3. Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa

Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa

  • Unsur-Unsur Pancasila dalam Kebudayaan Indonesia

  • Konsep Dasar Negara menurut Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno

  • Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Sidang BPUPKI

  • Pancasila dalam Piagam Jakarta

  • Keterlibatan Orang Kristen dalam Masyarakat

Unsur-Unsur Pancasila dalam Kebudayaan Indonesia

Sila 1: Ketuhanan, Maha Esa (aspek religius)

  • Masyarakat memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme yang mempunyai kekuatan supranatural.

  • Mengakui bahwa manusia memiliki keterbatasan, sekalipun sebagai makhluk yang paling mulia.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (aspek hukum)

  • Sejarah kekuasaan Kerajaan Ho-ling atau Kalingga mengenai hukum dan sanksinya.

Sila 3: Persatuan (aspek nasionalisme)

  • Sumpah Amukti Palapa yang menekankan pentingnya mempersatukan nusantara.

Sila 4: Kerakyatan, Dipimpin oleh Hikmat, Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (aspek politik)

  • Menyiratkan kekuasaan: Kedaulatan.

  • Prinsip demokrasi: Musyawarah atau perwakilan.

  • Bentuk bangunan seperti terung, auli, alun-alun.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat (aspek sosial)

  • Konsep gotong royong, koperasi, dan mapalus yang terlihat dalam falsafah hidup masyarakat.

  • Contoh: pepatah "mangan ora mangan sing penting ngumpul" di Jawa dan slogan Minahasa "si tou timou tumou tou."

Konsep Dasar Negara

Rapat BPUPKI (29 Mei – 1 Juni 1945)

  • Diadakan di gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila).

  • Tema Rapat: Perumusan dasar negara.

  • Moh. Yamin (29 Mei 1945):

    • Konsep asas negara:

      1. Pri kebangsaan.

      2. Pri kemanusiaan.

      3. Pri Ketuhanan.

      4. Pri kerakyatan.

      5. Kesejahteraan rakyat.

    • Rincian:

      1. KeTuhanan YME.

      2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.

      3. Rasa Pri Kemanusiaan yang adil dan beradab.

      4. Kerakyatan yang dipimpin.

      5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Soepomo (30 Mei 1945)

  • Konsep paham negara yang melahirkan paham integralistik:

    1. Persatuan.

    2. Mufakat dan demokrasi.

    3. Keadilan sosial.

    4. Kekeluargaan.

    5. Musyawarah.

Soekarno (1 Juni 1945)

  • Asas negara atau dasar negara: Pancasila.

    1. Kebangsaan Indonesia (Nasionalisme).

    2. Peri Kemanusiaan (Internasionalisme).

    3. Mufakat (demokrasi).

    4. Kesejahteraan sosial (sosialisme).

    5. KeTuhanan yang berkebudayaan.

  • Trisila:

    1. Sosio-nasionalisme.

    2. Sosio-demokasi.

    3. KeTuhanan Yang Maha Esa.

  • Eka sila: Gotong Royong.

Pidato Soekarno (1 Juni)

  • Pentingnya kebangsaan dan cinta tanah air.

  • Penekanan pada Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar persatuan dalam keberagaman.

Panitia Sembilan

  • Ketua: Ir. Soekarno

  • Wakil: Drs. Moh. Hatta

  • Anggota:

    • Mr. Achmad Soebardjo

    • Mr. Muhammad Yamin

    • KH. Wachid Hasyim

    • Abdul Kahar Muzakir

    • Abikoesno Tjokrosoejoso

    • H. Agus Salim

    • Mr. A. A. Maramis

Pancasila dalam Piagam Jakarta

  • Sila-sila dalam Piagam Jakarta:

    1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

    3. Persatuan Indonesia.

    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Catatan: Kegagalan disahkannya Piagam Jakarta disebabkan oleh penarikan diri kelompok masyarakat non-Islam dan adanya perubahan pemikiran.

PPKI (Dokuritsu Junbi Iinkai)

  • Diselenggarakan pada tanggal 10-17 Juli 1945 dengan tujuan menyusun hukum dasar tertulis.

  • Ketua: Ir. Soekarno

  • Wakil: Moh. Hatta

  • Penasehat: Ahmad Soebarjo.

Hasil Sidang PPKI (18 Agustus 1945)

  • Mengesahkan Undang-Undang Dasar.

  • Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. M. Hatta sebagai wakil presiden.

  • Membentuk Komite nasional untuk membantu presiden.

  • Perubahan pada UUD dari hasil BPUPKI:

    1. "Muqaddimah" diganti dengan "Pembukaan."

    2. Perubahan sila 1: dari "menjalankan syariat Islam" menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa."

    3. Kemanusiaan yang adil dan beradab juga mengalami perubahan penulisan.

Keterlibatan Orang Kristen dalam Masyarakat

  • Tanggung jawab dalam pemberitaan Injil dan tanggung jawab sosial.

  • Allah sebagai penguasa alam dan juga atas keagamaan, menciptakan segalanya baik.