Manajemen Informasi Medika (HMIS) Detil

Manajemen Informasi Medika (HMIS)

Pengantar HMIS

  • Instruktur: Norma Hermawan, Ph.D., Rasyida Shabihah Z.A., S.T., M.T.
  • Minggu: #3
  • Topik: Sistem Manajemen Informasi Kesehatan dan Rekam Medis Elektronik.

1. Sistem Manajemen Informasi Kesehatan (HMIS)

1.1 Definisi HMIS
  • Health Informatics: Aplikasi metode data dalam kedokteran, layanan kesehatan, dan praktik klinis.
  • HMIS: Kombinasi ilmu informasi, sistem informasi, dan konsep kesehatan informatika dari perspektif manajemen kesehatan yang terintegrasi.
1.2 Komponen HMIS
  1. Komponen Data/Informasi/K Knowledge
  2. Komponen Perangkat Keras/Perangkat Lunak/Jaringan
  3. Komponen Proses/Tugas/Sistem
  4. Komponen Integrasi/Interoperabilitas
  5. Komponen Pengguna/Administrasi/Manajemen

2. Komponen Data/Informasi/K Knowledge

2.1 Sistem Keputusan Data/Informasi/K Knowledge
  • Rekam Imunisasi: Data meliputi tanggal imunisasi dan jenis vaksin.
  • Pentingnya pengalaman dokter pengampu untuk menghasilkan data yang efektif.
  • Data Efektif: Mencakup basis data kritis, algoritme penambangan data yang cerdas, mesin aturan, dan alat pemrosesan analitik online (OLAP).
2.2 Fungsi Dasar HMIS
  • Akuisisi Data: Proses menghasilkan dan mengumpulkan data yang akurat, tepat waktu, dan relevan.
  • Verifikasi Data: Melibatkan autentikasi dan validasi data yang dikumpulkan. Kualitas data sangat bergantung pada otoritas, validitas, dan keandalan sumber data.
  • Prinsip GIGO (Garbage In, Garbage Out): Data yang tidak akurat dan tidak konsisten harus dideteksi sejak dini untuk meminimalkan biaya kesalahan output.
  • Penyimpanan Data: Menggunakan sistem penyimpanan fisik dan pengindeksan untuk mengumpulkan data.
  • Klasifikasi Data: Taksonomi pada data (misalnya, populasi pasien diklasifikasikan berdasarkan diagnosis seperti ICD-9-CM).
  • Perhitungan Data: Manipulasi dan transformasi data yang melibatkan model matematika, pendekatan statistik, serta proses analitik data.
  • Pengambilan Data: Proses transfer dan distribusi data.
  • Representasi Data: Interpretasi informasi oleh pengguna.

3. Abstrak Sistem Rekam Medis Elektronik (HER)

3.1 Persyaratan HER (berdasarkan laporan Medicine 1991)
  • Akses dokter ke informasi pasien.
  • Hasil tes baru dan yang lama di berbagai set perawatan.
  • Masukan komputerisasi untuk pengorderan.
  • Sistem dukungan keputusan komputerisasi untuk mencegah interaksi obat dan meningkatkan kepatuhan terhadap praktik terbaik.
  • Komunikasi elektronik yang aman antar penyedia dan pasien.
  • Akses pasien ke catatan, alat manajemen penyakit, dan sumber informasi kesehatan.
  • Proses administrasi komputerisasi, seperti sistem penjadwalan.
  • Penyimpanan data elektronik berbasis standar.
  • Pelaporan untuk keselamatan pasien dan upaya pengawasan penyakit.

4. Evolusi Rekam Medis Elektronik

  • 1960: Sistem rekam medis.
  • 1970: Rekam medis terkomputerisasi dengan fokus pada otomatisasi pemberitahuan, catatan pemberian obat, dan komunikasi pesanan dokter.
  • 1980: Rekam Pasien Jangka Panjang yang dapat dicapai melalui Rekam Medis Berbasis Komputer (CPR).
  • 1990: CPR mampu menghubungkan informasi pasien di lokasi berbeda berdasarkan pengenal unik pasien.
  • 2003: Rekam Kesehatan Elektronik yang dikembangkan oleh Health Level Seven (HL7).
  • Saat ini: Rekam Kesehatan Pribadi (PHR).

5. Sistem Pengiriman Terintegrasi

  • Fungsi dan Konektivitas: Menyimpan informasi dalam Rekam Kesehatan Elektronik di berbagai sistem, termasuk Laboratorium, Radiologi, dan lainnya.

6. Template Rekaman Rumah Sakit Sunny Valley

  • Standar: Rekam medis rumah sakit harus diselesaikan dalam 30 hari setelah pemulangan.
  • Proses Manual dan Elektronik: Dokumen direview secara manual dalam sistem kertas, sedangkan laporan dapat dihasilkan dalam sistem elektronik untuk mengidentifikasi dokumen yang belum final disimpan.

7. Penanggung Jawab Organisasi Informasi Kesehatan Regional (RHIOs)

7.1 Manfaat bagi Pemangku Kepentingan
  • Rumah Sakit: Pengurangan biaya administratif, peningkatan perawatan pasien, dan pengurangan kesalahan medis.
  • Dokter: Akses cepat ke informasi pasien dari berbagai tingkat perawatan.
  • Pasien: Dokumentasi medis yang komprehensif dan peningkatan koordinasi perawatan.
  • Lebih Lanjut: Lembaga kesehatan masyarakat kini dapat memonitor isu kesehatan publik berkat data agregat.

8. Penggunaan dalam Aplikasi Rekam Kesehatan Elektronik

8.1 Aplikasi Klinis
  • Sistem Pemantauan Pasien: Mengumpulkan dan memantau data fisiologi pasien, dengan peringatan untuk tanda vital abnormal.
  • Aplikasi Farmasi: Mengautomasi proses terkait obat, seperti pengorderan dan peninjauan interaksi obat.
  • Aplikasi Laboratorium: Mengelola fungsi laboratorium, termasuk pemesanan tes dan pelaporan hasil.
  • Aplikasi Radiologi: Mengelola pemesanan, pengambilan gambar, dan pelaporan hasil.
  • Aplikasi Keperawatan: Mendesain penilaian keperawatan, dokumentasi perawatan, dan pengelolaan aktivitas keperawatan.
  • Aplikasi Dokumentasi Medis: Memfasilitasi pencatatan catatan perkembangan medis dan pemantauan vital pasien.

9. Tugas/Mandat

  • Tugas 1: Temukan peraturan terkait HMIS dan jelaskan dampaknya.
  • Tugas 2: Temukan organisasi terkait HMIS dan jelaskan aktivitas yang dilakukan oleh organisasi tersebut.
  • Format Tugas: PowerPoint.

10. Penutup

  • Ucapan Terima Kasih: Di akhir materi ini, penjelasan sistem informasi manajemen kesehatan dan aplikasi monitor kesehatan disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi terkini dalam bidang kesehatan.