bencana sebagai peristiwa alamiah murni (geofisik, geologi, hidrometeorologi) tanpa kaitan dengan manusia.
Ilmu Terapan: Berfokus pada teknis/konstruksi untuk memperkecil tingkat kerusakan fisik.
Progresif: Bencana dianggap sebagai bagian dari proses pembangunan yang perlu dikelola.
Ilmu Sosial: Berfokus pada tanggapan, kerentanan, dan kesiapan masyarakat menghadapi bahaya (hazard).
Holistik: Menggabungkan analisis bahaya, kerentanan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
3. Komponen dan Jenis-Jenis Bahaya (Hazards)
Bencana dipengaruhi oleh komponen hazard (bahaya), vulnerability (kerentanan), capacity (kapasitas), dan risk (risiko).
Berdasarkan PBB (UN-ISDR), bahaya dibagi menjadi 5 kelompok:
Bahaya Beraspek Geologi: Berkaitan dengan pergeseran lempeng bumi, pembentukan gunung api, pegunungan, patahan, serta gempa bumi.
Bahaya Beraspek Hidro-meteorologi: Berkaitan dengan kondisi cuaca, iklim, dan fisik wilayah (misal: banjir, kekeringan, angin topan, gelombang pasang).
Bahaya Beraspek Biologi: Berkaitan dengan persebaran hama dan penyakit.
Bahaya Beraspek Teknologi: Berkaitan dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bahaya Beraspek Lingkungan: Berkaitan dengan kelalaian atau ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan.
4. Jenis dan Karakteristik Bencana Alam
a. Banjir:
Melimpasnya aliran air sungai melampaui kapasitas alur.
Terbagi menjadi: banjir lokal, banjir kiriman, banjir bandang (flash flood), dan banjir rob.
b. Kekeringan:
Ketersediaan air jauh di bawah kebutuhan.
Terdiri dari: kekeringan alamiah, kekeringan hidrologis, dan kekeringan pertanian.
Di Indonesia sering dipicu oleh fenomena El Nino.
c. Kebakaran Hutan:
Sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia (pembukaan lahan) atau faktor alam/kelalaian.
Menyebabkan asap/kabut yang dapat menyebar hingga ke negara tetangga.
d. Tanah Longsor:
Gerakan massa tanah/batuan menuruni lereng akibat terganggunya kestabilan lereng.
Sering dipicu oleh hujan deras/badai durasi lama.
e. Gempa Bumi:
Getaran kerak bumi akibat tumbukan antarlempeng (gempa tektonik), aktivitas gunung api (gempa vulkanik), atau runtuhan (gempa terban).
f. Tsunami:
Gelombang laut besar akibat gempa tektonik dasar laut, erupsi vulkanik, atau longsoran.
Kecepatan gelombang berbanding lurus dengan kedalaman laut. Gempa tektonik M > 6{,}0 SR berpotensi menimbulkan tsunami.
g. Letusan Gunung Api:
Memuntahkan material padat, cair, dan gas.
Bahaya Primer (langsung): Awan panas (pyroclastic flow), lontaran batu/pijar, hujan abu, lava.
Bahaya Sekunder (ikutan): Banjir lahar hujan/bebatuan akibat endapan material di puncak/lereng terbawa air.