Catatan Perkuliahan: Musik yang Direkam
Sejarah Musik Populer: Dari Akar hingga Rekaman
Musik populer modern berakar pada tradisi musik sebelumnya, seperti ritme Afrika dalam hip hop dan musik gospel Afrika-Amerika.
Industri Musik Lembaran dan Victrola
Industri musik lembaran dimulai pada akhir abad ke-19. Thomas Edison mengembangkan fonograf pada tahun 1877, dengan Victrola rumahan diperkenalkan pada tahun 1906, mempopulerkan musik rekaman di rumah.
Musik Rekaman Awal dan Pengaruh Radio
Victrola memperkenalkan musik baru dengan cepat, mempopulerkan jazz dan lagu-lagu dari film bersuara. Radio berdampak pada penjualan rekaman tetapi kemudian menjadi alat untuk mempromosikan artis rekaman.
Musik Big Band dan Generasi Perang Dunia II
Musik big band populer pada tahun 1930-an dan 1940-an, dengan pemimpin band seperti Glenn Miller dan Tommy Dorsey memperkenalkan penyanyi seperti Frank Sinatra. Produksi massal rekaman membuat mereka terjangkau, membangun industri bintang dan penggemar.
Genre Musik Baru dan Evolusi
Jaringan radio regional menampilkan musik seperti Grand Ole Opry dan aksi bluegrass. Genre baru seperti country dan western serta blues elektrik berkembang, dengan label independen kecil mempromosikan artis baru. Blues memengaruhi rock and roll, dan R&B muncul, meskipun musik kulit hitam awalnya tidak ditargetkan ke penonton kulit putih.
Sejarah dan Pengaruh Rock and Roll
Rock and roll muncul pada awal 1950-an, menghibridisasi blues, country, dan western swing. Elvis Presley membantu mendapatkan penerimaan luas. Anak muda beralih ke R&B dan musik soul, dengan Motown menjadi bagian utama dari musik pop tahun 1960-an.
Payola, Borrowing Musik, dan Hybridisasi
Industri rekaman bergantung pada radio untuk promosi, yang menyebabkan payola. Cover kulit putih dari musik hitam berlanjut, dengan beberapa musisi kulit hitam mendapat manfaat tetapi banyak yang meninggal dalam kemiskinan. Hybridisasi budaya berlanjut, dengan musisi seperti Eminem dan Shaggy memadukan genre.
Ledakan Rekaman dan Musik Pop
Inovasi teknologi seperti pita magnetik dan rekaman LP dan 45 rpm merevitalisasi industri rekaman. Album LP dan single 45 rpm laris manis, dengan album konsep dan lagu-lagu yang lebih panjang menjadi lebih populer.
Revolusi Rock dan Diversifikasi Genre
Setelah tahun 1970, perusahaan rekaman dan stasiun radio FM melakukan diversifikasi ke dalam format rock yang berbeda, seperti rock berorientasi album, Top 40, dan heavy metal. Genre baru seperti punk, glam rock, ska, dan reggae ditambahkan.
Ledakan Rekaman dan Musik Pop
Inovasi teknologi seperti diperkenalkannya pita magnetik, rekaman LP (Long Play), dan single 45 rpm secara signifikan merevitalisasi industri rekaman. Pita magnetik memungkinkan pengeditan dan manipulasi audio. Rekaman LP menawarkan durasi putar yang lebih lama, mengarah pada pengembangan album konsep, sementara single 45 rpm ideal untuk mendistribusikan lagu-lagu hit yang ringkas. Album konsep, menampilkan tema atau narasi terpadu, mendapatkan popularitas. Lagu-lagu yang lebih panjang juga menjadi lebih lazim, dengan para seniman bereksperimen dengan aransemen dan komposisi yang lebih luas.
Revolusi Rock dan Diversifikasi Genre
Setelah tahun 1970, lanskap musik mengalami transformasi saat perusahaan rekaman dan stasiun radio FM melakukan diversifikasi ke dalam berbagai format rock untuk memenuhi selera audiens yang beragam. Rock berorientasi album (AOR) muncul, menekankan seluruh album sebagai karya seni. Stasiun radio Top 40 terus mendominasi gelombang udara. Heavy metal mendapatkan basis penggemar khusus. Selain format rock yang mapan ini, genre baru seperti punk, glam rock, ska, dan reggae muncul, yang semakin memperkaya lanskap musik. Punk, ditandai dengan etos DIY dan lirik pemberontak, memberikan suara bagi kaum muda yang terasingkan. Glam rock menantang norma-norma masyarakat. Ska memadukan unsur-unsur musik Karibia dengan rock and roll. Reggae menjadi terkenal di seluruh dunia dengan ritme santai dan lirik sadar sosial.