Prinsip-Prinsip Informatika Biomedis
Pengantar
Pengajaran oleh:
Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA
Norma Hermawan, Ph.D.
Rasyida Shabihah Z.A., S.T., M.T.
Topik: Manajemen Informasi Medika dan Informatika Biomedis (EB34910)
Ikhtisar Konten
Sistem Manajemen Informasi Kesehatan (HMIS)
Pertukaran informasi kesehatan
Sistem informasi
Sistem Informasi Geografis (GIS)
Data Medis dan Rekam Medis
Sistem Penomoran dan Penyimpanan Data Medis
Aspek Hukum dan Perkembangan Terkini HMIS
Jaringan dan Komunikasi Data, Protokol Komunikasi Data Medis
Pemrograman Socket
Teknologi dalam Informatika Biomedis
Teknologi apa pun yang memproses dan mengkomunikasikan data meliputi:
Komputer, suara, perangkat komunikasi data dan gambar, perangkat grafik, penyimpanan multimedia, dsb.
Alat sederhana seperti pena, kertas, telepon, dan mesin faks.
Informatika Medis
Definisi:
Ilmu analisis, dokumentasi, pengendalian, dan sintesis proses informasi dalam sistem penyampaian perawatan kesehatan.
Mengkaji penerapan teknologi informasi untuk semua bidang kedokteran — perawatan medis, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis.
Kutipan dari Edward Shortliffe: "Cabang ilmu yang berkaitan dengan penggunaan komputer dan teknologi komunikasi untuk memperoleh, menyimpan, menganalisis, mengkomunikasikan, dan menampilkan informasi medis dan pengetahuan."
Elemen Fundamental Informatika Medis
Teknologi Informasi
Informasi Biomedis
Manajemen Pengetahuan
Manajemen Informasi Klinis
Komunikasi
Dukungan Keputusan
Pendidikan Kesehatan
Penelitian
Perkembangan Teknologi Informasi
Kemajuan Teknologi dalam dua dekade terakhir:
Komputer pribadi dan stasiun kerja grafis
Metode baru interaksi manusia-komputer (jendela, mouse, layar sentuh)
Inovasi dalam penyimpanan data massal, PDA, Internet dan World Wide Web, komunikasi nirkabel, gadget, smartphone.
Motivasi:
Sistem kesehatan lamban dalam memahami dan memanfaatkan teknologi informasi.
Sejarah Perkembangan Internet
1968: Internet dimulai sebagai aktivitas penelitian AS
1973: Penelitian terkait medis pertama dimasukkan ke jaringan.
1980: Jaringan backbone berkecepatan tinggi; rumah sakit pertama yang terhubung ke internet.
1990: World Wide Web diluncurkan.
1995: Operasi internet sepenuhnya dikomersialkan.
Saat ini: Jaringan berkecepatan tinggi ke rumah dan kantor, konektivitas nirkabel yang luas.
Rekam Kesehatan Elektronik (EHR)
Tujuan:
Mengembangkan workstation klinis terintegrasi di lembaga kesehatan.
Kekurangan Rekam Kertas Tradisional:
Kesulitan dalam memperoleh informasi spesifik pasien atau manajemen pasien.
Permintaan untuk produktivitas klinis yang lebih baik.
Rekam Medis dan Uji Klinis:
Membantu menghilangkan tugas manual pengambilan data dari grafik.
Masalah Utama dalam Sistem Rekam Pasien
Kebutuhan akan standar terminologi klinis.
Kekhawatiran mengenai privasi, kerahasiaan, dan keamanan data.
Tantangan dalam entri data oleh dokter.
Kesulitan integrasi sistem rekam dengan sumber daya informasi lainnya.
Uji Klinis
Definisi elemen data:
Definisi kelayakan, deskripsi proses, kriteria penghentian, dan detail lainnya dari uji coba.
Basis data komputer untuk analisis dan hasil.
Mengintegrasikan Rekam Pasien dengan Sumber Daya Informasi Lain
Akses pasien
Workstation administratif
Intranet perusahaan
Perangkat klinis untuk entri data dan akses informasi
Basis data klinis/rekam kesehatan elektronik
Sumber daya pustaka, laboratorium klinis, pendidikan.
Infrastruktur Informasi Kesehatan Nasional (NHII)
Pihak Terlibat:
Pasien, individu sehat, sistem kesehatan lokal, praktik rawat jalan, institusi pemerintah, rumah sakit dan dokter lain, agen penyakit menular, vendor farmasi.
Siklus Aliran Informasi
Elemen:
Rekam kesehatan elektronik, registri regional dan nasional, penelitian biomedis, sistem dukungan informasi, protokol dan pedoman untuk pencegahan dan pengobatan.
Hambatan Potensial
Logistik, Politik, Keuangan:
Enkripsi data, kebijakan HIPAA.
Standar transmisi dan berbagi data, dan kontrol mutu.
Implikasi untuk Pasien
Pasien datang dengan informasi dari pencarian medis di web.
Tantangan: banyak informasi kesehatan di web yang tidak melalui tinjauan sejawat.
Persyaratan untuk Pengembangan Sistem
Infrastruktur:
Internet dengan bandwidth tinggi dan keandalan, model finansial untuk aplikasi praktis.
Pendidikan dan Pelatihan:
Institusi pendidikan yang menghasilkan individu terampil dalam teknologi komputasi dan komunikasi.
Perubahan Organisasi dan Manajemen:
Pemahaman yang lebih baik tentang peran perbaikan proses.
Penggunaan Komputer dalam Biomedis
Pemeliharaan rekam medis, bantuan diagnosis penyakit, alat praktik kantor untuk penagihan pasien atau penjadwalan janji.
Dari Ilmu Biomedis ke Praktik Medis
Statistik terkait penyampaian penelitian medis dan tingkat penerimaan hasil negatif.
Luas Informatika Biomedis
Penelitian dasar
Metode, teknik, dan teori informatika biomedis
Penelitian terapan, informatika pencitraan, informatika klinis, informatika kesehatan masyarakat.
Sifat Informasi Medis
Proses komputer rendah yang sama — tetapi diterapkan pada objek lebih kompleks seperti organisme.
Kecerdasan Buatan (AI): penerapan ilmu komputer untuk masalah tingkat tinggi di dunia nyata.
Integrasi Komputasi Biomedis dalam Praktik Medis
Kemajuan perangkat keras dan perangkat lunak komputer menguntungkan implementasi aplikasi komputer dalam praktik medis dan penelitian ilmu kehidupan.