mekanika

Jumlah Kalor

  • Jumlah kalor sebanding dengan massa, kalor jenis, dan perubahan suhu.
    • Rumus: Q=mimescimesriangleTQ = m imes c imes riangle T
    • Di mana:
    • QQ: jumlah kalor (J)
    • mm: massa (kg)
    • cc: kalor jenis (J/(kg imes °C))
    • riangleTriangle T: perubahan suhu (°C)
  • Perubahan suhu berbanding terbalik dengan kalor jenis.
    • Saat jumlah kalor tetap, perubahan suhu terbesar dimiliki oleh benda dengan kalor jenis kecil.
    • Contoh: benda dilempar ke atas.

Gerak Lurus

1. Gerak Lurus Beraturan (GLB)

  • Lintasan berupa garis lurus.
  • Kecepatan konstan (v = konstan/tetap).
  • Tidak mempunyai percepatan (a = 0).
  • Persamaan yang digunakan:
    • V<em>1=V</em>0+atV<em>1 = V</em>0 + at
    • S=V0t+12at2S = V_0 t + \frac{1}{2} a t^2
  • Di mana:
    • V1V_1: besar kecepatan akhir (m/s)
    • V0V_0: besar kecepatan awal (m/s)
    • tt: waktu (s)
    • SS: jarak yang ditempuh (m)
    • aa: percepatan (m/s²)

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

  • Lintasan berupa garis lurus.
  • Kecepatan berubah secara beraturan.
  • Mempunyai percepatan konstan (a ≠ 0).
  • Terdiri dari:
    • GLBB dipercepat (a = positif)
    • Contoh: gerak benda jatuh.
    • GLBB diperlambat (a = negatif).

Hukum Newton

1. Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)

  • Pernyataan: "Setiap benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap, kecuali ada gaya luar yang bekerja padanya."
    • Keterangan:
    • ww: berat benda (N)
    • mm: massa benda (kg)
    • gg: percepatan gravitasi (m/s²).

2. Hukum II Newton

  • Pernyataan: "Percepatan sebuah benda sebanding dan searah dengan resultan gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya."
    • Rumus: extΣFm=a\frac{ ext{ΣF}}{m} = a
    • Contoh:
    • Buah apel jatuh dari pohonnya.
    • Sepeda menuruni jalan yang miring tanpa dikayuh.

3. Hukum III Newton (Hukum Aksi-Reaksi)

  • Pernyataan: "Ketika suatu benda memberikan gaya (aksi) pada benda kedua, benda kedua tersebut akan memberikan gaya (reaksi) yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama."
    • Contoh:
    • Adanya gaya gravitasi.
    • Peristiwa gaya magnet.
    • Gaya listrik.

Usaha dan Energi

1. Usaha

  • Definisi: Usaha merupakan hasil kali besar perpindahan dengan resultan gaya yang sejajar dengan perpindahan.
    • Rumus: W=extΣFimesSW = ext{ΣF} imes S
    • Di mana:
    • WW: usaha (J)
    • extΣFext{ΣF}: resultan gaya (N)
    • SS: perpindahan (m)
  • Contoh: Penumpang akan serasa terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak.

2. Energi

  • Definisi: Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha.
  • Jenis-jenis energi:
    1. Energi potensial: Energi yang dimiliki benda karena kedudukan/ketinggiannya.
    • Rumus: E=mimesgimeshE = m imes g imes h
    1. Energi kinetik: Energi yang dimiliki benda karena geraknya.
    • Rumus: Ek=12mv2E_k = \frac{1}{2} mv^2
    1. Energi mekanik: Jumlah energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki suatu benda.
    • Rumus: E<em>m=E</em>p+EkE<em>m = E</em>p + E_k
    • Di mana:
      • gg: percepatan gravitasi bumi (m/s²)
      • hh: ketinggian (m)
      • vv: besar kecepatan (m/s)
  • Hukum Kekekalan Energi: Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain.

Pesawat Sederhana

1. Tuas

  • Definisi: Tuas adalah pengungkit yang berguna untuk mengangkat benda yang berat.
  • Tipe-tipe tuas:
    • Golongan I: contoh jungkat-jungkit.
    • Golongan II: contoh gerobak sorong.
    • Golongan III: contoh sekop.

2. Bidang Miring

  • Definisi: Bidang miring adalah pesawat sederhana yang memanfaatkan sudut kemiringan untuk mempermudah usaha.
  • Rumus: KM=shKM = \frac{s}{h}
    • Di mana:
    • ss: sisi miring (m)
    • hh: tinggi (m)

3. Katrol

  • Definisi: Katrol adalah pesawat sederhana yang dapat membalikan arah gaya beban.
  • Jenis-jenis katrol:
    • Katrol bebas: KM=1KM = 1 dan w=Fw = F.
    • Katrol tetap: KM=2KM = 2 dan w=2Fw = 2F.
    • Katrol berganda: terdiri dari 2 katrol atau lebih; KM=KM = jumlah katrol atau tali yang menanggung beban.

Tekanan

  • Tekanan (P) adalah besar gaya tegak lurus yang bekerja pada luas bidang per satuan luas.
    • Rumus: P=FAP = \frac{F}{A}
    • Di mana:
    • FF: gaya (N)
    • AA: luas permukaan (m²)

1. Tekanan Hidrostatis

  • Tekanan hidrostatis (P) adalah tekanan pada zat cair.
    • Rumus: Ph=pimesgimeshP_h = p imes g imes h
    • Di mana:
    • pp: massa jenis (kg/m³)
    • gg: percepatan gravitasi (m/s²)
    • hh: kedalaman (m)

2. Hukum Pascal

  • Pernyataan: "Tekanan yang diberikan pada zat cair pada ruang yang tertutup akan menekan sama rata ke segala arah."
    • Contoh penerapan: pompa hidrolik dan tensimeter.

3. Hukum Archimedes

  • Pernyataan: "Benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapat gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat benda tersebut."
    • Rumus gaya apung: FA=PimesgimesVF_A = P imes g imes V
  • Contoh penerapan: kapal selam, jembatan tong apung, dan sebagainya.