Obat dan Anemia

Tujuan Belajar

  • Menjelaskan definisi obat hematinik
  • Menjelaskan aspek farmakologik obat hematinik
  • Memilih obat hematinik yang sesuai untuk berbagai jenis anemia

Definisi Obat Hematinik

  • Obat hematinik adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan produksi eritrosit (sel darah merah), di antaranya adalah:
    • Eritropoetin (faktor pertumbuhan hematopoietik)
    • Preparat Besi
    • Vitamin B12
    • Asam Folat

Anemia

  • Definisi anemia: Kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Hmt), atau eritrosit kurang dari normal. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan antara produksi dan kehilangan.
  • Diagnosis laboratorium diperlukan untuk konfirmasi anemia, dengan nilai ambang yang berbeda tergantung pada jenis kelamin dan umur.

Kadar Hemoglobin

  • Tabel tentang konsentrasi hemoglobin untuk diagnosis anemia:
    • Anak-anak 6-59 bulan: Hb < 110 g/L (anemia)
    • Non-perempuan hamil: Hb < 120 g/L
    • Perempuan hamil: Hb < 110 g/L
    • Laki-laki: Hb < 130 g/L

Faktor Pendukung Eritropoesis

  • Haematopoietic growth factor:
    • Hormon glikoprotein yang mengatur proliferasi dan diferensiasi sel-sel progenitor dalam sumsum tulang.
    • Contoh: Eritropoetin, CSF (Colony Stimulating Factor), interleukin (IL-11).
  • Diet:
    • Protein dengan nilai biologis tinggi
    • Besi: kebutuhan harian 15 mg
    • Vitamin B12 dan asam folat

Haematopoietic Growth Factor

  • Memacu eritropoesis.
  • Rekombinan Eritropoetin (i.v): Berikatan dengan reseptor pada sel progenitor eritrosit di sumsum tulang.
  • Indikasi:
    • Pasien gagal ginjal, HIV/AIDS, pasien kemoterapi kanker.

Besi (Fe)

  • Penyimpanan besi dalam tubuh:
    • 66-67% dalam hemoglobin
    • 3% mioglobin
    • 1% dalam katalase, sitokrom
    • 25% sebagai ferritin dan hemosiderin.
  • Absorpsi Besi:
    • Besi dalam diet diubah dari Fe³⁺ ke Fe²⁺ untuk diserap di usus.

Preparat Besi (Fe)

  • Sediaan oral:
    • Ferrous fumarate, ferrous gluconate, ferrous sulfate (yang paling dianjurkan).
  • Interaksi:
    • Absorpsi turun: dengan tetrasiklin, antasid, makanan (telur, teh, kopi).
  • Efek samping: Iritasi lambung, konstipasi.

Vitamin B12

  • Peran: Maturasi eritrosit.
  • Sumber utama: Protein hewani.
  • Defisiensi: Dapat muncul pada gastrektomi, gastritis kronis.

Terapi Vitamin B12

  • Efek samping: Hipersensitivitas, edema paru, trombosis vaskuler perifer.
  • Respon terapi: Peningkatan jumlah retikulosit dan Eritrosit.

Asam Folat

  • Peran: Produksi dan maturasi eritrosit.
  • Defisiensi: Terjadi dalam diet buruk, kondisi kebutuhan meningkat (ibu hamil).

Kasus Klinis

  • Pasien perempuan berusia 50 tahun dengan gejala lemas dan kesemutan pada ekstremitas. Gejala terkait dengan rendahnya asupan protein hewani dalam diet.

Kesimpulan

  • Penting untuk pemahaman obat hematinik dan perannya dalam mengobati anemia serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah.