Perubahan Masyarakat Indonesia akibat Kolonialisme dan Imperialisme Bangsa Eropa

Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1) Aspek Geografis

Dalam aspek geografi, kedatangan bangsa-bangsa Eropa menimbulkan berbagai perubahan, antara lain sebagai berikut.

a) Pemanfaatan jalur laut atau perairan untuk kegiatan perdagangan, terutama dengan bangsa-bangsa asing.

b) Pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan perdagangan, seperti kota pelabuhan dan jalan yang menghubungkan kota pelabuhan dengan daerah-daerah pedalaman. Contohnya, jalan Anyer-Panarukan di Pulau Jawa.

c) Pembangunan perkebunan tanaman komoditas ekspor, seperti kopi, tebu, tembakau, dan teh.

d) Pengenalan program transmigrasi atau perpindahan penduduk yang bertujuan mengisi kekurangan tenaga kerja di perkebunan-perkebunan baru.

2) Aspek Politik

Perubahan dalam aspek politik sebagai dampak kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa antara lain sebagai berikut.

a) Kekuasaan penguasa lokal terhadap wilayahnya terbatas secara de jure (hukum). Secara de facto (kenyataan), banyak wilayah dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa pendatang atau pemerintah kolonial pada masa tersebut. Contohnya, kekuasaan dalam penentuan pergantian takhta, pengangkatan pejabat pemerintahan, atau pembuatan suatu kebijakan.

b) Pembentukan struktur organisasi birokrasi. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, terdapat struktur birokrasi di bawah gubernur jenderal yang meliputi gubernemen dan provinsi (provincie, dipegang oleh orang Belanda), karesidenan (dipegang oleh orang Belanda atau orang Eropa), kabupaten (afdeling dan regentschappen, wilayah tertinggi yang dapat dipegang oleh orang pribumi), kawedanan, kecamatan, dan desa.

3) Aspek Ekonomi

Dalam aspek ekonomi, perubahan yang terjadi antara lain sebagai berikut

a) Makin beragamnya aktivitas ekonomi masyarakat seiring meningkatnya perdagangan internasional dengan bangsa asing.

b) Pengenalan sistem upah, kontrak kerja, dan pajak.

) Pengenalan sistem perkebunan besar untuk komoditas ekspor. c

d) Pembangunan fasilitas pendukung pertanian dan perkebunan, seperti bendungan dan sistem irigasi, jalur kereta api, jalan raya, serta pabrik pengolahan.

e) Penanaman modal asing.

4) Aspek Sosial dan Budaya

Dalam aspek sosial dan budaya, perubahan yang terjadi pada masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut.

a) Dalam masyarakat, muncul kelompok masyarakat berdasarkan golongan, yakni kelompok masyarakat Eropa, masyarakat Timur Asing (Tionghoa, India, dan Arab), dan masyarakat pribumi.

b) Terjadi akulturasi antara tradisi lokal dengan budaya Barat, misalnya kebudayaan Indis (penggabungan kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Belanda).

c) Lunturnya tradisi kerajaan lokal akibat campur tangan bangsa asing.

5) Aspek Pendidikan

Perubahan dalam aspek pendidikan sebagai dampak kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia antara lain sebagai berikut.

a) Pendirian lembaga pendidikan model Barat yang memberikan alternatif pendidikan selain pendidikan tradisional dan pendidikan keagamaan. Contohnya, model sekolah negeri Belanda sebagai bagian dari penerapan kebijakan politik etis atau politik balas budi.

b) Terbukanya peluang pendidikan yang lebih besar bagi orang pribumi sehingga meningkatkan kualitas masyarakat.

c) Munculnya kaum terpelajar yang kemudian menjadi penggerak tumbuhnya nasionalisme bangsa Indonesia.

Politik etis adalah kebijakan yang diarahkan untuk meletakkan seluruh Kepulauan Indonesia di bawah kekuasaan Belanda secara nyata dan untuk mengembangkan negeri dan bangsa di wilayah tersebut ke arah pemerintahan sendiri di bawah pimpinan Negara Belanda menurut model Barat. Politik etis mencakup berbagai segi, antara lain kesadaran akan panggilan moral untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Hindia Belanda (Indonesia); meletakkan wilayah Hindia Belanda di bawah kekuasaan Belanda yang efektif agar dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat; mengakhiri pemindahan batig saldo (surplus anggaran belanja) dari Hindia Belanda ke Negeri Belanda sehingga mengakhiri eksploitasi rakyat Hindia Belanda; dan mengupayakan agar orang Indonesia berhubungan dengan budaya dan pendidikan Barat. Politik etis dicanangkan sebagai tanggapan atas kritikan tokoh-tokoh Belanda terhadap eksploitasi berlebihan rakyat Indonesia oleh pemerintah Belanda.