Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi Pria

  1. Skrotum: Membungkus testis untuk menjaga suhu testis.

  2. Testis: Memproduksi sperma dan hormon testosteron.

  3. Epididimis: Tempat pematangan dan penyimpanan sperma.

  4. Vas Deferens: Menyalurkan sperma dari epididimis ke uretra saat ejakulasi.

  5. Vesikula Seminalis: Memproduksi semen kaya fruktosa, sumber energi sperma.

  6. Urethra: Saluran keluarnya urin dan semen saat ejakulasi.

  7. Kelenjar Prostat:

    • Mencairkan semen agar sperma dapat bergerak bebas (hormon PSA).

    • Membantu memompa sperma dan mempertahankan ereksi.

    • Mendukung kinerja testosteron.

    • Mengontrol aliran urine.

  8. Kelenjar Cowper:

    • Memproduksi cairan basa untuk menetralkan urin yang asam.

    • Melindungi uretra untuk meminimalisir kerusakan sperma saat ejakulasi.

Sistem Reproduksi Wanita

  1. Ovarium: Tempat pembuatan sel telur, estrogen, dan progesteron.

  2. Oviduk (Tuba Fallopi): Tempat pembuahan (fertilisasi) dan saluran menuju rahim.

  3. Uterus (Rahim): Tempat pertumbuhan dan perkembangan janin (terdiri dari Perimetrium, Miometrium, dan Endometrium).

  4. Fimbriae: Menangkap dan mengarahkan sel telur ke tuba fallopi.

Penyakit Sistem Reproduksi

  1. Gonore (Kencing Nanah): Disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae.

    • Pada Laki-Laki: Keluarnya cairan seperti nanah pada uretra.

    • Pada Wanita: Keluarnya keputihan berlebih dan nyeri panggul.

    • Dampak: Infeksi atau infertilitas, infeksi panggul.

  2. Sifilis: Disebabkan oleh Treponema Pallidum.

    • Tahap awal: Luka tidak nyeri di alat kelamin.

    • Tahap lanjut: Ruam kulit dan kerusakan organ.

    • Dampak: Kerusakan organ permanen hingga kematian.

  3. HIV/AIDS: Disebabkan oleh penggunaan jarum suntik bersama.

    • Infeksi awal: Demam.

    • AIDS: Infeksi oportunistik.

    • Dampak: Melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  4. Kanker Serviks: Diinfeksi virus HPV tipe 16 dan 18.

    • Gejala: Pendarahan setelah hubungan seksual, nyeri panggul.

    • Dampak: Kematian jika tidak diobati.

  5. Endometriosis: Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim.

    • Gejala: Nyeri haid parah, nyeri saat seks.

    • Dampak: Mengganggu kesuburan.

  6. Varikokel: Pelebaran pembuluh vena di skrotum.

    • Gejala: Skrotum terasa berat, pembengkakan di testis.

    • Dampak: Menurunkan kualitas sperma.

  7. Kista Ovarium (PCOS): Munculnya kista kecil pada ovarium.

    • Gejala utama: Menstruasi tidak teratur.

    • Dampak: Infertilitas.

Siklus Menstruasi dan Ovulasi

  • Siklus menstruasi terdiri dari fase folikuler, ovulasi, dan fase luteal dengan rerata jarak menstruasi 28 hari, ovulasi pada hari ke-14.

  • Proses pembentukan sel telur (oosit) dan sperma melalui mitosis dan meiosis.

Hormon pada Sistem Reproduksi

A. Pada Wanita:

  1. Estrogen: Mengatur perkembangan seksual sekunder dan penebalan lapisan rahim.

  2. Progesteron: Diproduksi Korpus Luteum untuk menjaga kehamilan.

  3. FSH (Follicle Stimulating Hormone): Merangsang pematangan sel telur.

  4. LH (Leuterizing Hormone): Memicu pelepasan ovum.

B. Pada Pria:

  1. Testosteron: Mengatur perkembangan seksual sekunder dan produksi sperma.

  2. FSH: Merangsang pembentukan sperma (spermatogenesis).

  3. LH: Merangsang produksi testosteron di sel Leydig.