Digital Smile Design dalam Kedokteran Gigi

BAB 1 PENDAHULUAN

  • Estetika wajah berkaitan dengan tampilan gigi, bentuk lengkung senyum, dan keharmonisan gigi dengan jaringan lunak.

  • Permintaan pasien untuk penampilan estetis meningkat terutama pada regio anterior yang penting dalam mengekspresikan karakter dan kepercayaan diri.

  • Estetika orofasial dipengaruhi oleh persepsi individu dan penerimaan masyarakat.

  • Perawatan harus mempertimbangkan aspek biologis, fungsional, dan psikologis pasien.

  • Analisis estetika tidak hanya mencakup gigi individual tetapi juga hubungan gigi dengan struktur pendukung seperti gingiva, bibir, dan proporsi fasial.

  • Rencana perawatan estetika harus dimulai dengan analisis yang teliti dan komprehensif.

  • Prinsip-prinsip estetika dentofasial membantu klinisi dalam memberikan hasil perawatan yang optimal.

  • Kemajuan teknologi dalam kedokteran gigi seperti Digital Smile Design (DSD), intraoral scanning, dan CAD/CAM memungkinkan evaluasi dan perencanaan perawatan yang lebih presisi.

  • Teknologi digital meningkatkan visualisasi hasil akhir, mempercepat proses klinis, serta memperkuat komunikasi antara dokter gigi, pasien, dan teknisi lab.

  • Modul ini membahas aspek perawatan restoratif digital menggunakan DSD, analisis estetika, perencanaan restorasi digital, dan tahapan digital workflow.

Faktor Risiko Karies

  • Identifikasi faktor risiko karies termasuk salivasi, plak, fluor, dan diet.

  • Penilaian terdiri dari dampak tanpa dan dengan stimulasi.

  • pH saliva, kecepatan aliran, dan diet (misalnya, konsumsi gula dan keasaman) juga dievaluasi untuk risiko karies.

Gigi dan Pasien

  • Contoh kasus pasien wanita, 44 tahun.

  • Gigi bengkak dan infeksi gusi.

  • Sejarah perawatan sebelumnya dan permintaan restorasi untuk gigi berlubang.

Identifikasi Masalah

  1. Analisis etiologi kelainan gigi.

  2. Kriteria pasien untuk perawatan estetika kompleks dengan DSD.

  3. Penilaian interdisiplin dalam perawatan komprehensif.

  4. Tatalaksana kasus dengan pendekatan DSD.

  5. Penentuan digital workflow dan software yang digunakan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Indikasi dan Kontraindikasi DSD

  • Estetika terkait keharmonisan senyum, simetri kontur gingiva, dan proporsi antara gigi.

  • Rasio lebar/tinggi gigi memengaruhi kesan estetika.

INDIKASI DSD
  1. Masalah bentuk, ukuran, dan posisi gigi.

  2. Perubahan warna gigi.

  3. Masalah gusi (gingiva).

  4. Diastema.

  5. Penggantian gigi yang hilang.

  6. Peningkatan estetika.

KONTRAINDIKASI DSD
  1. Penyakit periodontal aktif.

  2. Gigi atau rahang belum berkembang sempurna.

  3. Maloklusi yang parah.

  4. Infeksi akut.

  5. Masalah fungsional yang belum teratasi.

  6. Harapan yang tidak realistis.

2.4 Digital Smile Design Workflow

  • Proses digital DSD mengintegrasikan teknologi untuk analisis dan perencanaan restorasi.

  • Melibatkan elemen visual dan fungsional untuk hasil akhir yang estetik.

2.5 Scanning dan Software

  • Intraoral scanner dan facial scanner membantu akuisisi data.

  • Penggunaan STL dan PLY dalam alur data DSD.

  • Berbagai perangkat lunak seperti CEREC, Exocad, SmileCloud untuk desain senyum.

2.6 Material CAD/CAM

Pilihan Material

  • Pilihan meliputi keramik feldspatik, lithium disilicate, zirconia, dan hybrid ceramics.

  • Mempertimbangkan akar dari kekuatan, biokompatibilitas, dan estetika.

Prospektif Estetika
  • Mempertahankan nilai (value) dan translusensi yang baik sangat penting untuk hasil akhir restorasi.

  • Penilaian visual dari restorasi dilakukan untuk memastikan hasil memuaskan bagi pasien.

2.12 Evaluasi dan Adaptasi Restorasi

  • Evaluasi dilakukan pada beberapa waktu setelah sementasi restorasi untuk menilai fungsi dan estetika.

  • Indikator keberhasilan restorasi termasuk marginal fit, internal fit, dan estetika visual.

  • Rencana untuk penanganan kegagalan restorasi, evaluasi estetika dan fungsi dipertimbangkan.

2.13 Pengiriman Data dan Komunikasi

  • Metode pengiriman melalui cloud, email, dan telekonsultasi diperkenalkan untuk meningkatkan komunikasi klinis.

  • Nilai erkonternet untuk mendukung lonjakan inovasi di bidang restorasi estetis.

2.14 Prosedur Sementasi

  • Proses sementasi yang melibatkan pemilihan semen, pembebasan dan pengaplikasian harus dilakukan secara sistematis untuk hasil optimal.

2.20 Evaluasi Restorasi

  • Kriteria USPHS untuk evaluasi kinerja restorasi yang berkelanjutan mencakup warna, diskolorisasi margin, dan keausan permukaan.

  • Evaluasi klinis jangka panjang sangat penting untuk menilai keberhasilan restorasi.