US PPKn Kelas 9 (copy)

PERUMUSAN DAN PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

  • 8 Maret 1942: Indonesia menjadi wilayah pendudukan Jepang setelah Perjanjian Kalijati.
  • Semboyan "Tiga A": Jepang Pelindung Asia, Pemimpin Asia, Cahaya Asia.
  • 1944: Jepang terdesak dalam Perang Pasifik.
  • 17 September 1944: Perdana Menteri Jepang (Koiso) menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia.
  • 1 Maret 1945: BPUPKI (Dokuritsu Junbi Chosakai) dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan.
    • Ketua: K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat
    • Ketua Muda: Ichibangase Yoshio (Jepang)
    • Ketua Muda: Raden Pandji Soeroso (Indonesia)
  • 29 April 1945: Pelantikan anggota BPUPKI (62 orang + 7 orang Jepang).
  • Sidang BPUPKI:
    • Sidang Pertama (29 Mei-1 Juni 1945): Pembahasan Pancasila.
    • Sidang Kedua (10-17 Juli 1945): Pembahasan rancangan UUD.

SIDANG PERTAMA BPUPKI

  • Lokasi: Gedung Chuo Sangi In, Jln. Pejambon 6, Jakarta (sekarang Gedung Pancasila).
  • Dimulai: 29 Mei 1945.
  • K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat menyatakan perlunya dasar negara.
  • Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno mengajukan rumusan dasar negara.
    • Muhammad Yamin: Perikebangsaan, Perikemanusiaan, Periketuhanan, Perikerakyatan, Kesejahteraan rakyat.
    • Soepomo: Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, Keadilan rakyat.
    • Soekarno: Nasionalisme, Internasionalisme, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan YME.
  • Rumusan Muhammad Yamin (tertulis):
    • Ketuhanan Yang Maha Esa.
    • Kebangsaan persatuan Indonesia.
    • Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
    • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
    • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Soepomo menekankan persatuan seluruh lapisan masyarakat.
  • Soekarno mengkritik perdebatan tentang hal-hal kecil dan menekankan pentingnya kemerdekaan.
  • Filosofi Pancasila menekankan kesetaraan dalam keberagaman.
  • 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
  • Trisila (Ringkasan Pancasila):
    • Sosio-nasionalisme (kebangsaan dan perikemanusiaan).
    • Sosio-demokrasi (demokrasi dan kesejahteraan).
    • Ketuhanan.
  • Ekasila (Perasan Trisila): Gotong Royong.

PIAGAM JAKARTA

  • Panitia kecil BPUPKI dibentuk, dipimpin oleh Soekarno.
  • Rapat dengan 38 anggota BPUPKI di Kantor Besar Djawa Hokokai.
  • Pembentukan Panitia Sembilan untuk membahas usulan dasar negara.
  • 22 Juni 1945: Panitia Sembilan mencapai kesepakatan di kediaman Soekarno.
  • Rancangan pembukaan hukum dasar: Mukadimah (Soekarno), Piagam Jakarta (M. Yamin), Gentlemen's Agreement (Sukiman Wirjosandjojo).
  • Rumusan Dasar Negara dalam Piagam Jakarta:
    • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
    • Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    • Persatuan Indonesia.
    • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
    • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

SIDANG KEDUA BPUPKI

  • Panitia Sembilan melaporkan hasil rumusan dasar negara.
  • Pembentukan 3 kepanitiaan: hukum dasar, ekonomi, bela negara.
  • Soekarno mengetuai panitia hukum dasar.
  • 14 Juli 1945: Soekarno menyampaikan rancangan undang-undang dasar.

PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

  • 7 Agustus 1945: BPUPKI dibubarkan, digantikan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai).
  • 8 Agustus: Soekarno, Mohammad Hatta, dan K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat bertemu Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam.
  • Jepang berjanji memberikan kemerdekaan pada 24 Agustus 1945.
  • PPKI beranggotakan 21 orang, kemudian ditambah menjadi 27 orang.
  • Soekarno: Ketua PPKI
  • M. Hatta: Wakil Ketua PPKI
  • 14 Agustus 1945: Jepang menyerah kepada Sekutu.
  • Golongan muda mendesak proklamasi kemerdekaan tanpa melalui PPKI.
  • Peristiwa Rengasdengklok.
  • Disepakati proklamasi dilaksanakan pada 17 Agustus 1945.
  • Menjelang Proklamasi, M. Hatta menerima keberatan terkait kalimat dalam Piagam Jakarta.
  • Kalimat diubah menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa."
  • 18 Agustus 1945: PPKI mengesahkan dasar negara (Pancasila) serta menetapkan UUD 1945 dan membentuk KNIP.

KOMITMEN PARA PENDIRI NEGARA

  • Komitmen: Ikrar untuk merumuskan dasar negara dengan sebaik-baiknya.
  • Nilai-nilai komitmen pendiri bangsa:
    • Semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme.
    • Rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia.
    • Pantang menyerah.
    • Aktif mencapai cita-cita bangsa.
    • Menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
    • Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.
    • Mengedepankan musyawarah.
    • Menghargai pendapat orang lain.
    • Tidak memaksakan pendapat.
  • Komitmen kebangsaan diwujudkan melalui peran serta dalam berbagai bidang.

NILAI SEMANGAT PARA PENDIRI NEGARA

  • Nasionalisme: Paham kebangsaan yang mengandung kesadaran dan semangat cinta tanah air.
    • Nasionalisme Sempit/Chauvinisme: Cinta berlebihan terhadap bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
    • Nasionalisme Luas: Cinta terhadap bangsa dan negara tanpa memandang rendah bangsa lain.
  • Patriotisme: Cinta tanah air dan rela berkorban untuk mempertahankan bangsa.

NORMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

  • Norma: Aturan yang disepakati sebagai pedoman kontrol sosial dalam masyarakat.
  • Types of Norma:
    • Agama: Bersumber dari hukum agama, mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
    • Kesopanan: Bersumber dari tata kelakuan atau tata krama kebiasaan dalam masyarakat, bersifat kedaerahan.
    • Kesusilaan: Berkaitan dengan bisikan kalbu dan suara hati nurani, mengarahkan manusia pada kebaikan.
    • Hukum: Bersumber dari peraturan yang dibuat oleh pemerintah, bersifat lebih tegas.
  • Levels of Norma:
    • Cara/Usage: Light teguran.
    • Kebiasaan/Folkways: Harsher teguran.
    • Tata Kelakuan/Mores: Punish/Jail time.
    • Adat Istiadat/Custom: Denial from the clan/suku.

PERILAKU SESUAI DENGAN NORMA

  • Lingkungan Sekolah:
    • Mematuhi tata tertib sekolah.
    • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
    • Mendengarkan dan mematuhi perintah guru.
    • Mencium tangan guru.
    • Melaksanakan piket.
    • Mengerjakan ulangan dengan jujur.
  • Lingkungan Rumah:
    • Menghormati orang tua.
    • Melakukan kewajiban agama.
    • Membantu pekerjaan rumah.
    • Menaati peraturan rumah.
  • Lingkungan Masyarakat:
    • Mengucapkan permisi.
    • Saling menghargai dan tolong-menolong.
    • Berperilaku ramah dan menjaga tutur bahasa.
    • Bergaul dan memperlakukan orang lain dengan baik.
    • Mematuhi keputusan bersama.
    • Menghindari perbuatan melanggar hukum.
    • Menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

PENGESAHAN UUD NRI TAHUN 1945

  • 7 Agustus 1945: BPUPKI dibubarkan, digantikan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai).
  • Tugas PPKI:
    • Meresmikan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945.
    • Mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari Jepang kepada Indonesia.
  • 18 Agustus 1945: PPKI mengesahkan rancangan undang-undang dasar.
  • Sidang Pertama PPKI menghasilkan keputusan:
    • Mengesahkan UUD 1945.
    • Memilih Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden.
    • Membentuk KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).
  • Perubahan pada UUD 1945:
    • "Hukum dasar" menjadi "undang-undang dasar".
    • "Muqaddimah" menjadi "Pembukaan".
    • Perubahan pada rumusan Pancasila sila pertama.
    • Perubahan pada pasal-pasal rancangan UUD.
  • UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan.
  • Pembukaan UUD 1945 memuat prinsip-prinsip pokok kenegaraan.
  • Batang Tubuh UUD 1945 terdiri atas bab, pasal, ayat, aturan peralihan, dan aturan tambahan.
  • Penjelasan UUD 1945 memuat tujuh kunci pokok sistem pemerintah negara.

ARTI PENTING UUD NRI TAHUN 1945

  • UUD 1945 memiliki kedudukan paling tinggi dan fundamental.
  • Semua peraturan perundang-undangan di Indonesia harus berpedoman pada UUD 1945.
  • Kepatuhan kepada UUD 1945 harus dipupuk dan dikembangkan.
  • Pokok-pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 meliputi suasana kebatinan negara Indonesia.
    • Pokok pikiran 1: sila ke-3 (persatuan).
    • Pokok pikiran 2: sila ke-5 (keadilan sosial).
    • Pokok pikiran 3: sila ke-4 (kedaulatan rakyat).
    • Pokok pikiran 4: sila ke-1 dan 2 (Ketuhanan YME dan kemanusiaan).
  • Alinea pertama: Menjelaskan arti penting dari kemerdekaan, penjajahan harus dihapuskan.
  • Alinea kedua: Perjuangan kemerdekaan telah sampai pada tingkat yang menentukan.
  • Alinea ketiga: Kemerdekaan adalah rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
  • Alinea keempat: Merincikan prinsip-prinsip serta pokok-pokok kaidah pembentukan pemerintahan Indonesia.
  • Kedudukan UUD 1945:
    • Mengikat terhadap pemerintah, lembaga negara, masyarakat, dan warga negara.
    • Berisi norma-norma sebagai dasar dan garis besar hukum.
    • Merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi).
    • Sebagai alat kontrol.
  • Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dan Proklamasi 17 Agustus 1945
    • Pernyataan proklamasi ditetapkan pada alinea ketiga Pembukaan UUD 1945.
    • Pembukaan UUD 1945 ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.
    • Hal-hal yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 merupakan amanat dari seluruh rakyat Indonesia.

KEBERAGAMAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

  • Bhinneka Tunggal Ika: Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
  • Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia:
    • Letak strategis Indonesia.
    • Keadaan geografis.
    • Perbedaan kondisi iklim.
    • Sikap terbuka masyarakat Indonesia.
  • Unsur-unsur Kebudayaan:
    • Mata pencaharian.
    • Sistem kemasyarakatan.
    • Sistem teknologi.
    • Bahasa.
    • Kesenian.
    • Pengetahuan.
    • Religi.
  • Ras: Sekumpulan manusia yang memiliki kesamaan ciri fisik bawaan.
    • Ras Malayan Mongoloid berada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan NTB.
    • Ras Melanosoid yang terdapat di Maluku, NTT, dan Papua.
    • Ras Asiatik Mongoloid, seperti etnis Tionghoa, Jepang dan Korea yang tinggal menyebar di seluruh Indonesia.
    • Ras Kaukasoid yang terdiri dari keturunan orang India Timur Tengah, Amerika, dan Eropa.

BENTUK-BENTUK KERJA SAMA

  • Kerja Sama: Kegiatan atau usaha yang dilakukan beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama.
  • Gotong Royong: Cerminan kerja sama antarwarga negara yang sesuai dengan kultur dan kepribadian bangsa.
  • Tujuan pembangunan nasional yg ada di Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat:
    • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
    • Memajukan kesejahteraan umum.
    • Mencerdaskan kehidupan bangsa.
    • Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  • Bentuk-Bentuk Kerja Sama:
    • Gotong Royong Berburu dan Mengumpulkan Makanan.
    • Gotong Royong Bercocok Tanam.
    • Gotong Royong Membangun Rumah.
    • Kerja Sama dalam Kehidupan Sosial Politik.
    • Kerja Sama dalam Kehidupan Ekonomi.
    • Kerjasama dalam Bidang Kehidupan Pertahanan dan Keamanan Negara.

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA

  • Nilai-Nilai Pancasila:
    • Ketuhanan Yang Maha Esa.
    • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
    • Persatuan Indonesia.
    • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.
    • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  • Membiasakan Diri Berperilaku Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila:
    • Lingkungan Keluarga.
    • Lingkungan Sekolah.
    • Lingkungan Masyarakat.
    • Lingkungan Berbangsa dan Bernegara.

KEDUDUKAN DAN FUNGSI UUD NRI TAHUN 1945

  • PEMBUKAAN UUD NRI 1945: Kedudukan
    • Pembukaan sebuah konstitusi = norma2 dasar yang memperkuat daya ikat pasal-pasal dalam konstitusi
    • Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 berkedudukan sebagai Tertib Hukum Indonesia (sejak 18 Agustus 1945)
  • PEMBUKAAN UUD NRI 1945: Kaidah Negara yg Fundamental
    • Sidang Tahunan MPR RI 1999 = bersepakat utk tdk mengubah Pembukaan UUD NRI 1945 karena dipandang sudah final
  • KEDUDUKAN UUD NRI 1945
    • Semua hukum hrs dilandasi dan bersumber pada UUD. Dengan demikian UUD menjadi hukum dasar.
  • SISTEMATIKA UUD NRI 1945
    • Pembukaan = 4 alinea pasal: Sebelum - Setelah Perubahan
  • SIFAT UUD NRI 1945
    • Singkat, aturan2 pokok/hal2 pokok tentang penyelenggaraan negara
    • Rigid, hukum tertinggi dan memerlukan cara khusus dan istimewa untuk merubahnya
    • Tertulis, rumusan UUD tercantum jelas dan menjadi sumber hukum yang mengikat seluruh warga Indonesia
    • Supel, isi yg dpt dikembangkan jika diperlukan dan sdh dilakukan 4x perubahan/amandemen pd thn 1999-2002
  • FUNGSI UUD NRI 1945
    • Sebagai hukum dasar, UUD adalah sumber hukum tertulis
    • Sebagai alat kontrol, menjadi pengontrol atas kesesuaian antara norma hukum yg lebih rendah dan yg lebih tinggi

TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

  • UUD bersifat mengikat terhadap pemerintah, setiap lembaga negara, masyarakat, dan setiap warga negara Indonesia.
  • Berisi norma-norma sebagai sebuah dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara yang harus dilaksanakan dan ditaati.
  • UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi).
  • Sebagai alat kontrol, yaitu mengontrol apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945.

KEBANGKITAN NASIONAL

  • Kebangkitan nasional merupakan bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan RI
  • Latar Belakang:
    • Politik Etis
    • Penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat pribumi
  • Organisasi Pergerakan:
    • Budi Utomo.
    • Sarekat Islam.
    • Indische Partij.
  • Perbedaan Perjuangan Indonesia Sebelum dan Sesudah Tahun 1908
    • SEBELUM 1908 Dipimpin raja atau bangsawan dan tokoh agama.

SEMANGAT DAN KOMITMEN KEBANGSAAN

  • Nasionalisme Paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara.
  • Patriotisme: Sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya serta semangat cinta tanah air
  • Sikap komitmen kebangsaan:
    • Takwa terhadap TYME.
    • Jiwa nasionalisme & Patriotisme.
    • Memiliki harga diri sebagai bangsa yang merdeka.
    • Jiwa persatuan dan kesatuan.
  • Devide et Impera
    • Merupakan kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang dilakukan oleh Belanda.
  • Kerja Paksa Zaman Belanda dan Jepang
    • HW Daendels -> Kerja Paksa (Jalan Raya Anyer Panjang) Van den Bosch -> Tanam Paksa
  • Organisasi politik pertama di Indonesia
    • Pada masa pergerakan nasional yang bermula sekitar awal abad ke-20, muncul kesadaran atas pentingnya persatuan rakyat dan pergerakan yang terorganisir.

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA

  • Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
    • MASA AWAL KEMERDEKAAN 1945-1950
    • MASA IDEOLOGI LIBERAL (1950-1959)
    • MASA DEMOKRASI TERPIMPIN / ORDE LAMA 1959-1966
    • MASA ORDE BARU 1966-1998
    • MASA REFORMASI 1998-SEKARANG
  • Nilai-nilai Pancasila sesuai dengan Perkembangan Zaman
  • PENGERTIAN NILAI
  • HAKIKAT IDEOLOGI TERBUKA
  • KEDUDUKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
  • BIDANG POLITIK
  • BIDANG EKONOMI
  • BIDANG SOSIAL BUDAYA
  • BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN

PEMBUKAAN UUD NRI 1945

  • Makna alinea Pembukaan UUD NRI Th 1945.
  • POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD NRI 1945
  • SIKAP POSITIF TERHADAP POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UUD NRI Tahun 1945

KEDAULATAN NKRI

  • HAKIKAT DAN TEORI kedaulatan PENGERTIAN
  • BENTUK DAN PRINSIP KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
  • DINAMIKA PERWUJUDAN KEDAULATAN NKRI
  • Demokrasi Parlementer (1945-1959)
  • Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
  • Demokrasi Pancsila ordr baru dan masa refoamsi
  • PERKEMBANGAN SISTEM PEMERINTAHAN DI NRI
  • Sistem Parlementer
  • Sistem Parlementer Semu
  • Sistem Presidensial
  • LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA
  • HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NEGARA

PERSATUAN & KEBERAGAMAN

  • PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN
    • BHINNEKA TUNGGAL IKA
    • WAWASAN NUSANTARA
  • PERMASALAHAN KEBERAGAMAN
    • BENTUK KEBERAGAMAN DI INDONESIA
    • PENYEBAB KONFLIK DLM MASYARAKAT
    • SIKAP YANG MENDORONG KONFLIK
    • AKIBAT KONFLIK
    • UPAYA MENYELESAIKAN MASALAH KEBERAGAMAN

HARMONI KEBERAGAMAN

  • Harmoni Keberagaman Di Indonesia
  • Kebaragaman Masyarakat Indonesia (Social, Ekonomi, Gender)
  • Persamaan Kebudayaan
  • Permasalahan Keberagaman Ekonomi & Gender
  • Strategi Penyelesaian Permasalahan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

BELA NEGARA

  • Hakikat bela negara dalam konteks NKRI
  • Perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
    • PERJUANGAN SECARA FISIK
    • PERJUANGAN SECARA DIPLOMASI
  • Ancaman terhadap keutuhan NKRI
    • HAKIKAT ANCAMAN
    • ANCAMAN IPOLEKSOSBUDHANKAM.
    • ANCAMAN GLOBALISASI
    • ANCAMAN BERGESERNYA NILAI-NILAI ETIKA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
  • Semangat dan Komitmen Persatuan dan Kesatuan Nasional dalam mengisi dan mempertahankan NKRI