MINGGU 1_FARMAKO_dr. Ernawati
HIPERTENSI
Hipertensi adalah kondisi medis umum yang sering kali tanpa gejala. Terdapat dua tipe: hipertensi primer (90%) dengan penyebab tidak diketahui dan hipertensi sekunder (5%-10%) akibat penyakit lain. Insidensnya di USA sekitar 15% dari populasi. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung kongestif, infark miokard, kerusakan ginjal, dan stroke.
KLASIFIKASI JNC VIII
Tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut: Normal (<120/<80 mmHg), Prehipertensi (120-139 atau 80-89 mmHg), Hipertensi Stage 1 (140-159 atau 90-99 mmHg), dan Hipertensi Stage 2 (>160 atau >100 mmHg).
PENGOBATAN HIPERTENSI
Pengobatan tergantung pada tahap hipertensi. Untuk hipertensi Stage 1, terapi awal mencakup diuretik thiazide, ACE-inhibitor, ARB, β-blocker, atau calcium channel blocker. Untuk hipertensi Stage 2, digunakan kombinasi tiga obat, seringkali diuretika thiazide dan satu dari ACE-inhibitor atau ARB.
OBAT HIPERTENSI
I. DIURETIKA
Obat lini pertama, diuretika thiazide (6,25–50 mg/hari) bekerja dengan meningkatkan ekskresi garam dan air serta mengurangi retensi. Efek samping termasuk hipokalemia dan hiperglikemia.
II. β-BLOCKER
Menurunkan cardiac output, menghambat sistem saraf simpatis, dan mengendalikan renin. Prototip: propranolol (2x24-40 mg/hari) dengan efek samping seperti bradikardi dan insomnia.
III. ACE INHIBITOR
Menghambat angiotensin II, mengurangi aldosteron, dan meningkatkan bradikinin. Prototip: Captopril (2x12,5-25 mg/hari), efek samping termasuk batuk kering dan hiperkalemia.
IV. ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER
Prototip: Losartan, bekerja mirip dengan ACE inhibitor tetapi tidak menyebabkan batuk.
V. CALCIUM CHANNEL BLOCKER
Menghambat masuknya kalsium, menyebabkan vasodilatasi. Contoh: Amlodipine dan Verapamil.
VI. ALPHA-BLOCKER
Contohnya Prazosin, menurunkan tahanan vaskular.
VII. OBAT ADRENERGIK SENTRAL
Clonidine dan α-Methylodopa, menurunkan aliran adrenergik pusat.
VIII. VASODILATOR
Meliputi Hydralazine dan Minoxidil, bekerja langsung dengan efek samping seperti sakit kepala dan refleks takikardia.