Ruang adalah tempat di muka bumi secara keseluruhan maupun sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal.
Fungsi Ruang: Dapat dimanfaatkan untuk kegiatan individu, kelompok, atau interaksi antarindividu dan kelompok.
Komponen Ruang: Meliputi semua lapisan dan permukaan bumi, yaitu:
Lapisan udara (atmosfer)
Lapisan perairan (hidrosfer)
Tanah/daratan (geosfer)
Termasuk makhluk hidup dan organisme yang menempati lokasi.
Karakteristik Ruang:
Ruang dipermukaan bumi sangat beragam, terdiri atas kenampakan wilayah yang berbeda baik di daratan maupun perairan.
Perbedaan ini menyebabkan ruang-ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik, bentuk, fungsi, potensi, serta kondisi fisik dan sosial yang berbeda.
Interaksi Antarruang: Terjadi saat kondisi fisik yang berbeda menciptakan hubungan antarruang yang saling berinteraksi. Contoh interaksi: ketika suatu wilayah tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, maka akan berinteraksi dengan wilayah lain.
Aktivitas Interaksi Antarruang
Bentuk Interaksi:
Mobilitas Penduduk: Perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain.
Termasuk transmigrasi, emigrasi, imigrasi, dan urbanisasi.
Juga terdapat mobilitas sementara seperti pulang pergi dari tempat kerja atau sekolah.
Komunikasi: Pertukaran informasi, baik langsung seperti tatap muka atau lewat perantara seperti telepon, internet, dan media cetak.
Transportasi: Pergerakan manusia dan distribusi barang dari satu tempat ke tempat lain.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi Antarruang
Perbedaan Sumber Daya Alam (SDA) antarruang.
Adanya perantara yang menghambat/mengintervensi perpindahan barang dan manusia.
Kemudahan transfer/interaksi antarruang diukur dengan biaya dan waktu yang riil.
Kondisi Akibat Interaksi Antarruang
Complementary: Saling melengkapi.
Intervening Opportunity: Kesempatan alternatif dari suatu ruang untuk mendapatkan dari ruang lain.
Transfer Ability: Kemudahan interaksi antarruang karena adanya media.
Interaksi Keruangan
Merupakan kondisi saling memengaruhi dan saling bergantung antarkomponen ruang di muka bumi. Terdapat hubungan antara faktor alami, antara alam dengan manusia, antara alam dengan sosial budaya, serta antara faktor sosial dalam masyarakat.
Letak Indonesia
Posisi Geografi Indonesia
Letak Geografis:
Letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi.
Indonesia diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta antara dua samudra (Hindia dan Pasifik).
Letak Astronomis:
Berdasarkan garis bujur dan garis lintang.
Indonesia terletak antara 6oLU−11oLS dan 95oBT−141oBT.
Letak Geologis:
Berdasarkan batuan yang menyusun lapisan bumi.
Indonesia sebagai pertemuan dua deretan pegunungan lipatan muda dunia (Pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik).
Luas Wilayah
Luas Daratan: 1.919.443 km²
Luas Lautan: 3.257.357 km².
Hubungan Posisi Geografis dengan Iklim dan Fisik di Indonesia
Pengaruh Letak Astronomis:
Indonesia beriklim tropis.
Terdapat 3 daerah waktu: WIB, WITA, WIT.
Pengaruh Letak Geologis:
Kaya bahan tambang, tanah subur, dan banyak sumber gas bumi.
Pengaruh Letak Geografis:
Memiliki iklim laut yang stabil (iklim muson) dan strategis dalam lalu lintas pelayaran.
Kondisi Geografis dengan Aktivitas Manusia
Pengaruh kondisi geografis terhadap aktivitas penduduk terlihat melalui mata pencaharian.
Sektor-Sektor Aktivitas Ekonomi
Pertanian: Meliputi perladangan, persawahan (sawah tadah hujan, irigasi), dan perkebunan.
Peternakan: Ternak besar (sapi, kerbau), ternak kecil (kambing, domba), serta unggas (ayam, itik).
Perikanan: Perikanan darat dan laut.
Pertambangan: Mengklasifikasikan barang tambang menjadi:
Golongan A (SDA strategis), Golongan B (SDA vital), Golongan C (SDA industri).
Perindustrian: Dikenal berdasarkan modal dan tenaga kerja, peralatan rumah tangga, serta proses produksi.
Pola Pemukiman Penduduk: Terdapat pola memanjang, memusat, dan menyebar berdasarkan keberadaan sumber daya.
Sumber Daya Alam (SDA)
Pengertian SDA: Segala kekayaan alam dalam bentuk benda mati dan hidup yang dapat dimanfaatkan.
Pengelompokkan SDA:
Berdasarkan Kemungkinan Pemulihan: SDA dapat diperbarui (tumbuhan, air) dan tidak dapat diperbarui (mineral tambang).
Berdasarkan Materi: SDA hayati (dari tumbuhan/hewan) dan SDA non-hayati (tanah, batuan).
Berdasarkan Habitat: SDA terestris dan akuatik.
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Prinsip Pengelolaan:
Optimal: Memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan kerugian.
Lestari: Memastikan SDA tetap tersedia untuk generasi mendatang.
Pengelolaan di Indonesia: Dilakukan oleh pemerintah dan sektor swasta/regulator dengan penyebaran tanggung jawab antara BUMN dan BUMD.
Bentuk Muka Bumi dan Aktivitas Manusia
Bentuk Muka Bumi Daratan: Gunung, bukit, dataran tinggi/rendah, pantai, dan lembah.
Bentuk Muka Bumi Perairan: Laut, selat, teluk, palung laut.
Tenaga Pembangun Bentuk Muka Bumi: Terdapat tenaga endogen (dari dalam bumi) dan eksogen (dari luar bumi).
Pengaruh Bentuk Muka Bumi pada Aktivitas Manusia: Berpengaruh pada pertanian, pola rumah, transportasi, dan pola pemukiman.
Peta
Pengertian Peta
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil.
Fungsi dan Komponen Peta
Fungsi Peta:
Menunjukkan letak atau posisi suatu tempat di permukaan bumi.
Menyimpan informasi.
Komponen Peta:
Judul, garis tepi, garis astronomis, skala, simbol, orientasi, legend, inset, sumber dan tahun pembuatan.
Jenis Peta
Berdasarkan Isi: Peta umum/ikhtisar dan peta tematik.
Berdasarkan Skala: Peta skala kadaster, peta skala besar, kecil, dan geografis.
Berdasarkan Luas Distribusi: Peta setempat, daerah, nasional, internasional.
LATIHAN SOAL
Soal-Soal dan Pembahasan
Pernyataan tentang Iklim: Iklim Indonesia adalah tropis. Alasan: Karena terletak di antara 6oLU−11oLS dan pengaruh letak astronomis.
Interaksi Antarruang: Pengertian dan contohnya seperti pemindahan, komunikasi, dan transportasi.
Faktor Geografis: Termasuk SDA, iklim, dan pengaruh sosial budaya.
Daya Tarik Wilayah: Deskripsi tentang aktivitas ekonomi dan pola pemukiman.