Ringkasan Materi Wilayah NKRI

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

A. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  • Konvensi Montevideo (1933): Syarat negara diakui:
    • Deklaratif: Pengakuan negara lain.
    • Konstitutif: Rakyat, wilayah, pemerintahan berdaulat.
  • Pendirian Indonesia dibahas dalam sidang BPUPKI II.
1. Usulan Wilayah Indonesia
  • Muhammad Yamin: Hindia Belanda (termasuk Papua).
  • Muhammad Hatta: Tidak termasuk Papua, termasuk Borneo Utara dan Malaya.
  • Soekarno: Sepakat dengan M. Yamin (Sumatra sampai Papua).
2. Penetapan Wilayah Indonesia
  • Tiga pilihan:
    • Seluruh Hindia Belanda.
    • Seluruh Hindia Belanda + Malaya, Borneo Utara, Timor, Papua.
    • Seluruh Hindia Belanda + Malaya dan Borneo Utara.
  • Hasil: 39 orang memilih pilihan no. 2.
3. Batas Wilayah NKRI
  • Terdiri dari 34 Provinsi (sekarang 38). Total 13.466 pulau.
  • Luas daratan: 1.922.570 km21.922.570 \text{ km}^2
  • Luas perairan: 3.257.483 km23.257.483 \text{ km}^2
  • Letak astronomis: 6LU11LS6^\circ \text{LU} - 11^\circ \text{LS} dan 95BT141BT95^\circ \text{BT} - 141^\circ \text{BT}

B. Indonesia sebagai Sebuah Negara Kesatuan

1. Negara Federasi
  • Negara-negara bergabung membentuk kerjasama efektif dan efisien.
2. Negara Kesatuan
3. Usulan Bentuk Negara
  • Mr. Soepomo: Negara Kesatuan.
  • Moh. Hatta: Negara federal atau serikat.
  • Moh. Yamin dan Soekarno: Negara kesatuan.
4. Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Pasal 1 ayat 1 UUD NRI Tahun 1945: Indonesia sebagai negara kesatuan.
  • Pasal 37 ayat 5 UUD NRI Tahun 1945: Bentuk negara NKRI tidak dapat diubah.
5. Makna Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Strategis secara politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan geografis.
  • Negara kesatuan berbentuk republik.
  • Negara kepulauan bercirikan Nusantara dengan batas dan hak ditetapkan UU.
  • Dibagi atas provinsi, kabupaten, dan kota dengan pemerintahan daerah.
  • Didirikan untuk mewujudkan negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

C. Persatuan dan Kesatuan Indonesia

  • Tujuan: Menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
  • Langkah-langkah:
    1. Data tantangan persatuan dalam keberagaman.
    2. Identifikasi upaya generasi muda memperkuat persatuan.
    3. Bagikan hasil diskusi dan buat komitmen bersama.
  • Sejarah: Perpecahan dan kedaerahan penghambat persatuan.
  • Mempertahankan persatuan dan kesatuan adalah tanggung jawab semua.
1. Pengertian Persatuan dan Kesatuan
  • Persatuan: Bersatunya keanekaragaman menjadi kebulatan utuh dan serasi. Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa di wilayah Indonesia.
2. Prinsip-prinsip Persatuan dan Kesatuan Bangsa
  • Bhinneka Tunggal Ika, Nasionalisme, Kebebasan Bertanggung jawab, Persatuan Pembangunan.
3. Wawasan Nusantara sebagai Visi NKRI
  • Cara pandang bangsa terhadap rakyat, bangsa dan NKRI meliputi darat, laut, dan udara.
4. Semangat Persatuan dan Kesatuan Indonesia
  • Wujud nyata: Buku paket hal 120.
5. Manfaat Persatuan dan Kesatuan bagi Bangsa Indonesia
  • Buku paket hal 121.

D. Karakteristik Daerah Tempat Tinggal dalam Perjuangan Berdirinya dan Mempertahankan NKRI

  • Kebangkitan Nasional 1908 dan Sumpah Pemuda 1928 menumbuhkan persatuan.
  • Kondisi NKRI dibagi 4 fase: Awal kemerdekaan, UUD RIS (1945), UUDS 1950, dan sekarang.
  • Lebih dari 280 juta jiwa. Potensi besar untuk maju.
  • Pemerintah pusat menyerahkan urusan pemerintahan ke daerah otonom.
Hak Pemerintah Daerah
  • Mengatur dan mengurus pemerintahan sendiri.
  • Memiliki pimpinan daerah.
  • Mengelola aparatur daerah.
  • Mengelola kekayaan daerah.
  • Memungut pajak dan retribusi daerah.
  • Mendapatkan bagi hasil SDA dan sumber daya lain.
  • Mendapatkan sumber pendapatan lain yang sah.
Kewajiban Pemerintah Daerah
  • Melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan NKRI.
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  • Mengembangkan demokrasi.
  • Mewujudkan keadilan dan pemerataan.
  • Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan.
Dampak Otonomi Daerah (Sejak 1 Jan 2001)
  • Pembangunan makin giat di daerah.
  • Pemilukada sebagai pelaksanaan demokrasi.
  • Investor dalam dan luar negeri masuk daerah.
  • Pemerataan pembangunan SDM.
  • Pendapatan daerah meningkat dari pajak, retribusi, bea, tarif, dan bagi hasil tambang.
Arti Penting Keberadaan Daerah bagi NKRI
  • Unsur pembentukan NKRI.
  • Mempercepat kemajuan NKRI.
  • Karakteristik daerah berkembang optimal.

E. Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Indonesia

  • Semangat persatuan dan kesatuan nasional adalah senjata ampuh.
  • Contoh:
    • Pertempuran Surabaya (10 Nov 1945).
    • Pertempuran Ambarawa (15 Des 1945).
    • Pertempuran Medan Area (13 Okt 1945).
    • Bandung Lautan Api (13 Okt 1945).
    • Pertempuran Margarana (20 Nov 1946).
    • Peristiwa Merah-Putih di Manado (14 Feb 1946).
    • Pertempuran Sulawesi Selatan (24 Des 1945).
    • Pertempuran Merah Putih di Biak (14 Maret 1946).
  • Setiap warga negara wajib membela dan menjaga keamanan negara.
Ketentuan Hukum tentang Pembelaan Negara
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat (1) - (5).
  • UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.
  • UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
  • UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Usaha Mempertahankan NKRI
  • Pendidikan Dasar Kewarganegaraan.
  • Pelatihan Kemiliteran secara wajib.
  • Pengabdian sebagai Prajurit (TNI) secara sukarela atau wajib.
  • Pengabdian sesuai profesi.