Catatan Lengkap Naskah Akademik “Koding & Kecerdasan Artifisial”

Page 1

  • Sampul naskah akademik.
  • Identitas penerbit: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
  • Judul lengkap: “Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Dasar dan Menengah”.
  • Waktu terbit: Februari 2025.

Page 2

  • Halaman judul ulang (mirror title page).
  • Memuat informasi lembaga penanggung jawab dan waktu terbit.

Page 3

  • Susunan Tim Penyusun dan penanggung jawab.
  • Pengarah Utama: Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
  • Penanggung jawab teknis: Dr. Muhammad Yusro dkk.
  • Daftar pakar dan praktisi lintas universitas, industri, dan LSM (Pelita Harapan, ITB, Ruangguru, MAFINDO dll.).
  • Menggambarkan pendekatan multi-stakeholder.

Page 4

  • Daftar Tim Penelaah, Kontributor, Penata Letak, dan Penerbit.
  • Menunjukkan keterlibatan perguruan tinggi (UI, UNY, UPI, UHAMKA), guru sekolah, serta unit-unit di Kemendikdasmen.
  • Bukti akuntabilitas dan peer-review.

Page 5

  • Halaman kosong (angka Romawi “iv”).

Page 6 – Kata Pengantar

  • Disusun untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital dan VUCA.
  • Tujuan utama pembelajaran Koding & KA:
    1. Menumbuhkan berpikir logis–analitis.
    2. Menumbuhkan kesadaran etika teknologi.
  • Disusun melalui kajian literatur mendalam & diskusi terfokus.
  • Mengajak guru & praktisi menciptakan ekosistem kolaboratif-teknologis.

Page 7

  • Halaman kosong (vi).

Page 8 – Daftar Isi (inti)

  • Lima bab utama + Ringkasan Eksekutif.
  • Bab 1 Pendahuluan
  • Bab 2 Landasan (Filosofis–Pedagogis, Sosiologis, Yuridis, Empiris)
  • Bab 3 Koding & KA dalam Pendidikan (konsep, praktik dunia & Indonesia, tantangan)
  • Bab 4 Arah Kebijakan (Kurikulum, Kompetensi Guru, Strategi Implementasi)
  • Bab 5 Kesimpulan & Rekomendasi.

Page 10 – Ringkasan Eksekutif (1)

  • Dunia didorong AI, Big Data, IoT; literasi digital harus merata.
  • Koding & KA = kebutuhan fundamental, bukan tren.
  • Keterampilan esensial: berpikir komputasional, algoritma, etika KA, design system.
  • Prinsip inklusif & berkeadilan agar tak ada anak tertinggal.

Page 11 – Ringkasan Eksekutif (2)

  • Etika digital urgen: keamanan data, bias algoritma.
  • Kurikulum dirancang berdasar UU 20/2003.
  • 3 jalur implementasi: intra-, ko-, ekstrakurikuler.
  • Rujukan standar: UNESCO ICT-CFT 2018, CSTA 2017.
  • Metode pengajaran: Problem-, Project-based Learning, Gamifikasi, Inkuiri.
  • Implementasi bertahap; kemitraan multi-stakeholder.

Page 12 – Ringkasan Eksekutif (3)

  • Rekomendasi strategis (inti):
    1. Integrasi mapel pilihan SD (5-6), SMP, SMA/SMK.
    2. Revisi regulasi kurikulum.
    3. Buku teks & pelatihan guru via LMS.
    4. Sertifikasi guru Koding & KA.
    5. Monitoring & evaluasi berkala.

Page 14 – Bab 1 Pendahuluan

  • Menegaskan amanat UUD 1945 Pasal 31.
  • UU 20/2003: pendidikan = usaha sadar & terencana.
  • RPJPN 202520452025\text{–}2045 mengutamakan SDM digital.
  • Literasi digital mendukung transformasi ekonomi.

Page 15 – Latar Belakang (1)

  • Tantangan Revolusi 4.0 & Society 5.0 ⇒ butuh penguatan literasi digital.
  • Asta Cita (tujuan nasional):
    • Cita IV = penguatan SDM, iptek, kesetaraan gender.
    • Cita V = hilirisasi & industrialisasi.
  • Koding & KA mendukung ekonomi kreatif.

Page 16 – Latar Belakang (2)

  • Transformasi digital = agenda utama Kemendikdasmen.
  • Personalised learning berbasis AI.
  • Benchmark negara lain: Singapura, India, Tiongkok, Australia, Korsel.

Page 17 – Latar Belakang (3)

  • Data GitHub 2024: komunitas dev RI tumbuh 23%23\%; >3.5\,\text{juta} dev.
  • Kekurangan 9juta9\,\text{juta} pekerja digital 2030 ⇒ akselerasi talenta.
  • Indeks Literasi Digital naik 3.47→3.54 (skor “sedang”).

Page 19 – Latar Belakang (4)

  • Kesenjangan digital: IMDI 2024 = 43.34 (pilar ‘pemberdayaan’ terendah 25.66).
  • Strategi implementasi bertahap per jenjang: SD “unplugged”, SMP blok-based, SMA teks & machine learning.

Page 20 – Latar Belakang (5)

  • Rincian konten koding & KA: dekomposisi, pattern recognition, abstraksi, algoritma.
  • Komponen KA: human-centered mindset, etika, design system, teknik & aplikasi.

Page 21 – Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup

  • 5 Tujuan kajian (urgensi, landasan, praktik baik, desain, arah kebijakan).
  • 2 Manfaat (kebijakan & acuan implementasi).
  • Ruang lingkup: konsep akademik & strategi implementasi (infrastruktur, SDM, kebijakan).

Page 23 – Landasan Filosofis (Pokok)

  • Pendidikan membangun peradaban.
  • Empat mazhab: Perennialisme, Progresivisme, Esensialisme, Rekonstruksionisme.
  • Sejalan filosofi Ki Hadjar Dewantara: “memerdekakan”.

Page 24 – Filosofis (lanjut)

  • 3 pokok landasan: peradaban manusia, manusia Indonesia utuh, responsif perubahan masyarakat.
  • Teori-teori pedagogis pendukung: Konstruktivisme (Piaget, Vygotsky); Dewey experiential learning; Gardner Multiple Intelligences; Wing (2006) Computational Thinking; Siemens (2004) Connectivism.

Page 26 – Landasan Sosiologis

  • Masyarakat Jaringan (Castells 1996) & disrupsi TIK.
  • Society 5.0 Jepang: human-centered + AI/IoT/Big-Data.
  • Tantangan WEF 2023: 69\approx69 juta pekerjaan tumbuh, 8383 juta hilang.
  • IP-TIK 2023 = 5.90 (skala 10) → perlunya keahlian TIK.

Page 29 – Landasan Yuridis

  • UUD 1945, UU 20/2003, UU 59/2024 RPJPN, PP 57/2021 SNP, Permendikbudristek 5/2022 SKL & 12/2024 Kurikulum.

Page 31 – Landasan Empiris

  • Stanford GAIVT 2023: AS #1, Tiongkok #2, UK #3; RI tidak masuk 36 besar.
  • Global AI Index: RI #49 dari 83 negara.
  • Kurikulum Merdeka wajibkan Informatika; koding & KA masih tahap awal di sekolah.

Page 35 – Konsep Koding & KA (Bab 3 awal)

  • Definisi berpikir komputasional (Wing 2006) = dekomposisi, pattern, abstraksi, algoritma.
  • Koding = praktik menulis instruksi mesin (McConnell 2004).
  • Mode koding: plugged, unplugged, internet-based.
  • KA = sistem meniru kecerdasan (Kaplan & Haenlein 2019; Russell & Norvig 2010).
  • Sub-bidang: Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, LLMs.

Page 38 – Pembelajaran Koding & KA

  • Empat elemen UNESCO 2024: human-centered mindset, etika, teknik & aplikasi, design system.
  • Strategi (Lye & Koh 2014): reinforcement, reflection, information-processing, program making.
  • Kerangka TPACK, SDT, TAM untuk guru.

Page 40 – Desain & Pendukung

  • Metode populer: problem-, project-, case-based.
  • Perangkat lunak dominan: Scratch 32.6%32.6\%, LEGO 6.1%6.1\%.
  • Infrastruktur: komputer, internet, robotika, tablet; jenjang disesuaikan.

Page 42 – Praktik Negara Lain (ringkas)

  • Tiongkok: AI4Future, smart classroom, buku teks KA.
  • Singapura: Code for Fun, modul AI for Fun 2025.
  • India: NEP 2020; program Digital India; DIKSHA & SWAYAM.
  • Korea Selatan: KA wajib sejak SD; buku digital 2025.
  • Australia: KA terintegrasi di Matematika & Teknologi; DTiF support 160 sekolah.

Page 43 – Praktik Indonesia

  • 3 model: integrasi mapel (Informatika), mata pelajaran pilihan, ekstrakurikuler.
  • Contoh: SMP Harapan Ibu (Scratch & Arduino), SMAN 1 Bandung (projek lintas kelas), SMAS Sukma Bangsa Sigi (unplugged Game Ranger).

Page 45 – Tantangan Nasional

  1. Kesenjangan infrastruktur: hanya 22%22\% SD punya $>15$ komputer.
  2. Kesiapan guru: 67%67\% guru kesulitan platform daring (UNICEF 2020).
  3. Risiko etika & distraksi digital.
  4. Bias “compliance” kebijakan (lesson Kurikulum Merdeka).

Page 50 – Arah Kebijakan: Kurikulum

  • 3 opsi implementasi: mata pelajaran wajib, pilihan, atau terintegrasi/kokurikuler (+ ekstrakurikuler).
  • Tahapan kompetensi (disintesis UNESCO, CSTA):
    • SD: algoritma dasar, etika KA dasar.
    • SMP: blok-based coding, teachable machine.
    • SMA/SMK: teks coding, model ML sederhana, prompt engineering.
  • Contoh alokasi waktu: 2 JP/minggu (kelas 5-10); 5 JP (SMA 11-12); 4 JP (SMK 11-12).

Page 57 – Capaian Belajar Fase C (Kelas 5-6)

  • Berpikir komputasional pradasar; literasi digital + etika KA.
  • Output: siswa dapat membuat instruksi sederhana & simulasi KA.

Page 59 – Capaian Belajar Fase D (SMP)

  • Pengelolaan data, algoritma dasar, produksi konten multimedia.
  • Analisis bias, keamanan data, penggunaan teachable machine.

Page 63 – Capaian Belajar Fase E (SMA 10)

  • Algoritma menengah, basis data dasar, prompt engineering, design thinking KA.

Page 65 – Capaian Belajar Fase F (SMA 11-12)

  • OOP, IoT, big-data, pengembangan model ML, evaluasi transparansi.

Page 68 – Metode Pembelajaran

  • Problem-Based, Project-Based (hasil projek sebagai portofolio), Inkuiri, Gamifikasi (Octalysis 8 drives), Internet-Based, Plugged & Unplugged.

Page 69 – Media Pembelajaran

  • Perangkat digital (laptop, tablet).
  • Platform daring (Scratch, Code.org, LMS Kemendikdasmen).
  • Modul interaktif; kartu & papan untuk unplugged.

Page 71 – Evaluasi

  • Penilaian autentik; sertifikasi kompetensi.
  • Evaluasi guru (Klinis, Supervisi) & refleksi siswa.

Page 72 – Kualifikasi & Kompetensi Guru

  • Minimal S1/D4S1/D4.
  • Empat kompetensi: profesional (materi coding & KA), pedagogik (model PjBL dll.), kepribadian (etos kerja, reflektif), sosial (kolaborasi komunitas).
  • Jenjang SD boleh diajar guru kelas dengan minat ICT.

Page 74 – Strategi Implementasi

  • Pendekatan bertahap: pilot pada sekolah siap infrastruktur & guru.
  • Skema IN-ON-IN pelatihan: 30%30\% teori vs 70%70\% praktik.
  • Bimtek calon pelatih (widyaiswara, PTP, praktisi).

Page 78 – Kemitraan Multi-Stakeholder

  • Peran pemerintah (regulasi, kurikulum, infra), perguruan tinggi (riset + MOOC), industri (bootcamp, platform), komunitas & NGO (coaching, literasi), media (kampanye).

Page 81 – Monitoring & Evaluasi

  • BSKAP PSKP koordinator; dua fokus: proses implementasi + dampak (hasil belajar, Δ\Delta kompetensi).
  • Metode: survei, FGD, uji statistik quasi-eksperimental.

Page 83 – Kesimpulan

  • Koding & KA = prasyarat SDM unggul era 4.0/5.04.0/5.0.
  • Harus terintegrasi kurikulum inklusif & berkeadilan.

Page 85 – Rekomendasi Kebijakan

  1. Mapel pilihan 22 JP (SD 5-6, SMP, SMA 10) – naik 55 JP (SMA 11-12) / 44 JP SMK.
  2. Revisi regulasi struktur kurikulum & CP.
  3. Buku teks, LMS, pelatihan guru.
  4. Sertifikasi guru Koding & KA.
  5. Kolaborasi & evaluasi berkala.

Page 87 – Daftar Pustaka (inti)

  • Rujukan kunci: Wing (2006), UNESCO (2022–2024), WEF (2023), Stanford GAIVT (2023), GitHub (2024), dll.

Page 110 (Sampul akhir)

  • Logo “Tut Wuri Handayani” & identitas BSKAP sebagai penutup.