Catatan Mendalam tentang Teori Erik Erikson
Pengenalan Erik Erikson
- Erik Erikson memperkenalkan istilah "krisis identitas".
- Teorinya memperluas teori Freud dengan menambahkan tahap perkembangan ke remaja, dewasa, dan usia tua.
- Setiap tahap memiliki perjuangan psikososial yang penting bagi pembentukan kepribadian.
Biografi Erik Erikson
- Lahir 15 Juni 1902 di Jerman selatan.
- Mengalami kebingungan tentang identitas ayah kandung.
- Menjadi seniman dan penyair pengembara sebelum kembali ke rumah.
- Di Wina, ia terlibat dengan Anna Freud dalam pengajaran dan analisis.
- Menikah dengan Joan Serson dan memiliki empat anak.
- Meninggal 12 Mei 1994 di usia 91 tahun.
Teori Ego dalam Teori Post-Freudian
- Ego dipandang sebagai kekuatan positif dalam menciptakan identitas diri.
- Selama masa kanak-kanak, ego lemah, namun harus mulai terbentuk di masa remaja.
- Tiga aspek ego:
- Body ego: pengalaman dengan tubuh.
- Ego ideal: citra diri dibandingkan citra ideal.
- Ego identity: citra diri dalam berbagai peran sosial.
- Ego terbentuk oleh masyarakat dan pengaruh sosial.
Prinsip Epigenetik dalam Perkembangan
- Tahapan perkembangan terjadi berdasarkan prinsip epigenetik.
- Konflik antara elemen sintonis (harmonis) dan distonik (disruptif) pada setiap tahap kehidupan.
- Kekuatan dasar muncul dari antitesis konflik yang dialami.
Tahapan Perkembangan Psikososial
1. Masa Bayi
- Krisis: Kepercayaan dasar vs. Ketidakpercayaan dasar.
- Kekuatan: Harapan.
2. Masa Kanak-Kanak Awal
- Krisis: Otonomi vs. Rasa malu dan ragu.
- Kekuatan: Kemandirian.
3. Masa Usia Bermain
- Krisis: Inisiatif vs. Rasa bersalah.
- Kekuatan: Tujuan.
4. Masa Usia Sekolah
- Krisis: Industri vs. Inferioritas.
- Kekuatan: Kompetensi.
5. Masa Remaja
- Krisis: Identitas vs. Kebingungan identitas.
- Kekuatan: Kesetiaan.
6. Masa Dewasa Awal
- Krisis: Keintiman vs. Isolasi.
- Kekuatan: Cinta.
7. Masa Dewasa
- Krisis: Generativitas vs. Stagnasi.
- Kekuatan: Kepedulian.
8. Masa Tua
- Krisis: Integritas vs. Keputusasaan.
- Kekuatan: Kebijaksanaan.
Metode Investigasi Erikson
- Menggunakan metode antropologis, historis, sosiologis, dan klinis.
- Mempelajari berbagai kelompok masyarakat dan individu.
Kritik Terhadap Erikson
- Teorinya berharga dalam konsistensi internal tetapi kritik pada kesederhanaan dan kejelasan tahap.
Penutup
"Dalam hutan sosial eksistensi manusia, tidak ada perasaan hidup tanpa rasa identitas." (Erik Erikson)