Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Pria
Skrotum: Membungkus testis untuk menjaga suhu testis.
Testis: Memproduksi sperma dan hormon testosteron.
Epididimis: Tempat pematangan dan penyimpanan sperma.
Vas Deferens: Menyalurkan sperma dari epididimis ke uretra saat ejakulasi.
Vesikula Seminalis: Memproduksi semen kaya fruktosa, sumber energi sperma.
Urethra: Saluran keluarnya urin dan semen saat ejakulasi.
Kelenjar Prostat:
Mencairkan semen agar sperma dapat bergerak bebas (hormon PSA).
Membantu memompa sperma dan mempertahankan ereksi.
Mendukung kinerja testosteron.
Mengontrol aliran urine.
Kelenjar Cowper:
Memproduksi cairan basa untuk menetralkan urin yang asam.
Melindungi uretra untuk meminimalisir kerusakan sperma saat ejakulasi.

Sistem Reproduksi Wanita
Ovarium: Tempat pembuatan sel telur, estrogen, dan progesteron.
Oviduk (Tuba Fallopi): Tempat pembuahan (fertilisasi) dan saluran menuju rahim.
Uterus (Rahim): Tempat pertumbuhan dan perkembangan janin (terdiri dari Perimetrium, Miometrium, dan Endometrium).
Fimbriae: Menangkap dan mengarahkan sel telur ke tuba fallopi.

Penyakit Sistem Reproduksi
Gonore (Kencing Nanah): Disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae.
Pada Laki-Laki: Keluarnya cairan seperti nanah pada uretra.
Pada Wanita: Keluarnya keputihan berlebih dan nyeri panggul.
Dampak: Infeksi atau infertilitas, infeksi panggul.
Sifilis: Disebabkan oleh Treponema Pallidum.
Tahap awal: Luka tidak nyeri di alat kelamin.
Tahap lanjut: Ruam kulit dan kerusakan organ.
Dampak: Kerusakan organ permanen hingga kematian.
HIV/AIDS: Disebabkan oleh penggunaan jarum suntik bersama.
Infeksi awal: Demam.
AIDS: Infeksi oportunistik.
Dampak: Melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Kanker Serviks: Diinfeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
Gejala: Pendarahan setelah hubungan seksual, nyeri panggul.
Dampak: Kematian jika tidak diobati.
Endometriosis: Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim.
Gejala: Nyeri haid parah, nyeri saat seks.
Dampak: Mengganggu kesuburan.
Varikokel: Pelebaran pembuluh vena di skrotum.
Gejala: Skrotum terasa berat, pembengkakan di testis.
Dampak: Menurunkan kualitas sperma.
Kista Ovarium (PCOS): Munculnya kista kecil pada ovarium.
Gejala utama: Menstruasi tidak teratur.
Dampak: Infertilitas.
Siklus Menstruasi dan Ovulasi

Siklus menstruasi terdiri dari fase folikuler, ovulasi, dan fase luteal dengan rerata jarak menstruasi 28 hari, ovulasi pada hari ke-14.
Proses pembentukan sel telur (oosit) dan sperma melalui mitosis dan meiosis.
Hormon pada Sistem Reproduksi
A. Pada Wanita:
Estrogen: Mengatur perkembangan seksual sekunder dan penebalan lapisan rahim.
Progesteron: Diproduksi Korpus Luteum untuk menjaga kehamilan.
FSH (Follicle Stimulating Hormone): Merangsang pematangan sel telur.
LH (Leuterizing Hormone): Memicu pelepasan ovum.
B. Pada Pria:
Testosteron: Mengatur perkembangan seksual sekunder dan produksi sperma.
FSH: Merangsang pembentukan sperma (spermatogenesis).
LH: Merangsang produksi testosteron di sel Leydig.