Ringkasan Ilmu Qauliyah dan Ilmu Kauniyah - IPB Bogor
Tujuan Pembelajaran
- Mahasiswa mampu meyakini bahwa semua ilmu bersumber dari Allah Swt sehingga bertambah Iman dan Taqwa kepada-Nya.
- Mengembangkan Ilmu Kauniyah dan Ilmu Qauliyah/Tanziliyah dengan dasar Iman dan Islam.
- Tujuan utama untuk kemaslahatan umat manusia dan islah (perbaikan) bagi alam semesta.
Ilmu Qauliyah dan Ilmu Kauniyah
- Ilmu Qauliyah (Ilmu Qauliyah/Tanziliyah):
- Ilmu yang dikembangkan oleh akal manusia terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur'an dan as-Sunnah.
- Ilmu Kauniyah:
- Ilmu yang dikembangkan oleh akal manusia terkait dengan alam semesta.
- Dikembangkan melalui pengkajian fenomena alam dan empirical base.
- Contoh bidang: Biologi, Fisika, Psikologi (empirical base); Matematika, Statistika, Ilmu Komputer (logical base).
Melihat Allah melalui Alam
- Alam semesta ditundukkan bagi umat manusia oleh Allah untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran-Nya.
- Pemikiran diarahkan untuk merenungkan tanda-tanda kuasa Allah (kebesaran-Nya) dalam alam.
Kutipan Al-Qur’an yang relevan
- Qs. 16:12 — malam, siang, matahari, bulan, bintang adalah tanda bagi orang yang memahami.
- Qs. 45:13 — Allah menundukkan apa yang di langit dan di bumi sebagai rahmat-Nya; tanda bagi kaum yang berfikir.
- Qs. 67:15 — Allah menjadikan bumi mudah bagi kalian; berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah rezeki-Nya.
- Qs. 16:78 — Allah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dengan pendengaran, penglihatan, dan hati untuk bersyukur.
Allah membekali manusia dan lingkungan hidup
- Allah menjadikan bumi sesuai kebutuhan manusia.
- Manusia diberi potensi untuk menjalani kehidupan yang baik.
- Ayat-ayat pendukung:
Ilmu Yang Diajarkan Allah kepada Umat Manusia
- Allah Maha Mengetahui segala apa yang terjadi di alam semesta.
- Tak ada satu pun yang tersembunyi bagi Allah (contoh: biji di dalam gelap bumi).
- Ilmu diajarkan untuk mensyukuri-Nya.
- Qs. 6:59 — segala yang ada di daratan, lautan, dan hal-hal tersembunyi diketahui-Nya.
- Qs. 55:1-4 — Ar-Rahman yang mengajarkan Al-Qur’an dan menciptakan manusia; Dia mengajarinya al-Bayan (pengetahuan).
Dua Jenis Ilmu
- Ilmu Qauliyah (Tanziliyah): firman-Nya yang diturunkan kepada Rasul untuk disampaikan kepada umat (Al-Qur’an dan Hadis).
- Ilmu Kauniyah: ilmu yang bersumber dari alam semesta, dipelajari melalui pengamatan fenomena alam (empirical) atau analisis ilmiah.
Fungsi Kedua Ilmu
- Ilmu Qauliyah: pedoman hidup manusia; membedakan antara yang benar dan salah untuk membimbing menuju jalan yang diridhai Allah; keselamatan di dunia dan akhirat.
- Ilmu Kauniyah: sarana hidup untuk mempermudah kehidupan di dunia; membantu peran manusia dalam menjaga kelestarian bumi.
Cara Memperoleh Kedua Ilmu
- Ilmu Qauliyah: diperoleh dengan membenarkan, mempelajari, dan mengamalkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ (Al-Qur’an maupun As-Sunnah).
- Ilmu Kauniyah: diperoleh dengan mengkaji dan merenungkan fenomena alam; Allah mengilhamkan ilmu-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Kebenaran Kedua Ilmu
- Kedua ilmu sama-sama benar, namun berbeda sumber dan kebenarannya:
- Ilmu Qauliyah: kebenarannya mutlak dan pasti (contoh: Kehidupan Akhirat benar, meski tidak ditangkap oleh indera).
- Ilmu Kauniyah: kebenarannya bersifat eksperimental (teori ilmiah dianggap benar selama tidak adanya eksperimen yang menyangkalnya).
Hubungan antara Ilmu Qauliyah dan Kauniyah
- Keduanya menunjukkan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, menumbuhkan rasa takwa kepada-Nya.
- Al-Qur’an memiliki banyak isyarat untuk mengkaji ilmu kauniyah agar manusia bersyukur dan mengagungkan Allah.
- Menggali ilmu kauniyah menguatkan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah secara ilmiah.
Isyarat-Isyarat Al-Qur’an untuk Ilmu Kauniyah
- Penciptaan langit dan bumi (Qs. 21:30-32, 78:6-7, 13:2-5, 16:14-18)
- Hujan dan halilintar (Qs. 30:24, 7:57)
- Langit dan bintang-bintang (Qs. 50:6-8, 7:54, 37:68)
- Awan cumulonimbus (Cb) (Qs 24:43)
- Tumbuhan (Qs. 50:9-11)
- Binatang (Qs. 24:45)
- Mineral (Qs. 35:27)
- Materi yang mendasari penciptaan manusia (Qs. 86:7-9)
- Proses penciptaan manusia (Qs. 32:7-9)
- Proses perubahan fenomena alam (Qs. 39:21; 30:54)
- Hubungan Manusia dan Alam (Qs. 31:20)
Penjelasan Ilmiah terhadap Ayat-Ayat Al-Qur’an (Contoh)
- Sifat-sifat Air: Air penuh berkah (Qs. 50:9) – contoh penurunan air dari langit lalu tumbuhkan pohon dan biji-bijian.
- Jika air hujan menjadi asin (Qs. 56:68-70) – Allah bisa menjadikannya asin jika kehendak-Nya, mengapa manusia tidak bersyukur?
- Jika sumber air menjadi kering (Qs. 67:30) – Goda pertanyaan untuk memahami kebergantungan pada Allah atas kelangsungan air.
Wajib Memahami Kedua Ilmu
- Ilmu Qauliyah: Fardhu ‘Ain untuk membentuk pribadi muslim (syakhsiyyah islamiyyah):
- Ilmu akidah (keyakinan benar),
- Ilmu syariah dan muamalah (halal/haram dalam ibadah, ekonomi, dan keseharian),
- Ilmu tazkiyah (membersihkan hati dari dosa seperti syirik, riya, iri).
- Ilmu Kauniyah: Fardhu Kifayah untuk membentuk masyarakat muslim (mujtama’ islamiy):
- Ilmu teknologi dan sains di berbagai bidang (kedokteran, pertanian, perekonomian, telekomunikasi, militer, dll),
- Ilmu yang terkait kemaslahatan umat (pendalaman Akidah dan Sharia, ilmu tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh, dll),
- Ilmu Syariah praktis yang dibutuhkan masyarakat (mengurus jenazah, tajwid, hukum waris, dll).
Ilmu yang Tidak Bermanfaat
- Haram mempelajari ilmu yang merugikan diri sendiri atau orang lain (contoh: sihir, perdukunan, perdukunan seperti santet, ramalan nasib, jodoh, hoki).
- Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal kemudian membenarkan perkataannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Saw.” (HR. Abu Daud, Tirmizi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah).
- Ilmu yang tidak berguna dan merugikan masyarakat (mencuri, peretasan, dll).
Penutup
- Wallahu a’lam bi al-Shawab (Wallahu a'lam bi Showab).
- Searching & Serving the Best: http://ipb.ac.id