7. Non-eksperimental dan Eksperimental (Quasi-Experimental)

Pengantar

  • Penelitian kuantitatif sering kali melibatkan studi dengan desain eksperimen yang murni.

  • Terdapat situasi khusus di mana penerapan desain eksperimen murni tidak memungkinkan.

  • Dalam konteks penelitian, dua desain penting dapat digunakan:

    • Desain Non-eksperimental

    • Desain Eksperimen Semu (Quasi-Experimental)


Desain Penelitian

Desain Antar Kelompok untuk Desain Non-eksperimental dan Eksperimen Semu

  • Desain ini membandingkan dua kelompok tanpa adanya perlakuan tertentu.

  • Contoh desain antar kelompok:

    • Nonequivalent Group Design: Membandingkan efek perlakuan terhadap kelompok yang secara alami sudah ada (existing groups), namun rentan terhadap bias penugasan (assignment bias).

    • Nonequivalent Control Group Design: Menggunakan kelompok yang sudah ada membagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Desain ini dapat berupa:

    • Posttest-only

    • Pretest dan posttest

    • Differential Research Design: Membandingkan skor suatu variabel dari kelompok-kelompok tertentu, misalnya, tingkat depresi pada mahasiswa vs pekerja.

Desain Dalam Kelompok untuk Desain Non-eksperimental dan Eksperimen Semu

  • Beberapa desain dalam kelompok yang sering digunakan:

    • One Group Pretest-Posttest Design: Seperti eksperimen dalam kelompok tetapi tanpa menggunakan counterbalancing, disimbolkan sebagai OXO.

    • Time Series Design: Melakukan pengamatan terhadap setiap partisipan beberapa kali sebelum dan sesudah perlakuan, disimbolkan sebagai OOOXO.

    • Single-Case Design: Membuat desain penelitian dalam kelompok kepada satu orang partisipan untuk evaluasi mendalam.


Penelitian Perkembangan

Desain Penelitian Perkembangan

  • Digunakan untuk memeriksa perubahan perilaku terkait usia. Terdapat dua pendekatan utama:

    • Cross-Sectional Design: Mengumpulkan data dari beberapa kelompok usia pada waktu yang bersamaan.

    • Kerentanan: Cohort effect (perbedaan situasi lingkungan yang memengaruhi kelompok usia, sehingga hubungan antar variabel lebih1 dipengaruhi oleh cohort daripada usia).

    • Longitudinal Design: Mengukur kelompok yang sama pada beberapa waktu untuk memperhatikan perubahan seiring bertambahnya usia.

    • Kerentanan: Kehilangan partisipan (participant attrition/mortality).


Tabel Analisis Desain Penelitian

Tabel 10.1: Gambaran Umum Desain Penelitian untuk Strategi Non-eksperimental dan Quasi-Experimental

  • Between-Subjects Designs

    • Nonequivalent Group Designs: Membandingkan kelompok individu yang sudah ada dan tidak secara acak. Dapat mencakup:

    • Differential research

    • Posttest-only nonequivalent control group design

    • Pretest-posttest nonequivalent control group design

    • Cross-sectional developmental design

  • Within-Subjects Designs

    • Pre-Post Designs: Membandingkan dua atau lebih skor dari satu kelompok partisipan. Contoh:

    • Pretest-posttest design

    • Time-series design

    • Longitudinal developmental design


Kekuatan dan Kelemahan Desain Penelitian

Tabel 10.2: Kekuatan dan Kelemahan dari Desain Penelitian Perkembangan Cross-Sectional dan Longitudinal

Desain

Kekuatan

Kelemahan

Longitudinal Research

- Tidak ada efek cohort atau generasi

- Memakan waktu

- Menilai perubahan perilaku individu

- Dropout partisipan bisa menyebabkan bias

- Potensi efek praktik

Cross-Sectional Research

- Efisien waktu

- Tidak diperlukan kerja sama jangka panjang

- Perubahan individu tidak dinilai

- Efek cohort atau generasi


Diskusi Kelompok

  • Dari topik kelompok, buatlah desain non-eksperimental komparatif.

  • Buatlah rasionalisasi penelitian, desain non-eksperimental dan perkembangan, populasi dan sampling, pengukuran, serta strategi analisis data.