wawasan dunia klasik
Page 1: Sejarah Pemikiran Wawasan Dunia
Pemikiran Yunani Klasik: Merupakan fondasi bagi banyak pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Barat.
Page 2: Kepercayaan di Indonesia
Mayoritas orang Indonesia percaya kepada Tuhan.
Pancasila: Menyebut sila pertama sebagai "Ketuhanan yang Maha Esa".
Sebagai konsekuensi, setiap orang Indonesia diharuskan memilih salah satu agama dan mencantumkannya pada KTP.
Page 3: Relevansi Wawasan Dunia
Wawasan dunia penting untuk memahami berbagai aspek kehidupan manusia dan hubungan sosial.
Page 4: Definisi Wawasan Dunia
Definisi: "A worldview is a commitment..." (James W. Sire, p.141).
Menyatakan bahwa wawasan dunia terdiri dari serangkaian asumsi yang terkait dengan realitas dan menyediakan fondasi untuk kehidupan.
Page 5: Dampak Pemikiran
Ide memiliki konsekuensi: Pemikiran kita berdampak pada tindakan dan kehidupan. Contoh: Konsepsi tentang musuh dapat mempengaruhi hubungan sosial.
Kebenaran tetap berada terlepas dari perasaan kita tentangnya.
Page 6: Isu Terkini dalam Wawasan Dunia
Isu yang diperdebatkan:
Apa itu manusia?
Apa itu menikah?
Apa artinya bahagia?
Apa artinya kesenangan?
Page 7: Berita Video terkini
TRTWORLD: British tourist bites a vendor.
Page 8: Definisi Ulang Wawasan Dunia
Sama dengan definisi pada Page 4, menekankan komitmen dan presuppositions dalam memahami realitas.
Page 9: Pertanyaan Besar Kehidupan
Apakah Tuhan itu ada?
Siapakah atau apakah manusia itu?
Mengapa terjadi kejahatan dan penderitaan?
Apa makna sejarah manusia dan tujuan hidup?
Page 10: Diskusi Pertanyaan Kehidupan
Diskusikan jawaban dalam kelompok.
Identifikasi pandangan berbeda dan konsekuensi praktis dari pandangan tersebut.
Page 11: Hukum Logika
Hukum Non-Kontradiksi: Sesuatu tidak dapat benar dan salah pada saat yang sama dalam pengertian yang sama.
Page 12: Wawasan Dunia Klasik
Fokus pada pemikiran dan tradisi Yunani.
Page 13: Karakteristik
Bersifat filosofis dan keagamaan; mencakup banyak aspek kehidupan.
Page 14: Karakteristik Filsafat Kuno
Bangsa Yunani dikenal sebagai orang-orang jenius dan menghasilkan karya seni, filsafat, dan sastra yang besar.
Page 15: Penyebab Kemajuan Filsafat
Prosperitas ekonomi mengizinkan kelas terpelajar berkembang yang tertarik pada aktivitas budaya.
Page 16: Penyebab Lanjutan
Kemandirian politik di negara-kota Yunani memberi ruang untuk perdebatan intelektual.
Page 17: Ruang untuk Pandangan Alternatif
Tidak ada kasta agama dominan di masyarakat Yunani yang membatasi pendapat.
Page 18: Karakteristik Pemikiran Filsafat Kuno
Rasional Inquiry: Metode ilmiah dan pentingnya berpikir kritis, termasuk metode Socratic.
Tantangan terhadap kepercayaan tradisional.
Page 19: Dewa-dewa Yunani
Memperkenalkan pantheon dewa-dewa dalam kepercayaan Yunani.
Page 20: Dewa-Dewa yang Utama
Contoh Dewa: Zeus, Athena, Poseidon, dan lainnya.
Page 21: Sejarah Filsafat Yunani
Filsafat didorong oleh karakteristik kepercayaan serta mitologi Yunani.
Page 22: Perenungan atas Mitologi
Mitologi Yunani menimbulkan banyak pertanyaan mengenai sifat dewa dan realitas.
Page 23: Pemikiran Presokratik
Para filsuf awal, disebut natural philosophers, menyoroti prinsip dan sebab fenomena alami tanpa resmi mitos.
Page 24: Epistemologi Awal
Filsafat merupakan disiplin yang sangat kritis terhadap semua klaim kebenaran, mendorong perkembangan pemikiran.
Page 25: Spekulasi Metafisika
Pencarian "Arche" sebagai prinsip dasar dari segala sesuatu, pemahaman tentang kesatuan alam.
Page 26: Etika dalam Pemikiran Kuno
Menekankan pada ide keadilan, kebajikan, dan tujuan hidup yang berorientasi pada pengetahuan.
Page 27: Tragedi dan Komedi
Ekspresi kehidupan mencakup realitas kesedihan dan kebahagiaan, mencerminkan kemanusiaan.
Page 28: Filsuf Ternama
Memperkenalkan Herakleitos dan Parmenides sebagai tokoh utama.
Page 29: Debat antara Herakleitos dan Parmenides
Herakleitos berfokus pada perubahan; Parmenides pada ketiadaan perubahan.
Page 30: Persaingan Pandangan
Mengedepankan konsep mendasar tentang realitas dan cara pemahaman.
Page 31: Herakleitos
Merupakan tokoh samar, pandangannya sulit dipahami, menilai orang lain dan filsuf sebelumnya.
Page 32: Pemikiran Herakleitos
Realita tidak selalu sesuai dengan penampilan; pentingnya perspektif.
Page 33: Diberikan Persoalan
Semua adalah masalah perspektif; prinsip Logos sebagai ketertiban yang mendasari.
Page 34: Perubahan dan Flux
Dunia selalu mengalir; kita tidak dapat memasuki sungai yang sama dua kali.
Page 35: Perspektif Tentang Identitas
Identitas terbagi oleh waktu; tindakan di masa lalu tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh "saya" yang sekarang.
Page 36: Paradoks dalam Kehidupan
Ketidaksetaraan membentuk harmoni yang harus ada.
Page 37: Pendekatan Terapeutik Herakleitos
Mengidentifikasi kesalahan manusia, menyarankan penanganan melalui shared logos.
Page 38: Parmenides
Menekankan pada akal sebagai jalan untuk memahami realitas yang sesungguhnya.
Page 39: Metode Parmenides
Realitas hanya dapat dikenal melalui akal budi; pendapat dan pengalaman manusia sering kali menipu.
Page 40: Pandangan Parmenides terhadap Ketiadaan
Ketiadaan tidak ada dan tidak dapat diyakini; pikirkan hanya tentang apa yang ada.
Page 41: Penegasan Parmenides
Setiap pemikiran memerlukan pemikir, menginvestigasi dasar dari apa yang dapat dipikirkan.
Page 42: Ilusi Perubahan
Mengklaim bahwa perubahan adalah ilusi tanpa realitas yang mendasar.
Page 43: Jalan Kebenaran vs. Jalan Pendapat
Menjelaskan bahwa kebenaran sejati dan pendapat umum seringkali bertentangan.
Page 44: Konsepsi Kebenaran Parmenides
Realitas dianggap tidak berubah, konsep waktu adalah ilusi.
Page 45: Mempelajari Konsep Kebenaran
Kurangnya kesinambungan antara batasan pandangan tradisional dan realitas metafisika.
Page 46: Kesimpulan dari Parmenides
Realitas tidak mengalami perubahan; semua perubahan hanya bersifat ilusi.
Page 47: Paradoxes Zeno
Menyajikan paradoks klasik tentang gerakan, termasuk cerita Achilles dan kura-kura.
Page 48: Pengajaran dari Herakleitos dan Parmenides
Memahami realitas dan memberikan penjelasan yang rasional; hubungan antara pemahaman ontologi dan etika.
Page 49: Pertanyaan Reflektif
Tantangan untuk mempertanyakan kepercayaan atau praktik yang ada
Page 50: Contoh Kepercayaan Umum
"Kepuasan akademis sama dengan kesuksesan material"; pentingnya untuk mengubah pandangan ini.
Page 51: Kekurangan Pandangan Materialis
Kelemahan pandangan bahwa akademis dipersepsikan hanya sebagai cara mencapai kekayaan.
Page 52: Apa yang dapat ditawarkan
Pengembangan metrik sukses yang holistik; mendorong refleksi.
Page 53: Penutup
Apa yang dipelajari dari sesi ini dan pertanyaan terkait materi.