Linkage dan Crossing Over

Individu dengan Dua Sifat Beda

  • Individu memiliki dua sifat beda di mana AA untuk manis dan BB untuk bulat.

  • Pada persilangan, gen-gen ini saling bebas.

Hukum Mendel dan Pembentukan Gamet

  • Individu dihibrid (dua sifat beda) dalam pembentukan gamet mengalami segregasi (pemisahan alel).

  • Alel-alel akan bergabung secara bebas.

Definisi Alel

  • Alel adalah pasangan gen yang ekspresinya berbeda (misalnya, manis vs. tidak manis).

  • AA besar dan aa kecil adalah alel, tetapi AA besar dan BB besar bukan alel.

Gen yang Bertautan

  • Gen yang bertautan berada pada kromosom yang sama.

  • Simbol untuk gen yang bertautan berbeda dengan gen yang saling bebas (misalnya, ABAB besar dengan abab kecil).

Pautan Sempurna dan Tidak Sempurna

  • Pautan sempurna: gen-gen berdekatan dan pertukaran segmen (pindah silang) adalah 0.

  • Pautan tidak sempurna: gen-gen berjauhan dan memungkinkan terjadinya pindah silang.

  • Pindah silang terjadi pada profase I meiosis, melibatkan tetrad (posisi 4 kromosom berbaris).

  • Pindah silang adalah pertukaran segmen antara kromosom homolog non-sister chromatids.

  • Hasil dari pautan sempurna hanya menghasilkan dua tipe gamet (tipe parental).

  • Pautan tidak sempurna menghasilkan empat tipe gamet (dua parental, dua rekombinan).

  • Kombinasi rekombinan kurang dari 50% dan menghasilkan variasi genetik.

Konsep Linkage (Pautan)

  • Rosophila memiliki 5000 gen pada 4 kromosom.

  • Konsep pautan: gen-gen yang bukan alel atau gen-gen yang terpaut pada satu kromosom.

  • Sebagian besar dari 5000 gen pada Drosophila tidak saling bebas, tetapi bertautan.

Posisi CIS dan TRANS pada Gen yang Bertautan

  • Posisi CIS (couple): dua gen dominan berada pada kromosom yang sama (ABAB).

  • Posisi TRANS (repulsion): gen-gen berada pada posisi berseberangan (misalnya, AbAb dan aBaB).

  • Posisi ini memengaruhi rasio fenotip yang dihasilkan.

Gen yang Berangkai pada Kromosom Kelamin

  • Gen yang berangkai pada kromosom kelamin terkait dengan kromosom X dan Y.

  • Contoh: buta warna, hemofilia, hipertrikosis.

Mutan pada Drosophila

  • Mutan memiliki jumlah yang lebih kecil dibandingkan tipe normal.

  • Contoh mutan: sayap bergaris, tidak bisa terbang.

Persilangan pada Tanaman Ercis

  • Persilangan tanaman ercis dengan sifat ungu dan serbuk sari panjang menghasilkan keturunan dengan sifat yang sama.

  • Uji silang (testcross) dilakukan dengan sifat resesif.

Rekombinasi dan Pautan

  • Kombinasi rekombinan memiliki jumlah yang lebih sedikit.

  • Pada pautan tidak sempurna posisi CIS, perbandingan adalah N:1:1:NN:1:1:N, dimana NN adalah kombinasi parental.

  • Pada posisi TRANS, kombinasi rekombinan keluar lebih awal.

Kesimpulan Pautan

  • Peristiwa pautan tidak mengikuti hukum Mendel.

  • Crossing over meningkatkan variasi genetik.

Proses Crossing Over

  • Crossing over terjadi antara kromosom non-sister chromatids homolog.

  • Pindah silang tunggal (single crossing over) terjadi antara dua gen (AA dan BB).

  • Pindah silang ganda (double crossing over) terjadi pada dua tempat.

Nilai Pindah Silang (NPS)

  • Nilai pindah silang (NPS) dihitung dengan menjumlahkan tipe rekombinasi yang jumlahnya kecil dibagi dengan jumlah total individu (NPS=(jumlah rekombinan)/(jumlah total individu)NPS = {(jumlah\ rekombinan)} / { (jumlah\ total\ individu)}).

  • NPS memengaruhi frekuensi pindah silang.

Manfaat Pindah Silang

  • Pindah silang mempertahankan atau meningkatkan kemampuan organisme untuk bertahan hidup.

  • Variasi individu menentukan kemampuan bertahan hidup.

Interferensi

  • Interferensi adalah peristiwa di mana satu kejadian pindah silang dapat memengaruhi kejadian pindah silang lainnya.

  • Faktor eksternal (suhu, kimiawi) dapat meningkatkan pindah silang.

Koefisien Interferensi

  • Koefisien interferensi digunakan untuk mengukur pengaruh suatu pindah silang terhadap pindah silang lainnya.

Penyusunan Peta Kromosom

  • Gen-gen tersusun pada satu garis linier sepanjang kromosom.

  • Frekuensi rekombinasi mencerminkan jarak antara gen (Morgan).

  • Sturtevant: frekuensi rekombinasi dapat digunakan sebagai peta kromosom.

Skala Peta Kromosom

  • Skala peta kromosom adalah persentase rekombinasi (1 unit = 1% rekombinasi).

Membuat Peta Lokasi Kromosom Sederhana

  • Untuk dua gen yang bertautan tidak sempurna (posisi CIS), tentukan gamet yang paling besar (tipe parental) dan terkecil (rekombinan).

  • NPS dihitung dari jumlah rekombinan dibagi total individu.

Persilangan dengan Tiga Titik (Three-Point Cross)

  • Melibatkan tiga gen:

    • Kelas parental dengan jumlah terbesar.

    • Pindah silang tunggal terjadi antara dua gen.

Menentukan Nilai Pindah Silang pada Tiga Titik

  • perlu memperhatikan pindah silang tunggal dan pindah silang ganda secara bersamaan, karena saat kejadian tunggal, ganda juga terjadi.

  • Posisi gen yang benar ditentukan dengan memperhatikan jarak antara gen.

  • Nilai interferensi dihitung untuk mengetahui persentase kemungkinan terjadinya pindah silang.

Menentukan Urutan Linear Gen

  • Identifikasi tipe parental (KP) dan pindah silang ganda (PSG).

  • Tentukan urutan gen yang sesuai.

Menghitung Jarak Rekombinasi

  • Hitung nilai pindah silang (NPS) untuk setiap interval gen.

Menentukan Koefisien Koinsidensi dan Interferensi

  • Koefisien koinsidensi (KK) = frekuensi pindah silang ganda yang diamati / frekuensi pindah silang ganda yang diharapkan.

  • Interferensi (I) = 1 - KK.

Rangkuman

  • Penyusunan peta kromosom didasarkan pada nilai pindah silang, yang diperoleh dari rekombinasi.