ANIMALIA

Pengertian Umum

  • ANIMALIA merupakan kelompok organisme eukariotik dan heterotrof.

  • Memiliki struktur tubuh lebih kompleks daripada organisme uniseluler.

  • Terdiri dari sel-sel yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ yang berfungsi bersama-sama.

Ciri-Ciri Umum Animalia

  • Heterotrof.

  • Multiseluler.

  • Eukariotik.

  • Memiliki jaringan dan organ.

  • Kemampuan bergerak.

  • Reproduksi seksual dan aseksual (beberapa).

  • Habitat di darat, air tawar, laut, dan udara.

KLASIFIKASI

  • Vertebrata (dengan tulang belakang).

  • Invertebrata (tanpa tulang belakang).

VERTEBRATA

  1. PISCES

    • Habitat di air.

    • Bagian luar tubuh dilindungi eksoskeleton berupa sisik.

    • Bernapas dengan insang.

    • Hewan poikiloterm (berdarah dingin).

    • Dikelompokkan menjadi 3 ordo:

      • Agnatha

      • Chondricthyes

      • Ostheichthyes

Struktur Pisces
  • Nostril

  • Potongan operkulum

  • Tali spinal

  • Gelembung renang

  • Sirip dorsalis

  • Otak

  • Hati

  • Insang

  • Jantung

  • Ginjal

  • Lambung

  • Usus

  • Anus

  • Sirip adiposa (karakteristik ikan trout)

  • Sirip kaudalis

  • Garis lateral (gurat sisi)

  • Gonad

  • Kantong sirip

  • Kemih pelvikalis

  • Sirip analis

Reproduksi Kelas Pisces
  • Mayoritas bertelur (ovipar).

  • Fertilisasi eksternal (di luar tubuh) = pemijahan.

  • Sebagian kecil bertelur-melahirkan (ovovivipar) seperti hiu, pari, kuda laut, dll.

  • Fertilisasi internal (di dalam tubuh).

  • Ikan betina memiliki ovarium dan ikan jantan memiliki testis.

Respirasi Kelas Pisces
  • Menggunakan insang.

  • Mekanisme:

    1. Inspirasi: Mulut ikan membuka, air masuk ke rongga mulut sementara operkulum menutup.

    2. Pertukaran gas: Air mengalir melewati lembaran insang, oksigen terlarut dalam air berdifusi ke dalam darah, dan karbon dioksida keluar ke air.

    3. Ekspirasi: Mulut menutup, operkulum terbuka dan air didorong keluar.

  1. AMPHIBI

    • Habitat di darat maupun perairan.

    • Bernapas dengan paru-paru dan kulit (respirasi kutaneus).

    • Harus menemukan air untuk bertelur.

    • Larva disebut kecebong.

    • Kecebong bernapas dengan insang.

    • Dikelompokkan menjadi 3 ordo: Anura, Caudata, dan Gymnophiona.

Struktur Amphibi
  • Kerongkongan

  • Mulut

  • Hati

  • Kantung empedu

  • Usus

  • Lambung

  • Pankreas

  • Kloaka

Reproduksi Kelas Amphibi
  • Mayoritas seksual (fertilisasi eksternal).

  • Salamander fertilisasi internal.

  • Sebagian besar bertelur.

  • Siklus: bertelur ⟶ larva (kecebong/berudu) ⟶ metamorfosis ⟶ dewasa.

Respirasi Kelas Amphibi
  1. Kecebong/berudu bernapas dengan insang.

  2. Katak dewasa menggunakan paru-paru dengan otot rahang dan perut untuk menekan udara dan kulit untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida.

  3. REPTILIA

    • Beradaptasi di daerah kering (misalnya buaya) dan melakukan autotomi (misalnya cicak).

    • Dikelompokkan menjadi 4 ordo: Squamata, Crocodilia, Chelonia, dan Rynchochepalia.

Struktur Reptilia
  • Testis

  • Otak

  • Paru-paru

  • Hati

  • Limfa (jantan)

  • Ginjal

  • Kloaka

  • Usus

  • Esofagus

  • Jantung

  • Perul

  • Trakea

Reproduksi Kelas Reptilia
  • Fertilisasi internal.

  • Bertelur (ovipar) – contoh: buaya, penyu, dll.

  • Telur menetas dalam tubuh induk (ovovivipar) – contoh: kadal, ular.

Respirasi Kelas Reptilia
  • Menggunakan paru-paru.

  • Mengkontraksi otot-otot di antara tulang rusuk untuk menciptakan tekanan supaya udara masuk ke paru-paru.

  • Kura-kura menggunakan otot perut.

  1. AVES

    • Bulu menutupi seluruh permukaan tubuh.

    • Homoiterm (berdarah panas).

    • Memiliki kantung hawa untuk respirasi saat terbang.

    • Mengatur berat badan saat terbang.

    • Menggunakan kantung hawa untuk membungkus organ agar tidak dingin saat terbang.

Klasifikasi Ordo Aves
  • Aptérygiformes

  • Struthioniformes

  • Rheiformes

  • Casuariformes

  • Tinamiformes

  • Podicipediformes

  • Gaviiformes

  • Sphenisciformes

  • Procellariiformes

  • Pelecaniformes

  • Ciconiiformes

  • Ansiformes

  • Falconiformes

  • Galliformes

  • Gruiformes

  • Charadriiformes

  • Columbiformes

  • Psittaciformes

  • Cuculiformes

  • Strigiformes

  • Caprimulgiformes

  • Apodiformes

  • Trogoniformes

  • Coliiformes

  • Coraciiformes

  • Piciformes

  • Passeriformes

Struktur Aves
  • Paru-paru

  • Kantung udara

  • Empedal

  • Hati

  • Tembolok

  • Jantung

  • Lambung

Reproduksi Kelas Aves
  • Fertilisasi internal.

  • Telur bercangkang keras dikeluarkan melalui kloaka.

  • Perilaku kawin hingga merawat anak (pariental care).

Respirasi Kelas Aves
  • Menggunakan paru-paru yang terhubung dengan kantung udara.

  • Kantung udara membantu pernapasan saat terbang dan menyimpan udara cadangan.

Mekanisme Respirasi Kelas Aves
  • Saat istirahat: udara masuk ke paru-paru dan kantung udara (inspirasi) dan dari kantung udara ke paru-paru dan keluar melalui kantung udara depan (ekspirasi).

  • Saat terbang: dibantu gerakan sayap yang menekan kantung udara.

  1. MAMALIA

    • Memiliki mammae gland (kelenjar susu).

    • Rambut menutupi permukaan tubuh.

    • Terdiri dari:

    1. Mamalia bertelur (platypus).

    2. Mamalia berkantung (kanguru, koala).

    3. Mamalia berplasenta bersifat vivipar (kucing, anjing).

Klasifikasi Ordo Mamalia
  • Monotremata (berparuh bebek) - platipus, ecidna.

  • Marsupilia (berkantong) - kanguru, koala, walabi.

  • Insectivora (pemakan serangga) - landak, celurut, tikus mondok.

  • Chiroptera (bersayap) - kelelawar.

  • Rodentia (pengerat) - tikus, tupai, marmut.

  • Lagomorpha (golongan kelinci) - kelinci, pika.

  • Cetacea (golongan paus) - paus biru, lumba-lumba, pesut.

  • Sirenia (sebangsa duyung) - dugong, manatee.

  • Carnivora (pemakan daging) - singa, harimau, anjing.

  • Proboscidea (berbelalai) - gajah, mammoth (punah).

  • Perissodactyla (berkuku gasal) - kuda, zebra, badak.

  • Artiodactyla (berkuku genap) - sapi, kambing, rusa.

  • Primata (mamalia derajat tertinggi) - manusia, monyet, orangutan.

Struktur Mamalia
  • Rongga mulut

  • Kelenjar saliva

  • Lambung

  • Pankreas

  • Usus

  • Hati

  • Ginjal

  • Anus

  • Esofagus

  • Kantung kandung

  • Ureter

  • Empedu

  • Kemih

Reproduksi Kelas Mamalia
  • Fertilisasi internal.

  • Mayoritas embrio berkembang dalam uterus (rahim) dan mendapat nutrisi dari plasenta.

  • Berasal dari vivipar dan ovipar.

Respirasi Kelas Mamalia
  • Pada hewan laut: memiliki lubang sembur (blowhole) di atas kepala dengan katup yang menutup saat menyelam.

  • Mioglobin di otot untuk menyimpan oksigen.

  • Siklus: hidung/mulut ⟶ faring ⟶ laring ⟶ trakea ⟶ bronkus ⟶ paru-paru.

INVERTEBRATA

FILUM PORIFERA

  • Dikenal sebagai hewan berpori / spons.

  • Dikelompokkan menjadi 3 kelas: Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.

  • Habitat di perairan, mayoritas di perairan laut.

Ciri-Ciri Filum Porifera
  • Tubuh berpori.

  • Memiliki rongga sentral (spongecoel).

  • Multiseluler.

  • Diploblastik.

  • Heterotrof.

  • Berkoloni dan menetap di habitat air laut dan air tawar (famili spongilidae).

Pernapasan Filum Porifera
  • Sel pinakosit (sel bagian luar) dan sel koanosit (sel bagian dalam) menangkap oksigen dan menyalurkannya ke seluruh tubuh.

Struktur Porifera
  • Coanosit

  • Osculum

  • Pinakosit

  • Mesenkim

  • Spikula

  • Spongocoel

  • Ostium

  • Porosit

  • Amorbosit

  • Spikula

Pencernaan Filum Porifera
  • Holozoik.

  • Saprozoik:

    1. Makanan masuk ke tubuh.

    2. Menjadi partikel kecil.

    3. Menempel pada kolar.

    4. Difilter oleh mikrovili koanosit.

    5. Vakuola mengolah makanan dengan enzim pencernaan.

    6. Vakuola mengedarkan sari-sari makanan di dalam sel koanosit.

    7. Sari-sari makanan didistribusikan ke sel-sel tubuh.

Reproduksi Filum Porifera
  • Seksual: Zigot - pembelahan berulang - hasil pembuahan - membentuk larva rambut getar (amphiblastula) - berenang mencari lingkungan yang sesuai - larva berubah menjadi parenchymula - mencari tempat dan melekat di sana - individu baru.

  • Aseksual: Memisahkan diri dari induknya dan membentuk tunas atau kuncup ke arah bagian luar. Kecuali porifera air tawar (kuncup ke dalam).

Siklus Hidup Porifera
  • Perkembangan porifera:

  • Meiosis ⟶ zigot hasil fertilisasi ⟶ blastula.

  • Fase bergerak⟶ flagellum berkembang ke dalam sel kolar.

  • Larva amphiblastula (planula) ⟶ porifera tumbuh menempel di dasar.

Peranan Porifera
  • Pariwisata (secara tidak langsung).

  • Porifera African spirastrella-spinispirulifera sebagai anti kanker.

  • Senyawa anti malaria.

  • Bahan obat KB alami.

  • Sedang diteliti sebagai insektisida alami.

FILUM COELENTERATA

  • Dikenal sebagai hewan berongga (rongga sentral = coelenteron, yaitu tempat pencernaan).

  • Habitat di laut.

  • Dikelompokkan menjadi 3 kelas: Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

Ciri-Ciri Filum Coelenterata
  • Multiseluler.

  • Diploblastik.

  • Jaringan telah terbentuk (polip / medusa dengan tentakel penyengat).

  • Saraf sederhana tanpa sistem ekskresi.

  • Heterotrof.

  • Tentakel untuk menangkap mangsa.

  • Reproduksi seksual (gamet oleh medusa / polip).

Ciri-Ciri Filum Coelenterata (lanjutan)
  • Diploblastik.

  • Polip: bentuk tabung, mulut di atas, tentakel mengarah ke atas, menempel di dasar perairan, tidak bergerak bebas.

  • Medusa: bentuk mangkok, bergerak bebas, mulut di bagian bawah, tentakel mengarah ke bawah.

Pencernaan Filum Coelenterata
  • Pencernaan belum sempurna, terdiri dari mulut dan rongga usus (rongga gastrovaskuler).

  • Tidak memiliki anus.

  • Flagel di sekeliling mulut membantu pencernaan.

Respirasi, Transportasi, Ekskresi Filum Coelenterata
  • Tidak memiliki organel untuk ketiga aktivitas ini.

  • Namun untuk respirasi dan ekskresi menggunakan permukaan tubuh.

Struktur Coelenterata
  • Mouth/anus

  • Polyp

  • Tentacle

  • Gastrovascular cavity

  • Body stalk

  • Gastrodermis

  • Mesoglea

  • Medusa

  • Epidermis

Siklus Hidup Coelenterata
  • Origami medusa → jelly → medusa muda ⟶ mulut tentakel lengan pemakan → polip yang lelah berubah → polip larva yang dibuahi.

FILUM PLATHYHELMINTHES

  • Dikenal sebagai hewan triploblastik aselomata (cacing pipih).

  • Habitat di laut, air tawar, tempat lembab, parasit.

  • Dikelompokkan menjadi 3 kelas: Turbellaria, Trematoda, dan Cestoda.

Ciri-Ciri Filum Platyhelminthes
  • Tubuh simetri bilateral.

  • Bentuk pipih.

  • Memiliki sistem saraf.

  • Memiliki sistem pencernaan.

  • Dapat respirasi dan ekskresi.

  • Bersifat hemafrodit.

  • Reproduksi seksual (sendiri/silang) dan aseksual (fragmentasi).

Ciri-Ciri Filum Platyhelminthes (lanjutan)
  • Memiliki mesodermis, sehingga disebut simetri bilateral.

  • Terdapat dua daerah: anterior dan posterior.

  • Multiseluler dan simetris bilateral.

Pencernaan Filum Platyhelminthes
  • Sistem pencernaan belum sempurna, terdiri dari mulut dan usus.

  • Platyhelminthes hidup bebas: di mulutnya terdapat faring.

  • Platyhelminthes sebagai parasit: mulutnya terdapat alat isap.

Respirasi dan Transformasi Filum Platyhelminthes
  • Pertukaran oksigen dan karbondioksida dilakukan secara difusi dengan permukaan tubuh (kulit) karena lembab.

  • Transportasi pengangkutan zat terjadi dari sel ke sel secara difusi.

Struktur Platyhelminthes
  • Rongga.

  • Faring.

  • Gastrovaskuler.

  • Ganglia.

  • Mulut.

  • Bintik mata.

  • Saraf tepi (Saraf tangga tali).

FILUM NEMATHELMINTHES

  • Dikenal sebagai hewan triploblastik pseudoselomata.

  • Tubuh silinder dilapisi kutikula.

  • Tidak bersegmen.

  • Simetris bilateral.

Respirasi, Pencernaan, Reproduksi Nemathelminthes
  • Tidak memiliki sistem respirasi, hanya berupa sel-sel glanduler.

  • Sistem pencernaan sempurna.

  • Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan berkas saraf.

  • Saraf cardiovascular: pipa muscular, tanpa jantung.

  • Reproduksi seksual.

  • Habitat: air tawar, laut, parasit organisme, tempat lembab, tanah, dan lumpur.

Struktur Nemathelminthes
  • Sperm duct

  • Intestine.

  • Anus.

  • Copulatory spicule.

  • Testis.

  • Uterus.

  • Vulva.

  • Pharynx.

  • Nerve ring.

  • Excretory system.

FILUM ANNELIDA

  • Dikenal sebagai hewan triploblastik selomata (cacing gelang).

  • Habitat di dasar laut, perairan tawar, tanah, tempat lembab, dan parasit.

  • Dikelompokkan pada 3 kelas: Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

Ciri-Ciri Filum Annelida
  • Tubuh simetri bilateral.

  • Segmen metameri.

  • Multiseluler.

  • Memiliki otot.

  • Tidak memiliki sistem respirasi.

  • Tubuh terbagi menjadi: anterior (ujung kepala), posterior (ujung ekor), ventral (perut), dorsal (punggung).

Reproduksi Filum Annelida
  • Seksual (fertilisasi internal, ada yang eksternal).

  • Bersifat hermafrodit, ada yang kelamin terpisah.

  • Pencernaan makanan berupa detritus, cairan hewan (darah vertebrata), herbivora, karnivora.

  • Mekanisme: mulut → faring → esofagus → empedal → usus → anus.

Respirasi Filum Annelida
  • Dilakukan melalui difusi pada kulitnya, membuat kulit terlihat lembab/basah dengan insang (annelida yang hidup di air).

Ekskresi Filum Annelida
  • Menggunakan nefridia (nefridium) yang berada di setiap ruas tubuh, terdiri atas nefrostoma, tubulus, dan nefridiofor.

Struktur Annelida
  • Kutikula

  • Epidermis

  • Otot melingkar

  • Otot membujur

  • Rongga tubuh

  • Sekat

  • Pembuluh dorsal

  • Usus

  • Saluran nefridium

  • Metanefredium

  • Pembuluh ventral

  • Tali saraf

  • Setae

  • Ganglia otak

  • Klitelum

  • Pemompa

  • Pembuluh

  • Tembolok

  • Faring

  • Anus

  • Metanefredium

  • Usus

  • Tenggorokan

  • Mulut

  • Kerongkongan

  • Saraf ventral

  • Ganglion sub pharyngeal dengan segmental gaglia.

FILUM MOLLUSCA

  • Dikenal sebagai hewan tripoblastik selomata, hewan lunak.

  • Habitat di laut, air tawar, dan darat.

  • Dikelompokkan menjadi Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.

Ciri-Ciri Filum Mollusca
  • Tubuh simetri bilateral.

  • Bercangkang.

  • Reproduksi seksual.

  • Respirasi dengan insang atau rongga mantel.

Reproduksi Filum Mollusca
  • Kelas Gastropoda: hermafrodit, fertilisasi masih butuh sperma individu lain (seksual), peredaran darah terbuka, ovarium dan spermatozoa dibentuk di ovotestis, saluran ovotestis ada 2:
    1) Duktus hemaproditikus
    2) Spermaviduk.

  • Kelas Pelecypoda (Bivalvia): hermafrodit dan non-hermafrodit, alat reproduksi di dekat kaki, terdiri dari satu berkas saluran yang terbuka sebelah, spermatozoa masuk melalui insang dan membuahi sel telur, zigot berubah menjadi larva (glochium) yang memiliki 2 keping cangkok, peredaran darah terbuka.

  • Kelas Cephalopoda: sel kelamin terpisah/non-hermafrodit, gonad terletak di rongga mantel dekat anus, memiliki hektokokilus, peredaran darah tertutup.

Pencernaan Filum Mollusca
  • Rongga mulut → faring → esofagus → tembolok → lambung → usus → rektum → anus.

Struktur Mollusca
  • Coelom

  • Intestine

  • Gonad

  • Shell

  • Mantle

  • Anus

  • Gill

  • Mouth

  • Radula

  • Nerve cords

  • Visceral mass

  • Heart

  • Digestive gland

  • Stomach

  • Foot.

FILUM ARTHROPODA

  • Dikenal sebagai hewan tripoblastik selomata, simetri bilateral, hewan kaki beruas.

  • Habitat bebas, parasit, komensal/simbiotik.

  • Dikelompokkan menjadi: Crustacea, Chelicerata, Myriapoda, dan Insecta.

Ciri-Ciri Filum Arthropoda
  • Tubuh terdiri dari kepala, dada, dan perut.

  • Ekskresi melalui tubula malphigi.

  • Respirasi dengan insang, trakea/paru-paru berbuku.

  • Reproduksi seksual.

Reproduksi Filum Arthropoda
  • Kelas Insecta:

    • Jantan: kedua testis dihubungkan oleh vas deferens yang bersatu membentuk saluran ejakulasi.

    • Betina: dua ovarium yang disebut ovarioles (tabung-tabung telur), oviduk akan membentuk vagina pendek. Terdapat seminal reseptakel untuk menerima sperma.

Respirasi Filum Arthropoda
  • Kelas Crustacea: insang.

  • Kelas Chelicerata: trakea dan paru-paru.

  • Kelas Myriapoda: trakea berspirakel.

  • Kelas Insecta: trakea dan tracheolus (cabang trakea) sebagai tempat masuknya oksigen dan keluarnya karbon dioksida.

Pencernaan Filum Arthropoda
  • Kelas Crustacea: mulut - esofagus - lambung - intensin.

  • Kelas Chelicerata dan Myriapoda: mulut - faring - esofagus - lambung isap - lambung sebenarnya.

  • Kelas Insecta: foregut - midgut - hindgut.

Struktur Arthropoda
  • Abdomen

  • Kelas Chilopoda

  • Tarsal sense organ

  • Pedipalp

  • Poison claw

  • Proboscis

  • Kelas Insecta

  • Intertergite/tergum

  • Antenna

  • Forewing antennae

  • Abdomen

  • Elytra (wing covers)

  • Hindwing

  • Median eye

  • Tick

  • Dorsal shield

  • Kelas Arachnida

  • Carapace

  • Spinnerets

  • Kelas Merostomata

  • Horseshoe crab

FILUM ECHINODERMATA

  • Dikenal sebagai hewan tripoblastik selomata, hewan berkulit duri.

  • Habitat bebas di dasar laut.

  • Dikelompokkan menjadi 5 kelas: Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.

Ciri-Ciri Filum Echinodermata
  • Tubuh berduri tumpul dan runcing.

  • Memiliki sistem ambulakral.

  • Sistem saraf berupa cincin bercabang.

  • Tidak memiliki sistem ekskresi.

  • Respirasi dengan insang.

  • Reproduksi seksual eksternal.

  • Memakan sampah organik dan hewan kecil, pemakan seston/detritus.

Pencernaan Filum Echinodermata
  • Memakan sampah organik dan hewan kecil.

Respirasi Filum Echinodermata
  • Menggunakan insang dan kaki ambulakral (kaki tabung).

Struktur Echinodermata
  • Starfish Anatomy:

  • Madreporite

  • Anus

  • Rectal

  • Pyloric

  • Stomach

  • Stone canal

  • Cardiac tube feet

  • cecum

  • Ring canal

  • Adoral surface

  • Gonad

  • Ampulla

  • Transverse canal

UROCHORDATA/TUNICATA

Ciri-Ciri Filum Tunicata
  • Habitat di laut.

  • Notochord di ekor dan hilang saat dewasa.

  • Tubuh dilapisi semacam selulosa (tunica).

  • Hidup soliter atau berkoloni.

  • Memiliki 3 karakteristik: ekor pasca anus yang berotot, adanya notochord, tali saraf dorsal berlubang (saat larva).

Pencernaan Filum Tunicata
  • Memakan organisme kecil dengan menyaring melalui faring.

  • Air masuk melalui sifon (incurrent siphon).

  • Air melewati faring berlubang (pharyngeal slits).

  • Plankton dan mikroorganisme tertangkap lendir dan air keluar lewat excurrent siphon.

Respirasi Filum Tunicata
  • Menggunakan faring yang berkembang dengan baik hingga memenuhi sebagian besar tubuh.

Reproduksi Filum Tunicata
  • Seksual, hermafrodit, dengan fertilisasi eksternal, menghasilkan larva berekor (mirip kecebong) yang dapat berenang. Larva menempel, menjadi dewasa, dan menetap. Aseksual muncul tonjolan kecil di tubuh induk (tonjolan memisahkan diri menjadi individu baru menempel dan hidup berkoloni).

CEPHALOCHORDATA

Ciri-Ciri Filum Cephalocordata
  • Menyerupai ikan.

  • Tubuh ramping.

  • Habitat di laut.

  • Notochord ada hingga dewasa.

  • Kerabat dekat dengan vertebrata.

Reproduksi Filum Cephalocordata
  • Mulut disaring oleh faring dengan bantuan lendir, dicerna di usus, dan anus.

Pencernaan Filum Cephalocordata
  • Seksual non-hermafrodit dengan fertilisasi eksternal yang menghasilkan larva hidup bebas dan menjadi dewasa.

Respirasi Filum Cephalocordata
  • Air masuk ke mulut dan mengalir ke faring bercelah.

  • Oksigen berdifusi melalui faring dan permukaan tubuh, sedangkan CO2 keluar.

Struktur Cephalocordata
  • Nerve chord

  • Notochord

  • Intestine

  • Fin rays

  • Caudal fin

  • Gill slits

  • Gonads

  • Anus

  • Endostyle

  • Liver.

FUNGSI JARINGAN SECARA UMUM

  • Terdapat empat jenis jaringan utama pada hewan:

    • Jaringan Epitel: melapisi permukaan dalam dan luar tubuh hewan. Berperan dalam perlindungan, sekresi, penyerapan, dan pengangkutan.

    • Jaringan Otot: membentuk otot hewan yang berfungsi untuk gerakan tubuh.

    • Jaringan Saraf: sistem penghantar sinyal, berperan dalam koordinasi dan kontrol fungsi tubuh.

    • Jaringan Penghubung: menyambung dan memberikan dukungan struktur tubuh, meliputi tulang, tulang rawan, dan jaringan ikat.

SISTEM ORGAN UTAMA PADA HEWAN

  • Sistem Pencernaan: terlibat dalam pemecahan dan penyerapan makanan.

  • Sistem Pernafasan: bertanggung jawab untuk pertukaran gas, mengambil oksigen, dan mengeluarkan karbon dioksida.

  • Sistem Peredaran Darah: mengangkut oksigen, nutrisi, dan zat-zat penting ke seluruh tubuh melalui darah.

  • Sistem Saraf: bertanggung jawab atas koordinasi dan transmisi sinyal dalam tubuh.

  • Sistem Ekskresi: mengeluarkan produk sisa dan racun dari tubuh.

  • Sistem Reproduksi: terlibat dalam reproduksi dan perkembangan keturunan.

EKOLOGI HEWAN

  • Interaksi hewan dengan lingkungan.

  • Rantai makanan.

  • Hubungan Predator-Mangsa.

  • Peran Hewan dalam Ekosistem.

PERLINDUNGAN DAN PELESTARIAN HEWAN

  • Pembuatan taman nasional dan kawasan lindung.

  • Program pembiakan dalam penangkaran.

  • Kampanye edukasi.

  • Penegakan hukum dan regulasi.

Manfaat dari upaya ini:
  • Mempertahankan keanekaragaman hayati.

  • Menjaga fungsi ekosistem.

  • Memberikan lingkungan yang berkelanjutan bagi hewan dan manusia.

THANK YOU!

  • Semoga Anda belajar sesuatu yang baru hari ini!