Kisi-Kisi Komprehensif Ujian Asas Diniyyah Kelas 7 - 2026
Aqidah Islamiyyah (Materi I)
Materi Aqidah berfokus pada penanaman tauhid yang murni, pengenalan tujuan hidup, serta pembersihan diri dari segala bentuk kesyirikan.
Tujuan Penciptaan Makhluk dan Makna Ibadah
- Tujuan Utama Penciptaan: Santri harus memahami secara mendalam bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia dengan sia-sia, melainkan murni untuk beribadah dan tunduk hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.
- Landasan Dalil: Wajib menghafal teks dan memahami kandungan QS. Adz-Dzariyat ayat : Ayat ini merupakan dalil ketauhidan mutlak.
- Definisi Ibadah (Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah): Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah , baik berupa perkataan (lisan) maupun perbuatan (anggota badan), yang tampak (dzahir) maupun yang tersembunyi (batin).
- Cara Beribadah yang Benar: Mengikuti Allah dan Rasul-Nya dan tidak boleh membuat cara baru. Dalilnya adalah QS. Muhammad ayat : Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan janganlah kamu merusak amal-amalmu."
- Hak Allah atas Hamba: Berdasarkan hadits Mu'adz bin Jabal, hak Allah yang wajib dipenuhi hamba adalah disembah secara murni, dan Allah berjanji tidak akan mengadzab hamba yang tidak berbuat syirik.
Konsep Khouf, Raja', dan Keberadaan Allah
- Sifat Khouf (Takut): Rasa takut kepada adzab Allah yang mendorong seorang mukmin untuk menjauhi kemaksiatan.
- Sifat Raja' (Harap): Sifat senantiasa mengharapkan pahala, ampunan, dan surga Allah dengan diiringi amalan shalih, bukan sekadar angan-angan kosong.
- Keseimbangan (Tawazun): Ulama mengibaratkan Khouf dan Raja' seperti dua sayap burung. Jika salah satunya hilang, burung tidak bisa terbang. Begitu pula mukmin; terlalu takut membuat putus asa, terlalu berharap membuat meremehkan dosa.
- Keberadaan Allah ('Uluw): Santri wajib meyakini berdasarkan dalil Al-Qur'an (seperti QS. Thaha: ) bahwa Allah berada di atas langit, bersemayam di atas 'Arsy-Nya dengan keagungan yang tidak menyerupai makhluk.
Syirik dan Bahayanya
- Syirik Akbar (Besar): Memalingkan satu bentuk ibadah kepada selain Allah. Hukumannya mengeluarkan seseorang dari Islam dan menghapus seluruh amal.
- Contoh: Berdoa ke kuburan keramat, menyembelih untuk jin (misalnya kepala kerbau).
- Syirik Ashghar (Kecil): Perbuatan yang dinyatakan syirik oleh dalil namun tidak mengeluarkan dari Islam, melainkan mengurangi kesempurnaan tauhid.
- Contoh: Riya' (ingin dipuji orang saat sholat) dan bersumpah dengan nama selain Allah.
Materi Fikih Ibadah (Materi II): Thaharah
Materi Fikih menekankan pada validitas keabsahan thaharah (bersuci) dan sholat berdasarkan petunjuk sifat wudhu dan sholat Nabi .
Tata Cara Wudhu’
- Niat dan Membaca Basmalah:
- Niat: Memasang niat di dalam hati untuk menghilangkan hadats kecil demi melaksanakan sholat karena Allah . Niat tidak perlu dilafalkan.
- Membaca Basmalah: Mengucapkan "Bismillah" sebelum menyentuh air atau memulai wudhu, karena hal ini disyariatkan dan dihukumkan wajib oleh sebagian ulama.
- Membasuh Kedua Telapak Tangan: Mencuci kedua telapak tangan sebanyak kali. Pastikan air menyela-nyela di antara jari-jemari tangan agar bersih secara merata.
- Berkumur-kumur dan Istinsyaq (Memasukkan Air ke Hidung): Mengambil air dengan telapak tangan kanan, kemudian memasukkan sebagian air ke dalam mulut untuk berkumur-kumur (madmadah), dan sebagian lagi dihirup ke dalam hidung (istinsyaq) secara bersamaan. Keluarkan air dari dalam hidung dengan tangan kiri (istintsar). Lakukan proses ini sebanyak kali.
- Membasuh Seluruh Wajah: Membasuh wajah sebanyak kali secara merata. Batas wajah:
- Secara vertikal: Mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala bagian atas hingga dagu bagian bawah.
- Secara horizontal: Dari daun telinga kanan hingga daun telinga kiri.
- Catatan: Bagi yang memiliki jenggot lebat, disunnahkan untuk menyela-nyela jenggot dengan jari-jari tangan yang basah.
- Membasuh Kedua Tangan hingga Siku: Membasuh tangan kanan terlebih dahulu dari ujung jari hingga melewati siku sebanyak kali, kemudian dilanjutkan dengan tangan kiri dengan cara yang sama sebanyak kali. Dahulukan anggota tubuh bagian kanan (tayamun) karena merupakan sunnah muakkadah.
- Mengusap Kepala dan Telinga:
- Cara Mengusap Kepala: Membasahi kedua telapak tangan dengan air baru (bukan sisa membasuh tangan), lalu menjalankannya dari bagian depan kepala (tempat tumbuhnya rambut) hingga ke tengkuk (belakang), lalu dibalikkan/dikembalikan lagi ke depan dalam satu gerakan utuh. Dilakukan sebanyak kali.
- Mengusap Telinga: Tanpa mengambil air baru, langsung masukkan jari telunjuk ke dalam lekukan daun telinga dan ibu jari mengusap bagian luar daun telinga.
- Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki: Membasuh kaki kanan terlebih dahulu hingga melewati kedua mata kaki sebanyak kali, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri sebanyak kali. Disunnahkan menyela-nyela jari kaki menggunakan jari kelingking tangan kiri.
- Tertib, Tumaninah, dan Berurutan: Wudhu wajib dilakukan secara tertib (berurutan dari nomor sampai ) serta muwalah (bersambung tanpa jeda lama hingga anggota wudhu sebelumnya mengering).
Doa Setelah Selesai Wudhu dan Ketentuan Khusus
Setelah selesai membasuh kaki, menghadaplah ke arah kiblat dan bacalah doa berikut:
- Transliterasi: "Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh."
- Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Poin Tambahan Wudhu & Mandi:
- Hukum Bismillah: Disyariatkan/wajib menurut sebagian ulama berdasarkan sabda Nabi : "Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah atasnya."
- Niat Mandi Junub: Niat bertempat di dalam hati dan menjadi syarat mutlak. Jika mandi tanpa niat menghilangkan hadats besar, mandi tersebut tidak sah.
- Syarat Sempurna Mandi: Mengalirkan dan meratakan air ke seluruh pori-pori kulit dan rambut, termasuk menyela-nyela rambut dan jenggot lebat.
Fikih Ibadah: Sholat
Syarat dan Ketentuan Utama
- Syarat Wajib Sholat: Islam, baligh, dan berakal.
- Syarat Sah Sholat: Masuk waktu sholat, suci dari hadats besar/kecil, suci badan/pakaian/tempat dari najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
- Takbiratul Ihram: Merupakan rukun sholat. Posisi telapak tangan diangkat sejajar bahu atau sejajar daun telinga, jari-jari direnggangkan sedikit dan dihadapkan lurus ke arah kiblat.
- Rukun Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah secara tartil pada setiap rakaat (wajib/sunnah) bagi imam, makmum (sholat sirriyyah), maupun sholat sendirian.
- Tumaninah: Ketenangan posisi tubuh di mana seluruh tulang kembali ke persendiannya sebelum berpindah gerakan. Wajib ada saat ruku', i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Meninggalkan tumaninah membatalkan sholat.
Sifat dan Bacaan Gerakan Sholat
- Ruku':
- Doa ( kali): "Subhaana rabbiyal 'adziim."
- Atau: "Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfir lii."
- I’tidal:
- Membaca tasmi' (Imam/Sendiri): "Sami'allahu liman hamidah."
- Membaca (Imam, Makmum, Sendiri): "Rabbanaa wa lakal hamdu."
- Sujud:
- Wajib di atas anggota badan: Dahi (termasuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jari kedua kaki (menghadap kiblat).
- Doa ( kali): "Subhaana rabbiyal 'a'laa."
- Atau doa yang sama seperti saat ruku'.
- Duduk di antara Dua Sujud:
- Doa: "Rabbighfir lii, Rabbighfir lii."
- Versi panjang: "Allahummaghfir lii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii."
Bacaan Tashahhud (Tahiyyat)
Bacaan tasyahud awal dan akhir adalah sama (Hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu).
A. Teks Tashahhud:
B. Sholawat Nabi (Wajib Tahiyyat Akhir, Sunnah Tahiyyat Awal):
C. Doa Tambahan Sebelum Salam (Sangat Dianjurkan pada Tahiyyat Akhir): Berlindung dari perkara fitnah: Transliterasi: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabr, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid-dajjaal."
Materi Dzikir (Materi III)
Santri diwajibkan menghafal lafal dzikir beserta kesinambungan kalimatnya untuk:
- Dzikir Pagi Petang
- Dzikir Ba’da Sholat