Performance Review Notes
Apa Itu Penilaian Kinerja?
- Penilaian kinerja adalah proses untuk:
- Menentukan standar kerja.
- Menilai apakah karyawan sudah sesuai standar.
- Memberi masukan (feedback) ke karyawan.
Kenapa Perlu Menilai Kinerja?
- Untuk menentukan gaji, promosi, dan mempertahankan karyawan.
- Menghubungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi.
- Memperbaiki kekurangan dan memperkuat kelebihan.
- Membantu perencanaan karir karyawan.
- Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.
Menentukan Tujuan dan Standar Kinerja
- Yang dinilai biasanya (TSP):
- Tujuan kerja yang harus dicapai.
- Sifat pekerjaan, misalnya tanggung jawab atau disiplin.
- Perilaku atau kemampuan kerja (misalnya cara kerja, kerja sama).
- Gunakan prinsip SMART Goals (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Siapa yang Melakukan Penilaian?
- Rekan kerja (Peer Appraisal) – termasuk crowd appraisal dan virtual games.
- Komite Penilai – sekelompok manajer atau rekan kerja.
- Penilaian Diri Sendiri (Self-Rating).
- Bawahan (Appraisal by Subordinates).
- Umpan Balik 360 Derajat – gabungan penilaian dari berbagai pihak
Alat Tradisional untuk Menilai Kinerja (GAPFCNBM)
- Graphic Rating Scale – skala penilaian.
- Alternation Ranking Method – mengurutkan dari terbaik ke terburuk.
- Paired Comparison – membandingkan satu per satu.
- Forced Distribution – karyawan dibagi berdasarkan distribusi tertentu.
- Critical Incident Method – mencatat perilaku penting.
- Narrative Forms – deskripsi tertulis.
- BARS (Behaviorally Anchored Rating Scale) – gabungan deskriptif dan skala.
- MBO (Management by Objectives) – nilai berdasarkan pencapaian tujuan.
Teknik Tambahan
- Conversation Days – diskusi dua arah.
- Metode Campuran – menggabungkan beberapa metode.
Masalah yang Sering Terjadi Saat Menilai
- Standar tidak jelas.
- Halo effect – satu hal baik/buruk mempengaruhi semua penilaian.
- Semua dinilai rata-rata (central tendency).
- Terlalu lunak atau ketat
- Cuma menilai kejadian terbaru (recency effect).
Keadilan dalam Penilaian Praktik Terbaik
- Berdasarkan analisis pekerjaan dan perilaku nyata.
- Harus konsisten dan transparan.
- Menggunakan beberapa penilai jika perlu.
- Menyediakan mekanisme banding.
- Diskusikan hasilnya dan libatkan karyawan.
Wawancara Penilaian (Appraisal Interview)
- Wawancara antara atasan dan bawahan untuk membahas hasil penilaian dan membuat rencana pengembangan.
Langkah-langkah
- Persiapan: Kumpulkan data dan rencanakan alur diskusi.
- Perencanaan: Buat langkah nyata, ukuran keberhasilan, dan tenggat waktu.
- Pelatihan/Coaching: Bimbingan berkelanjutan.
- Konsisten dalam memberikan umpan balik.
- Hindari bias pribadi.
- Berbeda dengan appraisal biasa, performance management adalah proses berkelanjutan untuk:
- Mengidentifikasi, mengukur, dan mengembangkan kinerja.
- Menyelaraskan kinerja dengan tujuan organisasi.
Hubungan dengan Total Quality Management (TQM)
- Pendekatan manajemen kinerja juga melibatkan prinsip-prinsip TQM, yaitu:
- Hindari ketergantungan pada inspeksi.
- Perbaikan terus-menerus.
- Pelatihan intensif.
- Hilangkan rasa takut.
- Hapus hambatan antar departemen.
- Dorong pengembangan diri.
Peran Manajer dalam Manajemen Kinerja
- Filosofi yang tepat: Fokus pada pengembangan, bukan hanya penilaian.
- Perilaku nyata di lapangan: Konsisten dalam tindakan dan dukungan.