Sejarah Jurnalisme
Sejarah Jurnalisme
Sejarah surat kabar mencerminkan evolusi pers bebas dan perjuangan melawan sensor.
Penerbit dan editor menghadapi tantangan dari sensor pemerintah dan tekanan komersial, sebuah perjuangan yang terus berlanjut hingga kini dengan dinamika yang berubah.
Pemahaman sejarah jurnalisme sangat penting untuk mengapresiasi peran dan fungsi jurnalisme kontemporer.
Perkembangan tanggung jawab sosial, praktik jurnalistik, dan standar etika yang lebih tinggi merupakan tonggak penting dalam evolusi ini.
Kemunculan Surat Kabar
Dimulai dengan pemberita kota yang mengumumkan berita, diikuti oleh buletin tulisan tangan.
Acta Diurna (Jurnal Harian) Julius Caesar, dimulai pada 59 SM, diposting setiap hari di tempat umum selama lebih dari 200 tahun, menyebarkan berita tentang senat Romawi, transaksi pedagang, cuaca, bencana, dan gosip.
Pada tahun 1500-an, bankir seperti Rumah Fugger di Jerman mulai mengumpulkan dan mendistribusikan berita keuangan dan perdagangan untuk kepentingan klien mereka.
Di Italia, orang membayar gazetta (sekitar satu sen) untuk mendengarkan pembacaan buletin harian tentang berita pedagang.
Corantos Belanda (Arus Berita), yang muncul pada tahun 1618, menggabungkan berita asing dengan gosip lokal.
Diurnal Occurrences in Parliament, buletin Inggris pertama, diterbitkan setiap minggu mulai tahun 1641, memberikan catatan rinci tentang urusan pemerintahan.
Pada tahun 1702, Elizabeth Mallet meluncurkan Daily Courant, surat kabar harian pertama Inggris, yang berlangsung selama 33 tahun. Dia memperkenalkan tanggal dan memisahkan pelaporan faktual dari opini dan iklan.
Kebebasan pers tidak ada di awal surat kabar Eropa. Pemerintah memberlakukan lisensi pada tukang cetak dan menyensor konten.
Masyarakat secara bertahap mengakui nilai kebebasan berbicara, menantang sensor.
Pada awal 1600-an, emigrasi warga Inggris ke Amerika didorong oleh keinginan akan kebebasan beragama, yang juga mencakup kebebasan berbicara dan menulis tentang keyakinan mereka.
John Milton, yang marah atas sensor Gereja terhadap esainya tentang perceraian, menulis Areopagitica pada tahun 1644. Dia mendesak penghentian perizinan dan sensor, berpendapat bahwa kebebasan pers akan menumbuhkan beragam suara, memungkinkan kebenaran untuk muncul melalui pasar ide.
Corantos: Lembaran berita awal yang tidak teratur yang mengumpulkan berita asing, diterbitkan sekitar tahun 1600.
Tanggal: Konvensi yang didirikan di awal sebuah cerita untuk mencatat lokasi informasi tersebut jika itu terjadi dari jarak jauh.
Pasar ide: Teori bahwa kebenaran akan menang dalam persaingan yang terbuka dan bebas dari ide-ide yang berbeda.
Garis Waktu Surat Kabar
1690: Surat kabar Amerika pertama, Publick Occurrences Both Forreign and Domestick, segera ditekan setelah publikasi.
1733: Persidangan John Peter Zenger mendirikan kebenaran sebagai pertahanan terhadap pencemaran nama baik.
1783: Surat kabar harian pertama di Amerika, Pennsylvania Evening Post and Daily Advertiser mulai beroperasi.
1789: Amandemen Pertama menjamin kebebasan pers.
1833: The New York Sun, pelopor dari Penny Press, membuat berita lebih mudah diakses.
1878: Joseph Pulitzer mempelopori Jurnalisme Baru, yang menekankan jurnalisme investigasi dan daya tarik manusia.
1972: Skandal Watergate memicu minat yang lebih besar pada pelaporan investigasi.
1982: USA Today memulai debutnya sebagai harian nasional dengan desain yang berani dan cerita yang ringkas.
1986: Knight Ridder dan Times-Mirror menutup eksperimen videotex yang mahal.
1994: World Wide Web mengantar era digital untuk surat kabar.
2004: Blog politik mendapatkan daya tarik, sering kali menantang surat kabar tradisional dalam hal pembaca.
2009: Detroit Free Press dan Detroit News beralih ke model pengiriman hibrida, mengurangi pengiriman cetak sambil meningkatkan kehadiran online.
Perjuangan Kebebasan Kolonial dan Revolusioner
Surat kabar Amerika di masa-masa awalnya bergulat dengan kendali kolonial, yang mengarah pada pertarungan penting untuk kebebasan pers.
Surat kabar kolonial pertama, Publick Occurrences Both Forreign and Domestick oleh Benjamin Harris pada tahun 1690, ditutup dengan cepat karena membuat marah otoritas Inggris dan Puritan.
Boston News-Letter, didirikan oleh John Campbell pada tahun 1704, menjadi surat kabar yang berkelanjutan, meskipun relatif membosankan, dengan persetujuan resmi.