Catatan Kuliah Lengkap: Ekologi dan Biosfer
Definisi dan Spesies
Definisi Spesies: Beberapa individu dikategorikan ke dalam satu spesies yang sama apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
Dapat melakukan perkawinan antar sesama individu tersebut.
Menghasilkan keturunan yang bersifat fertil (subur) atau tidak mandul.
Hirarki dalam Ekologi
Populasi: Merupakan kumpulan makhluk hidup sejenis (spesies yang sama) yang menempati habitat yang sama pada waktu yang sama pula.
Komunitas: Kumpulan dari beberapa populasi spesies yang berbeda yang hidup bersama dalam satu habitat.
Ekosistem: Kesatuan komunitas makhluk hidup beserta lingkungan fisik (abiotik) yang saling berinteraksi, atau didefinisikan sebagai interaksi/saling ketergantungan antara faktor biotik dan abiotik.
Bioma: Bentang alam yang sangat luas yang memuat berbagai ekosistem dalam skala besar yang biasanya memiliki karakteristik iklim yang serupa.
Biosfer: Seluruh bagian permukaan bumi yang dapat ditinggali oleh makhluk hidup, yang meliputi:
Daratan (Litosfer)
Perairan (Hidrosfer)
Atmosfer (Udara)
Karakteristik Populasi
Kepadatan/Kerapatan (Density): Jumlah individu per satuan luas tertentu.
Contoh: Jika penduduk Kota A adalah jiwa dan luas wilayahnya adalah , maka kepadatan = .
Ukuran Populasi (Abundance): Jumlah total individu di suatu daerah tanpa membagi dengan satuan luas.
Contoh: Populasi penduduk Kota A adalah jiwa, maka ukuran populasinya adalah .
Struktur Umur (Demografi): Jumlah individu yang berada di setiap tingkatan umur atau kelompok umur (cohort).
Dispersi dan Distribusi:
Dispersi: Merupakan pola penyebaran individu dalam suatu wilayah.
Distribusi: Persebaran geografi individu.
Pola Persebaran:
Uniform (Seragam): Pola merata. Terjadi karena adanya kompetisi atau ketergantungan yang kuat antar individu.
Random (Acak): Pola tidak beraturan. Terjadi karena sumber daya alam yang melimpah/tidak terbatas dan interaksi antar individu yang sangat minim.
Clumped (Mengelompok): Pola berkelompok. Terjadi karena sumber daya hanya tersedia di tempat-tempat tertentu (tidak merata) dan umum ditemukan interaksi mutualisme.
Dinamika Pertumbuhan: Perubahan jumlah individu dalam populasi dalam waktu tertentu, contohnya adalah pertumbuhan penduduk.
Dinamika dan Pertumbuhan Populasi
Faktor Perubahan Populasi:
Kelahiran (Natalitas)
Kematian (Mortalitas)
Imigrasi (Migrasi masuk)
Emigrasi (Migrasi keluar)
Rumus Penambahan Individu:
Model Pertumbuhan Populasi:
Linier: Penambahan jumlah individu setiap tahunnya adalah sama.
Eksponensial: Persentase pertumbuhan populasi tiap tahun tetap, biasanya terjadi pada kondisi sumber daya yang dianggap tidak terbatas.
Rumus Persentase Pertumbuhan:
Rumus Jumlah Penduduk tahun ke-n:
Logistik: Pertumbuhan yang memperhitungkan keterbatasan sumber daya sehingga terdapat batas maksimum jumlah individu yang dapat ditampung (Carrying Capacity).
Contoh Pertumbuhan Eksponensial pada Manusia:
Manusia berhasil meningkatkan daya dukung lingkungan melalui:
Pengembangan metode saluran dan pengelolaan limbah.
Penemuan vaksin dan antibiotik.
Piramida Populasi dan Strategi Hidup
Kelompok Demografi:
Kelompok Muda: tahun.
Kelompok Reproduksi/Dewasa: tahun.
Kelompok Tua: 45 - >85 tahun.
Tipe Pertumbuhan Berdasarkan Negara:
Pertumbuhan Cepat: Kenya.
Pertumbuhan Lambat: Amerika Serikat.
Pertumbuhan Nol: Denmark.
Pertumbuhan Negatif: Jerman.
Strategi Hidup (Survivorship Curve):
Strategi r (r-selection):
Jumlah keturunan banyak, pengasuhan induk rendah, kematangan reproduksi dini, ukuran keturunan kecil, mandiri sejak lahir, kemampuan belajar rendah, masa hidup pendek, dan kematian dini tinggi.
Kurva Tipe III.
Strategi K (K-selection):
Jumlah keturunan sedikit, pengasuhan induk tinggi, kematangan reproduksi lambat, ukuran keturunan besar, tidak mandiri saat lahir (butuh bantuan), kemampuan belajar tinggi, masa hidup panjang, dan kematian dini rendah.
Kurva Tipe I.
Tipe II: Tingkat kelangsungan hidup konstan di sepanjang masa hidup.
Interaksi Makhluk Hidup dalam Komunitas
Jenis Interaksi Biotik - Biotik:
Simbiosis: Interaksi erat antara dua spesies (Parasit, Epifit, Saprofit).
Parasit: Merugikan inang.
Epifit: Menempel pada tumbuhan lain tapi tidak merugikan.
Saprofit: Hidup pada sisa-sisa organisme mati.
Parasitoid: Parasit yang hidup pada parasit lainnya.
Kompetisi:
Intraspesies: Kompetisi antar individu dalam satu spesies (memperebutkan pangan, pasangan, atau teritori).
Interspesies: Kompetisi antar individu dari spesies berbeda (memperebutkan makanan atau teritori).
Niche (Relung): Peran spesifik organisme dalam ekosistem.
Fundamental Niche: Relung teoritis tanpa gangguan spesies lain.
Realized Niche: Relung aktual yang ditempati akibat adanya kompetisi (Resource Partitioning). Contoh: Chthamalus dan Balanus di zona pasang surut.
Character Displacement: Perubahan karakter pada spesies simpatrik (yang hidup di wilayah sama) untuk mengurangi kompetisi. Contoh: Variasi kedalaman paruh burung G. fuliginosa dan G. fortis.
Predasi dan Herbivori: Predasi dilakukan oleh karnivora (memakan hewan), Herbivori dilakukan oleh herbivor (memakan tumbuhan).
Model Predator-Mangsa: Puncak populasi mangsa biasanya tercapai lebih dulu daripada puncak populasi predator.
Antibiosis dan Alelopati: Makhluk hidup mengeluarkan zat untuk menghambat pertumbuhan organisme lain.
Disebut Alelopati jika terjadi pada tumbuhan.
Struktur Ekosistem dan Aliran Energi
Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan:
Tingkatan trofik dimulai dari Trofik I hingga Trofik V.
Spesies Kunci (Keystone Species): Spesies dengan peran krusial; jika dihilangkan, keseimbangan ekosistem berubah signifikan. Biasanya merupakan predator puncak.
Piramida Ekologi:
Piramida Biomassa: Tingkat trofik rendah umumnya memiliki berat kering (biomassa) lebih besar.
Piramida Jumlah: Biasanya tegak, namun bisa terbalik (contoh: satu pohon besar dihuni ribuan ulat).
Piramida Energi: SELALU tegak. Energi berkurang saat berpindah ke trofik di atasnya karena digunakan untuk metabolisme atau terbuang sebagai panas.
Biodiversitas dan Adaptasi
Pengukuran Diversitas:
Kekayaan Spesies (Species Richness): Jumlah total spesies dalam komunitas.
Kemerataan (Species Evenness): Seberapa merata jumlah individu antar spesies.
Peran Spesies:
Spesies Dominan: Jumlahnya sangat melimpah.
Ecosystem Engineer: Spesies yang mampu mengubah struktur fisik lingkungan (contoh: berang-berang).
Adaptasi Morfologi:
Mimikri Batesian: Spesies tidak berbahaya meniru rupa spesies berbahaya.
Mimikri Mullerian: Dua atau lebih spesies berbahaya saling meniru satu sama lain.
Cryptic Coloration: Kamuflase untuk menyatu dengan lingkungan.
Aposematic Coloration: Warna peringatan yang mencolok pada hewan beracun.
Intermediate Disturbance Theory: Kekayaan spesies tertinggi ditemukan pada lingkungan dengan tingkat gangguan menengah.
Suksesi: Perubahan komunitas secara bertahap dari tahap Pionir (seringkali spesies strategi r) menuju tahap Klimaks (spesies strategi K).
Faktor Abiotik dan Bioma
Interaksi Biotik-Abiotik: Faktor lingkungan yang memengaruhi MH meliputi suhu, curah hujan, cahaya, kelembaban, pH tanah, angin, dan arus air.
Variasi Iklim Global:
Dipengaruhi oleh kemiringan poros bumi () yang menyebabkan Equinox (Maret & September) dan Solstice (Juni & Desember).
Efek Pegunungan: Udara naik melewati gunung, mendingin, dan melepas air sebagai hujan. Sisi belakang gunung (leeward) mengalami bayangan hujan (rain shadow) yang sering membentuk gurun.
Jenis-jenis Bioma Utama:
Tropical Forest, Savanna, Desert, Chaparral, Temperate Grassland, Temperate Broadleaf Forest, Northern Coniferous Forest (Boreal/Taiga), Tundra, High Mountains, Polar Ice.
Distribusi bioma dipengaruhi oleh suhu rata-rata tahunan dan curah hujan rata-rata tahunan.
Anthropogenic Biomes: Bioma yang terbentuk atau sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia (misal: lahan pertanian/croplands).
Dampak Manusia dan Adaptasi Lanjutan
Masalah Lingkungan: Meliputi pencemaran (air, tanah, udara), pemanasan global, dan kebutuhan lahan/pangan seiring kepadatan penduduk.
Konservasi: Upaya perlindungan ekosistem dan spesies.
Jenis Adaptasi:
Morfologi: Perubahan bentuk tubuh.
Fisiologi: Penyesuaian fungsi organ (misal: di lingkungan kering atau dingin).
Tingkah Laku: Autotomi, hibernasi, dll.
Seleksi Alam: Mekanisme evolusi di mana individu yang paling adaptif terhadap lingkungannya akan bertahan hidup dan bereproduksi.