Notes from Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - SMP/MTs Kelas IX

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hak Cipta dan Disclaimer

Buku ini dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Republik Indonesia dan disiapkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan buku pendidikan yang bermutu, murah, dan merata. Buku ini bersifat dinamis dan terbuka terhadap masukan untuk perbaikan.

Kata Pengantar

Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengembangkan buku pendidikan untuk berbagai jenjang. Buku ini mengacu pada Kurikulum Merdeka, yang memberikan keleluasaan dalam mengembangkan potensi peserta didik. Buku teks utama ini disusun melalui kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Agama, dirancang dalam bentuk aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pusat Perbukuan menerima saran dan masukan untuk pengembangan buku ini.

Kata Pengantar Direktur Pendidikan Agama Islam

Buku ini disusun untuk menyiapkan peserta didik menjadi insan religius dan berbudi pekerti, sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuannya adalah mengembangkan potensi peserta didik agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Buku ini mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju melalui Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Buku ini juga selaras dengan Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020–2035.

Prakata

Pendidikan merupakan proses pendewasaan manusia secara fisik, psikis, mental, spiritual, dan religius. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti berperan strategis dalam pembangunan manusia Indonesia yang bertakwa. Buku ini memuat penanaman Islam Rahmatan lil ‘Ālamin, penguatan pendidikan karakter, pembudayaan literasi, wawasan kebangsaan, dan pembelajaran abad XXI, serta penguatan karakter Pancasila. Buku ini bertujuan mengembangkan daya kritis, kreativitas, dan sikap peserta didik agar menjadi muslim yang cinta tanah air, taat beragama, dan menghargai keberagaman. PAI dan Budi Pekerti memadukan iman, Islam, dan ihsan dalam hubungan dengan Allah Swt., diri sendiri, sesama, dan lingkungan alam. Penulis mengharapkan saran perbaikan dari berbagai pihak.

Daftar Isi

Buku ini terdiri dari beberapa bab yang mencakup:

  1. Al-Qur’an Menginspirasi: Meraih Kesuksesan dengan Semangat Mencari Ilmu
  2. Meyakini Hari Akhir dengan Mawas Diri
  3. Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
  4. Bersyukur dengan Akikah Peduli Sesama dengan Berkurban
  5. Mengapresiasi Peradaban Daulah Usmani
  6. Al-Qur’an Menginspirasi: Menjadi Khalifatullah Fil ‘Ard Penebar Kasih Sayang
  7. Meraih Ketenangan Jiwa dengan Meyakini Qada dan Qadar
  8. Dengan Seni Islami, Kehidupan Semakin Harmoni
  9. Mengenal Imam Madzhab, Ibadah Semakin Mantab
  10. Mengapresiasi Peradaban pada Masa Syafawi dan India Mughal

BAB I: AL-QUR’AN MENGINSPIRASI: MERAIH KESUKSESAN DENGAN SEMANGAT MENCARI ILMU

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Membaca, mengartikan, menulis, mendemonstrasikan hafalan, dan menjelaskan kandungan Q.S. al-Mujadilah [58]: 11, Q.S. az-Zumar [39]: 9, serta hadis tentang menuntut ilmu.
  • Terbiasa membaca, mengartikan, menulis, dan menghafal Al-Qur’an.
  • Meyakini bahwa Allah Swt. akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
  • Terbiasa berperilaku semangat mencari ilmu.
  • Mampu membuat paparan biografi singkat salah seorang cendekiawan muslim dan meneladaninya.
Infografis
  • Ayat Al-Qur’an tentang keutamaan orang yang berilmu: Q.S. al-Mujadilah [58]: 11
  • Hukum mencari ilmu: Wajib bagi setiap muslim (HR. Ibnu Abdil Barri)
  • Ayat Al-Qur’an tentang semangat mencari ilmu: Q.S. az-Zumar [39]: 9
  • Hadits Rasulullah tentang keutamaan mencari ilmu: Memudahkan jalan ke surga (HR. Muslim)
  • Perilaku orang yang semangat mencari ilmu: Niat ikhlas, bersungguh-sungguh, menghormati guru, menghindari dosa, rendah hati, berdoa, mengamalkan, dan mengajarkan ilmu.

Tafakkur

Abad 21 ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, mempengaruhi sosial, ekonomi, dan sistem pembelajaran. Manusia memanfaatkan akal yang diberikan Allah Swt. untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Titik Fokus

  • Q.S. Al-Mujadilah
  • Q.S. Az-Zumar
  • Ilmu
  • Ilmu Tajwid
  • Tanda waqaf
  • Hukum mencari ilmu
  • Karakter orang yang berilmu
  • Ulul Albab
  • Cendekiawan Muslim
Ṭalabul Ilmi
  • Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup.
  • Mempelajari hukum bacaan tanda Waqaf.
  • Pentingnya Terjemah Q.S. al-Mujadilah dan Q.S az-Zumar dan Hadis tentang mencari ilmu.
  • Menulis dan Menghafal Q.S. al-Mujadilah dan Q.S az-Zumar.
Memahami Kandungan Q.S. al-Mujadilah [58]: 11 dan Q.S. az-Zumar [39]: 9
  • Q.S. al-Mujadilah [58]: 11:
    • Allah akan memberi kelapangan bagi orang yang memberi kemudahan kepada orang lain.
    • Allah Swt. akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.
  • Q.S. az-Zumar [39]: 9:
    • Perbandingan antara orang yang beribadah di waktu malam dengan orang musyrik.
    • Perbandingan antara orang yang berilmu pengetahuan dengan orang yang tidak berilmu pengetahuan.
    • Ulul albab adalah orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran dengan melakukan refleksi dan aksi.
  • Keutamaan Mencari Ilmu (HR. Muslim):
    • Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu.
      • Kalimat Menempuh jalan untuk mencari ilmu dapat bermakna:
        • Menempuh jalan dalam arti berjalan kaki secara fisik untuk mencari ilmu.
        • Menempuh jalan dalam arti menempuh cara yang dilakukan oleh seseorang dalam mendapatkan ilmu. Seperti membaca, menulis, menghafal, belajar dengan giat, mengembangkannya serta mengamalkannya
  • Upaya meraih kesuksesan dengan semangat mencari ilmu.
Upaya Meraih Kesuksesan dengan Semangat Mencari Ilmu
  • Berniat ikhlas mencari ilmu karena Allah Swt.
  • Senantiasa berdoa memohon ilmu yang bermanfaat.
  • Bersungguh-sungguh menggapai cita-cita.
  • Antusias terhadap ilmu yang disampaikan guru, memahaminya, mengembangkan, dan mengamalkannya.
  • Sopan santun, rendah hati, memperhatikan penjelasan guru, dan mendoakan guru.
  • Menghindari perbuatan dosa.
  • Menghindari rasa malu dalam mencari ilmu.
  • Mampu menyelesaikan masalah.
  • Senantiasa rendah hati dan menghindari sikap sombong.
  • Tidak cepat menyerah.
  • Selalu berlapang dada.
  • Menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. dan menerima dengan ikhlas.
  • Berusaha mengamalkan dan menyampaikan ilmu kepada orang lain.

Ikhtisar

  • Al-Qur’an mengajarkan untuk memanfaatkan akal pikiran dalam mencari ilmu.
  • Hukum mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.
  • Allah Swt. akan meninggikan derajat orang beriman dan berilmu.
  • Allah Swt. akan memudahkan jalan menuju surga bagi pencari ilmu.
  • Keutamaan orang berilmu: diangkat derajatnya, takut kepada Allah, diberi kebaikan dunia akhirat, dimudahkan jalan ke surga, dan memiliki pahala yang kekal.
  • Perilaku dalam mencari ilmu: berniat ikhlas, berdoa, bersungguh-sungguh, antusias, menghindari dosa dan sombong, menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt., berdakwah.

Uswatun Hasanah: Ali bin Abi Ṭolib r.a. Pintunya Ilmu

Kisah tentang kecerdasan Ali bin Abi Ṭolib r.a. yang menjawab pertanyaan tentang lebih utama mana antara ilmu dan harta dengan berbagai jawaban yang menunjukkan keutamaan ilmu.

Pribadi Pelajar Berkarakter

  • Mencintai ilmu pengetahuan
  • Terbiasa menjalankan perintah agama
  • Terbiasa memberi kemudahan bagi orang lain
  • Mandiri dan menggali potensi diri
  • Berpikir kritis
  • Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan
  • Hormat dan patuh pada guru
  • Tawakal atas semua hasil yang diperoleh

BAB II: MEYAKINI HARI AKHIR DENGAN MAWAS DIRI

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Mendeskripsikan pengertian iman dan dalil iman kepada hari akhir.
  • Mengidentifikasi macam-macam nama kiamat.
  • Mendeskripsikan gambaran peristiwa kiamat kubra dan kiamat sugra.
  • Mengklasifikasikan kehidupan yang dialami manusia setelah hari kiamat.
  • Membuat karya sederhana mengenai perjalanan kehidupan yang dialami manusia setelah hari kiamat.
  • Meyakini akan datangnya hari akhir.
  • Berperilaku mawas diri sebagai salah satu bentuk keimanan kepada Hari Akhir.
Infografis
  • Gambaran keadaan saat kiamat menurut Al-Qur’an: Langit terbelah, gunung beterbangan, bintang berjatuhan, bumi berguncang dan mengeluarkan isi perutnya.
  • Dalil Naqli: Kiamat itu pasti datang (Q.S. al-Hajj [22]: 7)
  • Definisi: Hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur.
  • Kapan Kiamat Terjadi: Menurut Rasulullah: Rasulullah tidak mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Versi Saintis: Kehancuran bumi dan matahari sebagai pusat tata surya, maka diprediksikan akan terjadi 6,5 milyar tahun lagi. Kehancuran alam semesta, akan terjadi sekitar 13,8 milyar tahun lagi.
  • Peristiwa Kehidupan di Akhirat Yaumul Barzah, Yaumul Ba’ats, Yaumul Mahsyar, Yaumul Hisab, Yaumul Mizan, Yaumul Jaza’.
  • Sikap yang dihasilkan: Meyakini akan datangnya hari akhir, Memiliki sikap mawas diri dan berintegritas
Tafakkur

Kehidupan dunia hanya sementara, maka hendaknya dimanfaatkan untuk beribadah. Jika yang ditanam adalah kebaikan, maka di akhirat akan memanen pahala, dan sebaliknya. Batasan antara kehidupan seseorang di dunia dan di akhirat adalah kematian dan terjadinya hari akhir.

Titik Fokus

Keimanan akan adanya
* Hari Akhir
* Kiamat Sugra
* Kiamat Kubra
* Akhirat
* Yaumul Barzakh
* Yaumul Ba'ats
* Yaumul Mahsyar
* Yaumul Ḥisāb
* Yaumul Mīzān
* Yaumul Jazā
* Surga
* Neraka
* Mawas Diri

Ṭalabul Ilmi
  1. Pengertian dan Dalil Iman kepada Hari Akhir
  • Hari akhir disebut juga hari kiamat.
  • Nama-nama lain hari akhir: al-Wāqi’ah, al-Hāqqah, aṭ-Ṭammah, al-Azifah, al-Qāri’ah, az-Zalzalah, Yaumul Qiyāmah, Yaumud-Din, Yaumul-‘Aẓīm, Yaumus-Sā‘ah, Yaumul-Hasrah, Yaumul-Ḥisāb, Yaumul-Jazā’, Yaumul-Faṣl, Yaumut-Tagabun, dan Yaumul-Wa‘īd.
  • Hari Akhir pasti datang (Q.S. al-Hajj [22]: 7)
  1. Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
  • Kiamat Sugra (Kiamat kecil): Berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini.
    • Peristiwa Kematian.
      • Setiap yang bernyawa akan mati (Q.S. an-Nisā’ [4]: 78)
    • Bencana Alam.
      *Bersikap sabar dan sadar bahwa segala sesuatu milik Allah Swt. (Q.S. al-Baqarah [2]: 155–156)
  • Kiamat Kubra: Kehancuran alam semesta dan seluruh isinya.
    • Akan datang (Q.S. al-An`ām [6]: 134)
      • Gambaran Kiamat Kubra dari Al-Quran.
      • Malaikat Israfil meniup sangkakala (Q.S. az-Zumar [39]: 68).
      • Langit menjadi terpecah-belah (Q.S. al-Muzzammil [73]: 18).
      • Manusia seperti anai-anai berterbangan dan gunung-gunung dihambur-hamburkan (Q.S. al-Qāri’ah [101]: 4-5).
      • Terjadi goncangan dahsyat dan bumi mengeluarkan beban berat (Q.S. az-Zalzalah [99]: 1-2).
      • Langit terbelah dan bumi diratakan (Q.S. al-Insyiqāq [84]: 1 - 3).
      • Langit terbelah, bintang jatuh berserakan dan lautan meluap (Q.S. al-Infitār [82]: 1-4).
      • Matahari digulung, bintang berjatuhan dan gunung dihancurkan (Q.S. at-Takwir [81]: 1-6).
      • Mata terbelalak ketakutan, cahaya bulan hilang dan matahari serta bulan dikumpulkan (Q.S. al-Qiyāmah [75]: 7-9).
      • Goncangan yang sangat besar (Q.S. al-Hajj [22]: 1- 2).
      • Tsunami.
      • Para ahli (Astronomi, Geologi dan Fisika) menyatakan tentang berbagai kejadian yang bisa mengakibatkan akhir dari Semesta.
  1. Rangkaian Peristiwa Kehidupan di Akhirat
  • Yaumul Barzakh (Alam Barzakh): Menunggu hari kebangkitan (Q.S. al-Mukminun [23]: 100)
  • Yaumul Ba’atṡ: Dibangkitkannya dari alam kubur
  • Yaumul Mahsyar atau Yaumul Hasyr: Dikumpulkannya seluruh manusia (Q.S. al-Hajj [22]: 7 dan Q.S. az-Zumar [39]: 69).
  • Yaumul-Ḥisāb: Perhitungan amal perbuatan.
  • Yaumul-Mīzān: Penimbangan amal.\
  • Yaumul-Jazā: Dibalasnya amal perbuatan (Q.S. al-Jaṡiyah [45]: 28).
  • Surga dan Neraka. Penuh kenikmatan bagi muttaqin (Q.S. Yāsīn [36]: 55-58) dan siksaan bagi orang yang melupakan perintah-perintah (Q.S. al-Gāsyiyah [88]: 6-7 dan Q.S. al-Wāqi‘ah [56]: 42-44).
  1. Mawas Diri Sebagai Hikmah dari Iman kepada Hari Akhir
    Mawas diri dari kemaksiatan. Senantiasa mengingat dan bertakwa kepada Allah Swt., menghilangkan sikap sombong, menghindari perbuatan tidak terpuji, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia. Menggunakan waktu sebaik-baiknya ketika muda dan sehat untuk bekal kehidupan di akhirat serta selalu berhati-hati dalam bertindak.

Ikhtisar

  1. Iman kepada hari akhir berarti meyakini bahwa hari akhir pasti terjadi atas kehendak Allah Swt.
  2. Kehidupan manusia terbagi dua: kehidupan sementara di dunia dan abadi di akhirat. Kematian adalah titik perpindahan antara keduanya.
  3. Kiamat Sugra (Kiamat kecil) merupakan peristiwa berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini.
  4. Kiamat Kubra (kiamat besar) yaitu terjadinya kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta.
  5. Rangkaian peristiwa kehidupan di akhirat: Alam Barzakh (Yaumul-Barzakh), Yaumul Ba’atṡ, Yaumul-Hasyr atau Yaumul-Mahsyar, Yaumul-Ḥisāb, Yaumul-Mīzān, Yaumul-Jazā serta surga dan neraka.
  6. Upaya sebagai bentuk perilaku iman kepada hari akhir: menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, mempercayai adanya surga dan neraka, lebih bersemangat dan disiplin dalam beribadah, lebih bersemangat dan ikhlas dalam beramal saleh, lebih berhati-hati dalam berbuat sesuatu, memperbanyak bertaubat kepada Allah Swt.

Uswatun Hasanah

Kisah Ali adalah Pintunya Ilmu, Di dalam Kitab Zahri Riyad disebutkan bahwa Nabi Yakub a.s. bersahabat dengan malaikat maut yang berkaitan dengan gambaran kehidupan di akhirat.

Pribadi Pelajar Berkarakter

  • Beriman kepada hari akhir
  • Taat kepada Allah Swt.
  • Mawas diri/hati-hati dalam bertindak
  • Semangat dalam beribadah
  • Disiplin
  • Ikhlas

BAB III: INDAHNYA ETIKA PERGAULAN DAN KOMUNIKASI ISLAMI

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kalian mampu:

  • Mendeskripsikan pengertian, jenis etika pergaulan dan komunikasi Islami.
  • Mengidentifikasi contoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membuat karya berupa konten/postingan/komentar di media sosial terkait etika pergaulan dan komunikasi Islami.
  • Meyakini bahwa etika pergaulan merupakan perintah Allah Swt.
  • Mampu menciptakan suasana dinamis dan harmonis dalam pergaulan sehari-hari.
Infografis

Materi dalam bab ini mencakup:

  • Etika pergaulan dengan lawan jenis
  • Etika pergaulan dengan lebih muda
  • Etika pergaulan dengan lebih tua
  • Etika pergaulan dengan teman sebaya
  • komunikasi Islami
  • Sikap yang diharapkan dapat dihasilkan dari pelajaran ini: Pelajar muslim meyakini bahwa pergaulan dan komunikasi Islami adalah perintah Allah Swt. dan Pelajar muslim mampu menciptakan suasana pergaulan dinamis dan harmonis
Tafakkur

Kesempurnaan iman seseorang tercermin dari akhlaknya. Akhlak menjadi penentu kemajuan peradaban suatu bangsa. Komunikasi yang tidak sehat di media sosial menyebabkan salah pengertian, pertengkaran, dan permusuhan sehingga sangat penting untuk mengetahui dan mengamalkan etika pergaulan.

Titik Fokus
  • Etika pergaulan dalam kehidupan sehari-hari
  • Etika komunikasi di media sosial
  • Hikmah pergaulan dan komunikasi yang Islami
Ṭalabul Ilmi
  1. Etika Pergaulan dalam Ajaran Islam
  • Allah Swt. menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal (Q.S. Al-Hujurat [49]: 13)
  • Tata krama di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
    • Etika Pergaulan dengan Orang yang Lebih Tua.
      berlaku sopan santun, bertutur kata dengan baik, menghindari perilaku yang menyakiti hati, hormat dan patuh, mendengarkan dan mengikuti nasihatnya dalam kebaikan (H.R. Abu Daud)
    • Etika Pergaulan dengan Teman Sebaya saling memahami kelebihan dan kekurangan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menjaga dan memberi nasihat, saling mendoakan, saling menghormati, dan menghargai hak teman