Catatan Lengkap – Identitas Gender & Seksualitas
Definisi & Terminologi Dasar
Sex
Klasifikasi biologis: atau .
Berdasar kromosom, hormon, anatomi reproduksi.
Gender
Istilah psiko-sosial: mencakup karakteristik psikologis, budaya, sosial yang dilekatkan pada kategori biologis.
Dipelajari dalam psikologi perkembangan karena berubah seiring usia & konteks.
Gender Identity
Persepsi psikologis personal ("aku merasa laki-laki/perempuan/di luar keduanya").
Terinternalisasi, dapat (namun tidak harus) sesuai dengan sex biologis.
Gender Role
Kumpulan norma/aturan budaya mengenai perilaku “seharusnya” untuk laki-laki/perempuan (pakaian, pekerjaan, emosi yang boleh diekspresikan, dll.).
Model “The Genderbread Person 3.2”
Visual populer yang memisahkan empat dimensi utama:
Gender Identity → kontinuum .
Gender Expression → (cara berbicara, berpakaian, gestur).
Biological Sex → (kromosom, gonad, hormon).
Attraction (dua sub-dimensi)
Sexual attraction → ketertarikan fisik/erotik.
Romantic attraction → ketertarikan emosional/intim.
Masing-masing dapat berada di titik berbeda; menunjukkan keragaman identitas manusia.
Pengaruh Biologis terhadap Gender & Seksualitas
Pubertas memicu perubahan hormonal maturasi organ reproduksi & peningkatan libido.
Pandangan Freud & Erikson: “Anatomi adalah takdir”
Mengaitkan perbedaan psikologis dengan struktur biologis.
Dikritik karena mengabaikan faktor sosial.
Evolusi & Gender
Teori seleksi seksual: perbedaan perilaku jantan/betina muncul demi reproduksi.
Di era modern, sebagian pola evolusioner dipertanyakan relevansinya.
Pengaruh Sosial
Orang tua: perlakuan diferensial (mainan, pakaian, disiplin).
Saudara kandung: modeling & de-identifikasi (ingin berbeda dari kakak/adik).
Teman sebaya: policing gender (ejekan bagi yang “tidak sesuai”).
Sekolah & guru: tracking akademik, ekspektasi “anak IPA = cowok, IPS = cewek”.
Media massa: representasi stereotip; body image ideal.
Pendekatan kognitif
Perkembangan skema gender: anak membangun kategori “laki-laki/perempuan” lalu mengelola info agar konsisten dengan skema.
Gender Stereotipe: Persamaan & Perbedaan
Ranah fisik, kognitif, sosio-emosional.
Contoh stereotipe: “perempuan lemah matematika”, “laki-laki tak boleh menangis”.
Sexism: sikap/praktik diskriminatif berbasis gender; perlu diwaspadai karena merugikan kedua pihak.
Pembentukan Konsep Gender
Dipengaruhi interaksi:
Elemen yang dikonstruksikan:
Norms (aturan tak tertulis), Roles (fungsi sosial), Beliefs (kepercayaan/mitos).
Contoh Kerangka Maskulinitas vs Feminitas (Isi Kosong di Slide)
Maskulinitas
• Norms: dominan, kompetitif, tidak emosional.
• Roles: pencari nafkah, pemimpin keluarga.
• Beliefs: “laki-laki rasional”, “laki-laki tak butuh bantuan”.Feminitas
• Norms: lemah-lembut, nurturing, modest.
• Roles: caregiver, penjaga rumah.
• Beliefs: “perempuan bersandar pada intuisi”, “perempuan lebih sosial”.
Konsekuensi Konsep Gender
Keluarga & Pola Asuh: pembagian kerja domestik; parenting style.
Minat & Bakat: anak boleh/tidak boleh menekuni STEM/arts.
Pendidikan & Pekerjaan: segregasi karier, glass ceiling.
Layanan Kesehatan: bias diagnosis (contoh: nyeri jantung pada perempuan diabaikan).
Seksualitas: double standard (laki-laki dipuji, perempuan dicela).
Dampak Sosial Umum: diskriminasi, kekerasan berbasis gender, ketimpangan ekonomi.
Debat Terkini – Gender Binary vs Gender Performativity (Judith Butler)
Gender Binary: hanya ada dua kategori tegas; identitas = sex biologis.
Performativity (Butler): gender = hasil performa berulang yang dipelajari; bukan sifat esensial.
Menggeser fokus dari “apa itu gender” menjadi “bagaimana gender diciptakan sehari-hari”.
Implikasi: kebijakan inklusif (toilet unisex, formulir non-biner) & kritik terhadap norma dominan.
Orientasi Seksual
Pola gairah seksual, hubungan romantis, perilaku & identitas yang diekspresikan.
Kinsey Scale
= eksklusif heteroseksual … = eksklusif homoseksual.Varian di luar skala:
Aseksualitas: minim/tidak ada ketertarikan seksual.
Panseksualitas: tertarik kepada orang tanpa memandang gender/sex.
Sexual Script
Naskah sosial: aturan stereotipe tentang cara “seharusnya” bertindak secara seksual (siapa memulai, di mana, bagaimana, kapan dianggap “tepat”).
Mempengaruhi harapan & tekanan sosial, seringkali heteronormatif.
Isu pada Homoseksual & Biseksual
Penyebab (multi-faktor: biologis, lingkungan, psikososial; belum tunggal konklusif).
Coming out: proses mengungkap identitas; terkait dukungan & risiko.
Diskriminasi: di rumah, sekolah, tempat kerja.
Relasi Teman Sebaya: bullying, peer rejection atau acceptance.
Homophobia: rasa takut/kebencian; berdampak pada kesehatan mental.
Pendidikan Seksual
Lokus:
Keluarga (orang tua sebagai educator pertama).
Sekolah (kurikulum formal).
Lingkungan (teman, media, internet).
Tantangan: tabu budaya, kurangnya guru terlatih, resistensi politik/agama.
Pendekatan Kurikulum
Abstinence-Only
Mengajarkan pantang total.
Abstinence-Plus
Pantang = utama + info kondom & kontrasepsi.
Comprehensive Sex Education
Tujuan utama: skill pengambilan keputusan.
Menyediakan beragam alternatif & sumber.
Efektivitas diukur pada:
• Penurunan kehamilan remaja.
• Penurunan infeksi menular seksual (IMS).
• Hasil penelitian cenderung mendukung model komprehensif.
Kontrasepsi – Sejarah Singkat
Mesir kuno: "diafragma" kotoran buaya + madu.
Praktik tradisional: lompat, kegel spontan.
: kondom linen/usus binatang (mahal, langka).
: produksi massal; masih tebal & tidak nyaman.
Lateks ⇒ lebih tipis & nyaman.
Pernah ilegal di beberapa wilayah pasar gelap, peningkatan IMS & aborsi tidak aman.
Tipe-Tipe Kontrasepsi
Behavioral Methods
Abstinence (pantang).
Outercourse (aktivitas seksual non-penetratif).
Withdrawal (coitus interruptus / “pull & pray”)
• Distinguished: perfect-use vs typical-use failure rate.Fertility Awareness (mengetahui masa subur).
Barrier Methods
Kondom laki-laki.
Kondom perempuan.
Cervical barriers: diafragma, cervical cap.
Spermicides (krim, gel).
Vaginal douche (efikasi rendah).
Surgical sterilization (vasectomy, tubal ligation) sering digolongkan tersendiri.
Hormonal Methods – Tujuan & Efek
Mencegah ovulasi, menebalkan cervical mucus, mencegah implantasi.
Efek samping bervariasi (mood, berat badan, perdarahan irreguler, risiko kardiovaskular).
Ragam Hormonal
Combined: pil, patch (ganti mingguan), vaginal ring (ganti bulanan).
Progestin-Only: mini-pills, IUD , hormonal injection (3 bln), implant (upper arm), emergency contraception (≤ 5 hari pasca seks tak terlindungi).
Other Permanent Methods
Vasektomi (memotong/menutup vas deferens).
Tubal ligation (menutup tuba falopi).
• Keduanya dianggap permanen; reversal kompleks & tidak selalu berhasil.
Perbandingan Kekuatan & Kelemahan Contoh Produk
Pill: banyak varian, harus ingat harian.
Patch: mingguan, varian terbatas.
Ring: bulanan, varian terbatas.
Injection: tiap 3 bulan, potensi .
Prinsip Umum
Pilihan harus mempertimbangkan: efek samping, kenyamanan, ketersediaan, perlindungan IMS (hanya kondom yang memberikan proteksi langsung).
Aborsi
Definisi: keluarnya hasil konsepsi sebelum usia kehamilan < 20 minggu.
Jenis:
Spontan (miscarriage).
Buatan: medis (pil/racun prostaglandin, vacuum), non-medis (dukun, benda tajam).
Pro-Life vs Pro-Choice
Perdebatan moral, hukum, agama.
Prinsip Moral Kunci
Moral Status of the Fetus
Apakah janin = “person”?
Pada tahap mana: pembuahan, trimester I, viable, lahir?
Right of the Pregnant Woman
Hak otonomi tubuh, kesehatan, kondisi sosial-ekonomi.
Paradoks
Diskursus publik sering mengabaikan perspektif individu & kompleksitas kasus.
Pertanyaan Reflektif
Legal vs ilegal?
Konsekuensi masing-masing (kesehatan, sosial, kriminal).
Ringkasan Konsep Kunci & Keterkaitan
Identitas, ekspresi & orientasi = tiga domain berbeda tetapi saling beririsan.
Biologi menyediakan kapasitas; sosial-budaya membentuk makna.
Pendidikan seks & akses kontrasepsi relevan bagi kesehatan remaja-lansia.
Isu moral (aborsi, hak LGBT) menuntut pendekatan etis, empatik, berbasis bukti.
Teori perkembangan (Freud, Erikson, evolusi) menyediakan landasan; teori kontemporer (skema gender, performativity) mengembangkan kritik.
Sumber & Kontak Narasumber
Dosen: Made Diah Lestari (Psikologi Perkembangan: Remaja, Dewasa, Lansia).
Email:
IG: @diahlestarimade
Twitter: @madediahlestarl
WA: +62 812-3672-0876
Selamat belajar – gunakan catatan ini sebagai pengganti slide & video agar persiapan ujian lebih terstruktur.