Sistem Reproduksi

Sistem Reproduksi

Tujuan Pembelajaran

Menganalisis berbagai bioproses dalam sel yang meliputi reproduksi. Esensial: Sistem Reproduksi (sistem organ reproduksi pria dan wanita, gangguan, teknologi sistem reproduksi, metode kontrasepsi).

Peta Konsep

Sistem Reproduksi Manusia mempunyai Alat Reproduksi dibedakan atas Alat reproduksi laki-laki dan wanita. Alat reproduksi laki-laki terdiri atas: Epididimis, Vas deferens, Skrotum, Kelenjar prostat, Testis, Uretra, Penis. Alat reproduksi wanita terdiri atas: Vulva, Vagina, Serviks, Rahim, Ovarium, Tuba fallopi.

  • Laki-laki melakukan Spermatogenesis terjadi di Testis menghasilkan Sperma.

  • Wanita melakukan Oogenesis terjadi di Ovarium menghasilkan Ovum.

  • Sperma dan Ovum membentuk Zigot berkembang menjadi Embrio.

Sistem Reproduksi Manusia

Alat reproduksi pria menghasilkan Sperma, wanita menghasilkan Ovum. Masing-masing sperma & ovum membawa ½ kromosom dari sel tubuh induknya.

Alat Reproduksi Pria

Terdiri atas alat kelamin dalam & luar.

1. Testis
  • Testis adalah gonad pria berjumlah sepasang.

  • Pelapis testis: tunika albuginea.

  • Berbentuk bulat telur, tersimpan di kantong skrotum.

  • Di dalam testis terdapat:

    • Sel-sel sperma (spermatogonium).

    • Testosteron.

    • Spermatid (sel sperma yg blm matang).

    • Sel sertoli (utk nutrisi spermatozoid & menghancurkan sel yg cacat).

    • Sel-sel interstisial (Sel Leydig) utk menyekresikan hormon androgen yaitu testosteron & dihidrotestosteron.

Spermatid

Sel spermatid belum memiliki ekor & tdk dapat bergerak aktif. Dalam testis juga terdapat: Tubulus Seminiferus (pembuluh-pembuluh halus) yg berlanjut ke saluran berikutnya. Tempat terjadinya spermatogenesis.

2. Saluran Reproduksi (Kelamin) Pria

Sperma yg dihasilkan oleh testis akan keluar melalui saluran kelamin yg terdiri dari:

  • Epididimis.

  • Vas Deferens.

  • Saluran Ejakulasi.

  • Uretra.

Epididimis
  • Saluran yg keluar dari testis.

  • Berkelok-kelok di dalam skrotum.

  • Tiap testis memiliki 1 epididimis.

  • Di dalam epididimis sperma disimpan sementara dan disinilah terjadi pematangan sperma.

  • Sperma kemudian bergerak ke saluran berikutnya (vas deferens).

Vas Deferens
  • Saluran lurus lanjutan dari epididimis, mengarah ke atas.

  • Bagian ujung terdapat kelenjar prostat.

  • Fungsi vas deferens: untuk mengangkut sperma dari epididimis menuju ke kantong sperma/ vesikula seminalis.

Saluran Ejakulasi (Duktus Ejakulatorius)
  • Saluran pendek (2 cm) yg menerima sperma dari vas deferens & menyalurkan ke vesikula seminalis.

  • Mempunyai keistimewaan, mampu menyemprotkan sperma masuk ke uretra dan selanjutnya menyalurkannya keluar.

Uretra
  • Saluran yg ada di penis.

  • Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi.

  • 2 fungsi uretra:

    • Sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran utk membuang urine keluar.

    • Sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani.

3. Kelenjar Kelamin

Kelenjar ini bertugas memproduksi getah-getah kelamin. Terdiri atas:

  • a. Vesikula Seminalis disebut kantong mani/kantong semen.

    • Jumlah sepasang, tapi terikat 1 kantong.

    • Dindingnya mengandung zat makanan utk sel-sel sperma.

  • b. Kelenjar Prostat

    • Menghasilkan getah yg dialirkan ke sperma.

  • c. Kelenjar Bulbouretra (Cowper)

    • Menghasilkan getah berupa lendir yg dialirkan ke uretra.

Alat Kelamin Luar

Terdiri atas penis dan skrotum.

  • Penis merupakan alat kelamin luar yg penting untuk kopulasi, pengeluaran urin dan semen.

    • Kopulasi --> hubungan kelamin antara pria & wanita utk memindahkan semen ke saluran kelamin wanita.

    • Penis terdiri atas akar, badan & gland penis.

    • Gland penis banyak mengandung ujung-ujung saraf sensori, yg tertutup prepusium (kulup) yg disirkumsisi saat khitan.

    • Badan penis terdiri atas jaringan erektil & banyak pembuluh darah (korpus kavernosum & korpus spongiosum) yg membungkus uretra.

Apabila rongga terisi oleh darah, maka penis akan tegang & mengembang, disebut ereksi. Dalam keadaan ereksi penis dapat memindahkan semen ke saluran kelamin wanita. Cairan semen yg dikeluarkan saat ejakulasi mengandung 90% air dan 50-120 juta sperma/mL. Setelah ejakulasi, sperma mampu bertahan hidup sekitar 24-72 jam dalam sal.reproduksi perempuan. Sperma juga dapat disimpan beberapa hari/dibekukan utk disimpan lebih dari 1 th.

ALAT REPRODUKSI WANITA

Vulva (Pudendum)

Suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Terdiri atas:

  1. Mons pubis ⟶ bantalan jar. lemak berkulit. Tertutup rambut setelah pubertas.

  2. Labia mayora ⟶ bibir besar, 2 lipatan kulit, ditutupi rambut.

  3. Labia minora ⟶ bibir kecil, tdk ditutupi rambut.

  4. Klitoris ⟶ homolog dgn penis pria, berukuran lebih kecil & tdk ada lubang uretra. Banyak jaringan erektil (ujung saraf sensori)

  5. Vestibula ⟶ area yg dikelilingi labia minora & menutupi lubang uretra, mulut vagina, & salulan kelelenjar Bartholin.

  6. Orifisium uretra ⟶ jalur keluar urine.

  7. Mulut vagina ⟶ dikelilingi selaput himen (selaput dara).

Alat Kelamin Dalam
  1. Indung Telur (Ovarium)

    • Indung telur wanita berjumlah sepasang.

    • Berbentuk seperti telur, di dalam rongga badan, daerah pinggang, sebelah kiri & kanan.

    • Tempat oogenesis.

    • Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon & sel tubuh yg bertugas membentuk sel telur/ovum.

    • Sel penghasil sel telur disebut folikel.

  2. Saluran Kelamin

    • a. Saluran Telur (Tuba Fallopi/Tuba Uterina/Oviduk)

      • Berjumlah sepasang, kanan kiri.

      • Bagian ujung berbentuk corong, disebut infundibulum tuba, di dalamnya terdapat fimbria yg penting untuk menangkap oosit sekunder yg dilepaskan oleh sel folikel dalam ovarium.

      • Oosit sekunder yg tertangkap oleh fimbria terus masuk ke dalam Tuba Fallopi.

      • Di bagian inilah, oosit sekunder bertemu dgn sel sperma.

    • b. Rahim/Uterus

      • Rahim adalah rongga tempat pertumbuhan embrio.

      • Merupakan pangkal dari tuba falopi kanan dan kiri.

      • Ruangan rahim manusia berbentuk seperti buah pir, bagian bawahnya disebut leher rahim.
        Rahim

  • Dinding uterus tersusun atas (dari luar- dalam):

    • Perimetrium

    • Miometrium (lapisan otot polos)

    • Endometrium

      • Endometrium terdiri atas 2 lapis:

        • Stratum fungsionalis (yg lebih luar, meluruh saat siklus menstruasi.)

        • Stratum basalis (yg lebih dalam, tdk berubah selama mens)

      • Fungsi endometrium: utk implantasi zigot & pertumbuhan janin.

    • c. Vagina

      • Merupakan saluran akhir dari saluran kelamin dalam wanita.

      • Vagina ini terdapat di dalam vulva dan merupakan alat kopulasi wanita.

      • Dinding vagina mempunyai banyak lipatan-lipatan, banyak selaput lendir.

      • Adanya lipatan dan kelenjar pada vagina untuk mempermudah saat melahirkan bayi agar tidak robek.

Sistem Reproduksi Bagian 2

Proses pembentukan sel kelamin di dalam kelenjar kelamin.

  • Gamet jantan : Spermatogenesis.

  • Gamet betina / ovum : Oogenesis.

  • Sperma/ovum ⟶ merupakan sel haploid yg berasal dari sel diploid yg membelah secara meiosis.

GAMETOGENESIS PADA LAKI-LAKI (SPERMATOGENESIS)

Berlangsung dalam testis. Prosesnya dimulai dari sel induk sperma (spermatogonium) yg membawa 23 kromosom:

  • Spermatogonium (2n,diploid)(2n, diploid) - membelah mitosis.

  • Spermatosit primer (2n,diploid)(2n, diploid) - membelah meiosis 1.

  • Spermatosit sekunder (n,haploid)(n, haploid) - membelah meiosis 2.

  • 4 Spermatid (calon spermatozoa, belum berekor).

  • Di dalam Epididimis, berkembang menjadi spermatozoa. Spermatid ⟶ Sperma proses Spermiogenesis.

  • Hasil dari 1 spermatogonium menghasilkan 4 sel sperma.

  • Sel Sertoli: sel dalam tubulus seminiferus, berperan dlm proses spermatogenesis & memproduksi hormon ABP.

  • Sel leydig: sel interstitial, berperan memproduksi testosteron.

Produksi sperma dipengaruhi hormon:

  • FSH (Folicle Stimulating Hormone).

  • LH (Luteinizing Hormone).

  • Produksi sperma bersamaan dengan dihasilkannya hormon Testosteron (kendali terhadap produksi FSH & LH).

  • Testis juga menghasilkan hormon inhibisi untuk mengendalikan mekanisme hormon FSH melalui umpan balik.

Spermatid keluar dari testis lewat tubulus seminiferus, menuju epididimis. Pematangan dalam epididimis terjadi minimal 3 minggu. Selanjutnya sperma menuju vas deferens. Di ujung vas deferens, sperma bercampur dengan getah dari kelenjar Vesikula Seminalis, Prostat, dan Cowper (Bulbouretra). Getah bersifat basa, untuk menjaga semen tetap bersifat basa, sehingga sperma yg masuk ke saluran kelamin wanita terlindungi.

Struktur Spermatozoa

Bagian ujung: Kepala

  • Akrosom : berisi enzim yg berguna untuk menembus lapisan telur.

    • Hialuronidase : menembus kumulus ooforus.

    • CPE (Corona Penetrating Enzyme) : menembus korona radiata.

    • Proteinase : menembus zona pelusida

  • Leher

  • Bagian tengah: Mitokondria penghasil ATP & mobilisasi energi.

  • Bagian Ekor:

    • Perkembangan ekor di Epididimis.

    • Ekor merupakan hasil pertumbuhan dari mikrotubulus.

Hormon Kelamin Laki-Laki
  1. Testosteron

    • Saat usia janin: utk diferensiasi sal.kelamin internal dan genitalia luar, serta stimulasi penurunan testis ke dalam skrotum.

    • Saat pubertas: utk pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan ciri-ciri seks sekunder; rambut, suara, kulit, aktivitas kel.keringat, massa otot, tulang, laju metabolisme, jumlah sel darah merah, kapasitas pengikatan O2.

  2. Androstenedion

    • Sebagai prekusor untuk hormon estrogen pada laki-laki.

  3. Dihidrotestosteron (DHT)

    • Utk pertumbuhan prenatal dan diferensiasi genitalia laki-laki.

  4. Inhibin & protein pengikat androgen

    • Dihasilkan oleh sel-sel Sertoli, fungsinya utk merespons sekresi FSH.

  5. FSH (Follikel Stimulating Hormone)

    • Memiliki reseptor pada sel tubulus seminiferus yg berperan dlm spermatogenesis.

  6. LH (Luteinizing Hormone) atau ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)

    • Memiliki reseptor pada sel-sel interstitial fungsinya; merangsang sel-sel interstitial di dalam testis utk berkembang & menyekresikan testosteron.

  7. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone)

    • Merangsang kelenjar hipofisis mengeluarkan LH & FSH, mengatur mekanisme umpan balik negatif dalam sintesis testosteron.

    • Jika kadar testoteron turun, produksi GnRH meningkat. Lalu GnRH menstimulasi sekresi FSH & LH. Perkembangan pubertas dipicu oleh GnRH.

GAMETOGENESIS PADA PEREMPUAN (OOGENESIS)

Oogenesis Pra Lahir (Janin)
  • Oogonium (2n)(2n) berproliferasi melalui pembelahan mitosis selama kehidupan janin dan menghasilkan 6-7 juta oosit primer (2n)(2n).

  • Oosit primer tsb akan tetap berada pada tahap profase meiosis 1 setelah lahir hingga sebelum masa pubertas (berada dalam keadaan meiotic arrest).

  • Setiap oosit primer diselubungi oleh folikel primordial.

  • Seiring bertambahnya usia, sebagian folikel primordial berdegenerasi sehingga jumlahnya menurun.

Oogenesis Pasca Lahir
  • Jumlah folikel primordial dalam ovarium sekitar 2 jt.

  • Usia 7 th, sisa 300.000.

  • Pada saat pubertas, berjumlah 50.000 - 100.000, tetapi hanya 350 - 400 yang akan hidup dan berkembang utk diovulasikan satu per satu setiap bulannya selama masa produktif (sampai menapause).

Oogenesis Pasca Pubertas

Pada masa pubertas, hormon GnRH berpengaruh pada perkembangan folikel primordial menjadi folikel primer, menjadi folikel sekunder. Setiap bulan, dihasilkan 20-50 folikel sekunder, tetap hanya 1 yg matang utk diovulasikan. Sebelum ovulasi, oosit primer (2n)(2n) dalam folikel matang mengalami meiosis I, pembagian sitoplasma tidak sama besar yaitu jadi Oosit sekunder (n)(n) & Badan Polar primer. Jika oosit sekunder dibuahi sperma, maka pembelahan lanjut ke meiosis II hingga terbentuk Ootid & badan polar sekunder. Ootid akan berkembang menjadi ovum. Jika oosit sekunder tidak dibuahi, akan pecah, menstruasi.

  • Berlangsung di ovarium. Prosesnya dimulai dari sel induk telur (Oogonium):

    • Oogonium (2n,diploid)(2n, diploid) - berkembang, mitosis

    • Oosit primer (2n,diploid)(2n, diploid) - membelah meiosis 1

    • Oosit sekunder (n,haploid)(n, haploid) & Badan Kutub/Polosit primer (uk lebih kecil) & 1 polosit sekunder meiosis 2

    • Ootid 2 polosit sekunder

    • Tiap Oogonium akan menghasilkan 1 buah sel telur (ootid) & 3 polosit sekunder.

Oogenesis

Hormon yg memacu pertumbuhan ovum adalah hormon FSH. Peran FSH adalah memacu aktivitas folikel de graaf mendekati permukaan ovarium & memproduksi hormon estrogen. Jika estrogen terbentuk, produksi FSH terhambat. Terhentinya produksi FSH menyebabkan hipofisis memproduksi LH dan akan merangsang oosit primer untuk membelah dan merangsang pelepasan oosit sekunder keluar dari folikel. Proses pelepasan oosit sekunder disebut ovulasi. Folikel kosong ⟶ menjadi korpus luteum (dipacu oleh LH) Korpus luteum menghasilkan estrogen & progesteron. Terbentuknya progesteron menghambat produksi LH.

Progesteron yg dihasilkan korpus luteum akan memengaruhi pertumbuhan dinding rahim untuk persiapan implantasi. Penebalan endometrium yg diikuti pertumbuhan pembuluh darah akan memberikan dukungan terhadap zigot yg menempel pada rahim. Oosit sekunder yg meninggalkan ovarium akan ditangkap oleh fimbria dari infundibulum bagian oviduk. Biasanya, pembuahan terjadi di daerah ⅓ bagian dari ujung oviduk. Oosit sekunder + spermatozoa ⟶ ootid ⟶ ovum

Hormon Kelamin Perempuan
  1. Estrogen

  2. Progesteron

  3. LH

  4. FSH

  5. GnRH

  6. HCG (Human Chorionic Gonadotropin)

  7. Laktogen Plasenta/HPL (Human Plasental Lactogen)

  8. Tirotropin Korionik

  9. Relaksin

  10. Prolaktin

  11. Oksitosin

  12. CRH (Corticotropin Releasing Hormone)

  13. Prostaglandin

Hormon Kelamin Perempuan dan Fungsinya
  1. Estrogen

    • Dihasilkan oleh ovarium & plasenta.

    • Fungsinya utk: mempengaruhi pertumbuhan organ reproduksi, kelenjar mamae, sekresi cairan pada serviks, proses kelahiran.

  2. Progesteron

    • Dihasilkan oleh ovarium & plasenta.

    • Fungsinya utk: merangsang pertumbuhan endometrium uterus utk persiapan implantasi zigot, menghambat kontraksi uterus, merangsang pertumbuhan sel alveolar kel. mamae, meningkatkan viskositas serviks, meningkatkan suhu tubuh.

  3. LH (luteinizing hormone)

    • Dihasilkan oleh hipofisis.

    • Fungsinya utk: merangsang ovarium supaya memproduksi estrogen & progesteron, memacu pertumbuhan korpus luteum dan ovulasi.

  4. FSH (folikel stimulating hormone)

    • Dihasilkan oleh hipofisis.

    • Fungsinya utk: merangsang ovarium supaya memproduksi estro & pro, memacu pertumbuhan & perkembangan folikel (sel telur).

  5. GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone)

    • Dihasilkan oleh hipotalamus.

    • Fungsinya utk: merangsang hipofisis supaya menyekresi LH & FSH.

  6. HCG (Human Chorionic Gonadotropin)

    • Dihasilkan oleh sel-sel embrionik mulai hari ke-10 setelah fertilisasi.

    • Fungsinya utk: mempertahankan produksi progesteron & esterogen oleh ovarium.

  7. Laktogen plasenta (HPL)

    • Dihasilkan oleh plasenta.

    • Fungsinya utk: merangsang pertumbuhan kel. mamae utk persiapan laktasi pada ibu hamil.

  8. Tirotropin Korionik

    • Dihasilkan oleh plasenta.

    • Fungsinya utk: meningkatkan laju metabolisme ibu hamil.

  9. Relaksin

    • Dihasilkan oleh korpus luteum.

    • Fungsinya utk: merelaksasi serviks & sendi tulang panggul sehingga memudahkan kelahiran

  10. Prolaktin

    • Dihasilkan oleh hipofisis.

    • Fungsinya utk: merangsang pertumbuhan kel. mamae & produksi ASI.

  11. Oksitosin

    • Dihasilkan oleh hipotalamus, disimpan di hipofisis posterior.

    • Fungsinya utk: merangsang kontraksi otot polos saat kelahiran, merangsang kel. mamae utk pengeluaran ASI setelah melahirkan.

  12. CRH (corticotropin releasing hormone)

    • Dihasilkan oleh plasenta.

    • Fungsinya utk: memacu produksi estrogen plasenta perubahan paru-paru janin utk menghirup udara.

  13. Prostaglandin

    • Dihasilkan oleh uterus.

    • Fungsinya utk: memengaruhi robeknya folikel saat ovulasi merangsang kontraksi uterus saat melahirkan

Menstruasi

Ootid sekunder yg masuk ke tuba falopi akan mengalami 2 kemungkinan:

  • Dibuahi.

  • Tidak dibuahi.

Bila tdk terjadi pembuahan ⟶ menstruasi/haid. Bila terjadi pembuahan ⟶ kehamilan.

Siklus Menstruasi
  1. Fase Menstruasi.

  2. Fase Praovulasi.

  3. Fase Ovulasi.

  4. Fase Pascaovulasi.

Fase Menstruasi

Oosit sekunder yg masuk ke tuba fallopi tidak dibuahi. Korpus luteum penghasil esterogen & progesteron menghentikan aktivitasnya. Kadar hormon tsb mengalami pengurangan mendadak. Terjadi pada 5 hari awal menstruasi. Turunnya kedua hormon tsb berakibat lepasnya ovum & robeknya endometrium. Robek dan hancurnya endometrium ini mengakibatkan pendarahan. Darah yg keluar berupa : jaringan epitel yg rusak & lendir endometrium.

Fase Praovulasi

Turunnya progesteron membuat hipofisis menyekresikan FSH. FSH merangsang folikel dalam ovarium untuk memproduksi hormon esterogen. Esterogen menghambat produksi FSH, tapi memacu LH. Esterogen merangsang penebalan endometrium rahim.

Fase Ovulasi

Berhentinya produksi FSH mengakibatkan hipofisis memproduksi LH. Hormon LH merangsang pematangan ovum dan meninggalkan folikel. Folikel yg ditinggalkan telur akan mengkerut dan berubah menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus luteum ini berfungsi untuk memproduksi progesteron. Fase ini terjadi pada hari ke-14 pada siklus rata-rata 28 hari.

Fase Pascaovulasi

Fase antara ovulasi dengan menstruasi berikutnya. Berlangsung dari hari ke-15 hingga hari ke-28. Hormon yg berperan : progesteron & esterogen. Bila tdk terjadi pembuahan, korpus luteum berubah menjadi korpus albikans (badan putih). Korpus albikans memproduksi estrogen & progesteron sangat rendah. Kadar kedua hormon menurun. Keadaan ini, menyebabkan hipofisis memproduksi FSH & LH. Fase pascaovulasi akan berlanjut dengan fase berikutnya, fase menstruasi.

  • Fase Menstruasi

    • Progesteron & Esterogen turun (kadar terendahnya).

    • Dinding rahim luruh, karna tdk ada yg mempertahankan.

  • Fase Pra Ovulasi

    • Peningkatan FSH ⟶ mematangkan folikel.

    • Esterogen naik.

  • Fase Ovulasi

    • Folikel yg matang mengeluarkan sel telurnya.

    • LH di puncak kurva (memacu ovulasi).

  • Fase Pasca Ovulasi

    • Pematangan korpus luteum.

    • Korpus luteum menghasilkan est & pro.

    • Dinding rahim menebal.

Jika tidak dibuahi:

  • Estrogen dan progesteron akan turun, uterus tidak ada yg mempertahankan lagi sehingga akan meluruh.

  • Ovulasi merangsang produksi FSH & LH ----- memacu pertumbuhan folikel --- ⟶ memacu pertumbuhan korpus luteum & merangsang ovulasi

  • Korpus luteum ⟶ korpus albikans ⟶ menghambat FSH & LH menghambat FSH ---

Sistem Reproduksi Bagian 3

Fertilisasi & Kehamilan

Fertilisasi (Pembuahan)

Penyatuan sperma dgn oosit sekunder untuk membentuk zigot. Zigot merupakan sel diploid dgn kromosom yg berasal dari ayah & ibu. Sekitar 250-400 juta sperma masuk ke vagina, akrosom sperma melepaskan enzim hidrolitik utk menembus sel korona radiata & zona pelusida oosit. Selanjutnya, zona pelusida berubah menjadi kebal (tdk dapat ditembus oleh sperma lainnya). Fertilisasi tjd pada tuba Fallopi, dihasilkan zigot. Zigot akan bergerak ke arah rahhim utk menempel (implantasi) pada dinding rahim. Zigot berkembang menjadi embrio, dan kemudian janin.

Kehamilan (Gestasi)

Lama kehamilan yaitu 266 hari (38-40 minggu). Waktu fertilisasi tidak dapat dihitung secara pasti. Tanggal kelahiran janin dihitung dari menstruasi terakhir. 2 minggu pertama setelah fertilisasi, zigot membelah mitosis: 2 sel - 4 sel - 8 sel - kemudian 16-32 sel (Morula ⟶ bola padat). Morula bertumbuh ⟶ Blastosit (sel berongga, berisi cairan blastosoel). Lapisan luar blastosit adalah: tropoblas. Tropoblas yg mengikis endometrium & pembuluh darah, membantu implantasi, membentuk plasenta dan membran yg membungkus embrio.

Fungsi Plasenta:
  • Sebagai sistem pencernaan, pernapasan & ekskresi bagi janin.

  • Produksi hormon

  • Perlindungan imunologis

  • Melindungi dari guncangan dan kekeringan

  • 4 membran lapisan plasenta:

    • Korion

      • Selaput yg terdapat di luar amnion, berhubungan dgn dinding rahim.

      • Ada pembuluh darah yg berhubungan dgn ibu.

    • Amnion

      • Selaput yg membatasi ruangan amnion di mana terdapat embrio.

      • Dinding amnion menghasilkan getah air ketuban utk menjaga embrio tetap basah & tahan goncangan.

    • Kantong Kuning Telur (Sakus Vitelinus)

      • Di antara amnion & plasenta.

      • Tempat pemunculan sel-sel darah merah & pembuluh darah yg pertama.

    • Alantois

      • Letak: di dlm tali pusat.

      • Jaringan epitelnya menghilang & yg menetap adalah pembuluh2 darah yg fungsinya utk menghubungkan sirkulasi embrio dgn plasenta.

Plasenta & embrio dihubungkan oleh tali pusat. Pengangkutan sari makanan & O<em>2O<em>2 berlangsung dari pembuluh darah ibu ⟶ plasenta ⟶ tali pusat ⟶ pembuluh darah embrio. Pengangkutan zat sisa & CO</em>2CO</em>2 dari pmblh darah embrio ⟶ tali pusat ⟶ plasenta ⟶ pembuluh darah ibu.

Kelahiran

Hormon yg berperan: relaksin, estrogen, prostaglandin, oksitosin & CRH

Tahap:

  • Dilatasi Serviks (Pembukaan) serviks dipaksa melebar utk jalan kepala bayi (10 cm).

  • Kelahiran Bayi

    • Bayi mulai bergerak melalui serviks & vagina.

    • Ibu mengontraksikan otot-otot dinding abdomen bersamaan dgn kontraksi uterus.

  • Kelahiran Plasenta

    • Segera setelah bayi lahir, uterus berkontraksi lagi utk memisahkan plasenta dari miometrium dan mengeluarkannya melalui vagina.

Kolostrum ⟶ ASI yg keluar pada hari pertama setelah bayi lahir. Berwarna kuning kental. Manfaat kolostrum: memberi kekebalan bayi & kaya kandungan protein & mineral. Dalam ASI terdapat zat asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yg sangat diperlukan dalam proses perkembangan kecerdasan bayi. Hormon yg bekerja pada ibu menyusui: prolaktin & oksitosin. Prolaktin untuk pembentukan ASI, Oksitosin untuk merangsang keluarnya ASI.

Teknologi Sistem Reproduksi

Amniosentesis

Teknik pengambilan cairan amnion untuk dianalisis secara genetik & biokimia. Bertujuan utk mendeteksi adanya kelainan genetik, misal: siklemia & hemofilia. Biasanya dilakukan pada perempuan hamil yg berusia lebih dari 35 th atau penderita kelainan kromosom.

USG (ultrasonografi)

Teknik diagnostik menggunakan gelombang ultrasonik utk menampilkan keadaan kesehatan, organ internal, ukuran tubuh, jenis kelamin.

Dilakukan dalam keadaan infertilitas. Penyebab infertilitas: gangguan pada sal. telur, endomteriosis, gangguan ovarium, sperma kurang aktif, jumlah sperma sedikit, dll. Bayi tabung adalah hasil pembuahan di luar tubuh.

Ada beberapa metode bayi tabung
  • IVF (In Vitro Fertilization) / Bayi Tabung

    • Metode IVF Sel telur diambil dari ovarium, ditempatkan pada cawan petri.

    • Diberikan sperma dari pasangannya.

    • Fertilisasi terjadi, diikuti pembelahan zigot hingga jadi embrio.

    • Transfer embrio ke rahim ibu.

    • IVF hanya dapat dilakukan kalau jumlah sperma normal & aktif

  • Metode PZD (Partial Zona Dessection)

    • Sperma disemprotakn ke sel telur setelah dinding sel telur dibuat celah utk mempermudah kontak sperma dgn sel telur.

  • Metode SUZI (Subzonal Sperm Intersection)

    • Sperma disuntukkan langsung ke dalam sel telur.

    • Teknik pembuahan mikromanipulasi in vitro yg hasilnya dianggap kurang memuaskan.

  • Metode ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)

    • Biasanya dilakukan pada mutu & jumlah sperma yg kurang.

    • Kasus Azoospermia (semen tdk mengandung sperma sama sekali).

    • Sperma pilihan disuntikkan secara paksa ke dalam sitoplasma ovum yg diambil dari ovasium, kemudian dimasukkan ke dalam rahim.

Persalinan
  • Pervaginam tanpa Bantuan

    • Metode normal dengan mengejan.

  • Pervaginam Berbantu

    • Alat bantu: forseps, vakum, episiotomi, amniotomi, induksi.

  • Operasi Caesar

    • Dibutuhkan utk beberapa kondisi seperti: psosisi kepala sungsang/melintang, bayi terlalu besar, bayi sulit keluar, plasenta menutupi serviks (plasenta previa)

  • Lotus Birth

    • Tidak memotong tali pusat setelah bayi lahir, membiarkan tali pusat dan plasenta terhubung hingga tali pusat mengering dan terlepas secara alami.

    • Tali pusat biasanya terlepas dalam waktu 3-7 hari.

  • Water Birth

    • Metode persalinan di mana ibu melahirkan bayi di dalam air hangat, biasanya dalam kolam atau bak khusus.

  • Gentle Birth

    • Metode persalinan yang berfokus pada menciptakan pengalaman melahirkan yang lembut, minim trauma, dan penuh kesadaran bagi ibu dan bayi.

Metode Kontrasepsi

  • Kontrasepsi Alami

    • Sistem kalender (tdk melakukan hub. seks saat masa subur wanita).

    • Koitus Interuptus

      • Pengeluaran penis dari vagina sebelum ejakulasi.

    • Kontrasepsi Kimiawi

      • Dengan jeli, busa, krim, supositoria spermisida, mematikan sperma).

    • Sterilisasi

      • Tubektomi ⟶ pemotongan sal. tuba fallopi shg ovum tdk memasuki uterus (wanita)

      • Vasektomi ⟶ pemotongan sal. vas deferens shg sperma tdk ikut keluar bersama semen (pria)

    • Pencegahan ovulasi

      • Pil KB ⟶ mencegah ovulasi dgn menekan sekresi gonadotropin.

        • Pil KB mengandung steroid sintetik mirip estrogen & progesteron.

        • Kadar progesteron tetap ada shg tdk ada FSH, sehingga tdk tjd pematangan telur yg baru.

      • Susuk KB (alat kontrasepsi di bawah kulit/implant) ⟶ berisi levonorgestrel yg menghambat ovulasi, menipiskan endometrium, menghambat pergerakan sperma karena lendir serviks mengental & jumlahnya sedikit.

      • Suntik KB ⟶ mengandung depotmedroxyprogesterone acetate (progestin) yg bekerja menghambat ovulasi & mengentalkan lendir serviks.

    • IUD (Intrauterine Device) atau AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) ⟶ memblokade implantasi, mengakibatkan sel telur yg sudah dibuahi tidak dapat menempel ke dinding rahim.

    • Penggunaan kondom pada pria ⟶ menghambat sperma tidak masuk ke vagina.

Gangguan Sistem Reproduksi

Kanker
  • Pada wanita: Serviks, Vagina, Ovarium

  • Pada pria: Prostat

  • Kanker vagina: biasanya karena infeksi virus, bisa diobati dengan kemoterapi/laser.

  • Kanker serviks: biasanya karena sel yg tumbuh abnormal di wilayah lapisan epitel mulut rahim.

  • Kanker ovarium: biasanya tdk menunjukkan gejala, dapat muncul karena kista.

GONORRHEA (GO)
  • Penyebab: bakteri Neisseria gonorrhoeae.

  • 2 hari setelah kuman masuk tubuh (biasanya melalui hubungan seks).

  • Gejala: nyeri, merah, bengkak, bernanah.

  • Pada pria: sakit saat kencing, keluar nanah kental kuning kehijauan, ujung penis merah & agak bengkak.

  • Pada wanita: 60% tdk bergejala. Bisa juga menunjukkan gejala rasa sakit saat kencing dan keputihan kental berwarna kuning.

  • Akibat: kemandulan, dpt menular pada bayi berupa infeksi mata/kebutaan.

SIFILIS (RAJA SINGA)
  • Penyebab: bakteri Treponema pallidum.

  • 3-4 minggu tanpa gejala, bisa sampai 13 minggu.

  • Timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Disertai: pusing, nyeri tulang seperti flu.

  • Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hub.seks. Gejala akan hilang dgn sendirinya.

  • Selama 2-3 th pertama penyakit ini tdk menunjukkan gejala (masa laten). Setelah 5-10 th, akan menyerang saraf otak, pembuluh d

arah, jantung.

  • Pada wanita hamil dpt menularkan ke bayinya (kerusakan